Tanggerang – Menteri Agama Fachrul Razi secara langsung meresmikan Institut Daarul Qur’an (Idaqu) dan Masjid Al Anwar IDQ pada Kamis (5/3). Turut hadir Duta Besar Arab Saudi, Syekh Essam bin Abed al Thaqafi, Wali Kota Tangerang, Arief Rachdiono Wismansyah. Peresmian IDQ dan Masjid Al Anwar IDQ dilakukan dengan simbolisasi pemotongan pita dan penandatanganan prasasti.
“Saya mengucapkan selamat, kita sama menyaksikan peresmian gedung Institut Darul Qur’an. Semoga ini menjadi kontribusi nyata dalam membangun negara yang kita cintai ini,” kata Menteri Agama, Fachrul Razi, seperti dikutip Republika, Kamis (5/3).
Institut ini berlokasi di Jalan Cipondoh Makmur Raya, Rt 03/RW 09 Cipondoh Makmur, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang. Kampus ini memiliki tiga Fakultas dengan enam program studi (prodi). Fakultas Ushuluddin dengan prodi Ushuluddin dan Ilmu Al Quran serta prodi Tafsir Hadits, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam dengan prodi Manajemen Bisnis Syariah dan prodi Hukum Ekonomi Syariah, serta Fakultas Tarbiyah dengan prodi pendidikan keguruan dan prodi Bimbingan Konseling Pendidikan Islam (BKPI).
Rektor Idaqu Muhammad Anwar Sani mengatakan, institut ini didirikan sebagai salah satu ikhtiar mewujudkan cita-cita membumikan dunia dengan Al-Qur’an. Selain itu, ia juga berharap kehadiran kampus ini dapat melahirkan para pemimpin dan pengusaha yang berwawasan global yang berorientasi penemuan, pengembangan ilmu pengetahuan maupun ilmu pendidikan. “Para lulusannya juga diharapkan berintegritas tinggi, memiliki sikap berdasarkan Daqu Method, dan sesuai dengan nilai-nilai Al-Qur’an,” katanya.
Ia melanjutkan, melalui lembaga ini, para santri lulusan Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an bisa melanjutkan pendidikan linier dengan ilmu-ilmu yang mereka pelajari sebelumnya di pesantren. Namun, tak hanya para santri, masyarakat umum juga bisa belajar ilmu Al-Qur’an di kampus ini. “Kami juga memberikan kesempatan kepada masyarakat umum yang ingin belajar ilmu Al-Qur’an dan mendapatkan pengajaran ala Daarul Qur’an,” ujarnya.
Semua aktivitas kampus Idaqu dimulai dari nol, yaitu tanpa gedung. Namun berkat para donatur dan pewakif, Alhamdulillah kampus para penghafal Al-Qur’an ini lambat laun mulai berwujud. Sejak peletakan batu pertama pada April 2019 silam hingga awal Maret 2020 ini, telah berdiri 11 kelas dan ruang serbaguna. Begitu pula dengan masjid, toilet, hingga pohon baobab yang telah terpasang rapi.
Mengadopsi gaya milenial yang akrab dengan warna dan bentuk, kampus Idaqu dibangun dengan konstruksi bangunan berbentuk segitiga yang dipercantik dengan paduan beberapa warna. Anwar Sani mengatakan, desain bangunan-bangunan tersebut memang disesuaikan dengan usia mahasiswa-mahasiswinya yang rata-rata generasi milenial.
Anwar Sani berharap, konsep bangunan ini dapat membuat para mahasiswa semakin semangat belajar dan menghafal Al-Qur’an. “Nanti kami juga akan memasang rumput sintetis di beberapa lokasi untuk jadi tempat diskusi temen-temen mahasiswa. Semoga, teman-teman bisa nyaman belajar dan menimba ilmu di sini,” ujarnya.(FER)

































































