• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Politik
  • Lifestyle
Pengurangan Anggaran MBG dan Nilai Manfaat: Menjaga Efektivitas Program, Bukan Sekadar Besaran Angka

Pengurangan Anggaran MBG dan Nilai Manfaat: Menjaga Efektivitas Program, Bukan Sekadar Besaran Angka

May 26, 2026
Kemendikdasmen Perkuat Data dan Infrastruktur Sekolah untuk Perluas Jangkauan Program MBG

Kemendikdasmen Perkuat Data dan Infrastruktur Sekolah untuk Perluas Jangkauan Program MBG

July 31, 2026
Kelompok Radikal Salahgunakan Tafsir Keagamaan Atasnamakan Islam

Literasi dan Berpikir Kritis Jadi Kunci Lindungi Generasi Muda dari Ancaman Ekstremisme melalui Game Daring dan Grup Obrolan

July 31, 2026
Polda Metro Ajak Personel Waspadai Radikalisme Digital, Komitmen Kebangsaan Diperkuat

Polda Metro Ajak Personel Waspadai Radikalisme Digital, Komitmen Kebangsaan Diperkuat

July 31, 2026
Koperasi Susu Siap Jadi Tulang Punggung MBG, Pasok Susu Pasteurisasi untuk Perkuat Gizi Nasional

Koperasi Susu Siap Jadi Tulang Punggung MBG, Pasok Susu Pasteurisasi untuk Perkuat Gizi Nasional

July 31, 2026
Mufti Mesir: Penyalahgunaan Fatwa Kerap Dipakai Membenarkan Kekerasan Atas Nama Agama

Mufti Mesir: Penyalahgunaan Fatwa Kerap Dipakai Membenarkan Kekerasan Atas Nama Agama

July 31, 2026
DPRD Surabaya Soroti Radikalisasi Pelajar lewat Game Daring, Minta Penguatan Peran Guru Agama

DPRD Surabaya Soroti Radikalisasi Pelajar lewat Game Daring, Minta Penguatan Peran Guru Agama

July 31, 2026
Mencari Formula Ideal Program MBG: SPPG, Kantin Sekolah, Posyandu, dan Pesantren

Mencari Formula Ideal Program MBG: SPPG, Kantin Sekolah, Posyandu, dan Pesantren

July 30, 2026
Kantor Kemkomdigi Digeledah, Menkomdigi Tegaskan Komitmen Dukung Pengusutan Mafia Judi Online

Algoritma dan Narasi Jadi Senjata Baru Kelompok Radikal di Ruang Digital

July 30, 2026
Menag Minta MBG Lebih Menyasar Pesantren, Libatkan Ekosistem Santri

Menag Minta MBG Lebih Menyasar Pesantren, Libatkan Ekosistem Santri

July 30, 2026
Tuduh Telegram Digunakan Perekrutan Terorisme, Rusia Buru Pavel Durov

Tuduh Telegram Digunakan Perekrutan Terorisme, Rusia Buru Pavel Durov

July 30, 2026
Forum ASEAN–Australia Bahas Ruang Publik, Sasaran Rentan, Perlindungan Infrastruktur Vital dari Ancaman Terorisme

Forum ASEAN–Australia Bahas Ruang Publik, Sasaran Rentan, Perlindungan Infrastruktur Vital dari Ancaman Terorisme

July 30, 2026
Menkes Minta Proses Sertifikasi Higiene SPPG Dipermudah Demi Cegah Kasus Keracunan MBG

Kemenkes Siapkan Riset Nasional, Dampak Program MBG terhadap Gizi Anak Akan Diukur

July 30, 2026
moderat.id
  • Home
  • News
    • All
    • Daerah
    • Ekonomi
    • Internasional
    • Nasional
    • Politik
    Kemendikdasmen Perkuat Data dan Infrastruktur Sekolah untuk Perluas Jangkauan Program MBG

    Kemendikdasmen Perkuat Data dan Infrastruktur Sekolah untuk Perluas Jangkauan Program MBG

    Kelompok Radikal Salahgunakan Tafsir Keagamaan Atasnamakan Islam

    Literasi dan Berpikir Kritis Jadi Kunci Lindungi Generasi Muda dari Ancaman Ekstremisme melalui Game Daring dan Grup Obrolan

    Polda Metro Ajak Personel Waspadai Radikalisme Digital, Komitmen Kebangsaan Diperkuat

    Polda Metro Ajak Personel Waspadai Radikalisme Digital, Komitmen Kebangsaan Diperkuat

    Koperasi Susu Siap Jadi Tulang Punggung MBG, Pasok Susu Pasteurisasi untuk Perkuat Gizi Nasional

    Koperasi Susu Siap Jadi Tulang Punggung MBG, Pasok Susu Pasteurisasi untuk Perkuat Gizi Nasional

    Mufti Mesir: Penyalahgunaan Fatwa Kerap Dipakai Membenarkan Kekerasan Atas Nama Agama

    Mufti Mesir: Penyalahgunaan Fatwa Kerap Dipakai Membenarkan Kekerasan Atas Nama Agama

    DPRD Surabaya Soroti Radikalisasi Pelajar lewat Game Daring, Minta Penguatan Peran Guru Agama

    DPRD Surabaya Soroti Radikalisasi Pelajar lewat Game Daring, Minta Penguatan Peran Guru Agama

    Kantor Kemkomdigi Digeledah, Menkomdigi Tegaskan Komitmen Dukung Pengusutan Mafia Judi Online

    Algoritma dan Narasi Jadi Senjata Baru Kelompok Radikal di Ruang Digital

    Menag Minta MBG Lebih Menyasar Pesantren, Libatkan Ekosistem Santri

    Menag Minta MBG Lebih Menyasar Pesantren, Libatkan Ekosistem Santri

    Tuduh Telegram Digunakan Perekrutan Terorisme, Rusia Buru Pavel Durov

    Tuduh Telegram Digunakan Perekrutan Terorisme, Rusia Buru Pavel Durov

    Trending Tags

    • Religi
      Ditjen Bimas Hindu Angkat Filosofi Lawar sebagai Simbol Persatuan dalam Keberagaman

      Ditjen Bimas Hindu Angkat Filosofi Lawar sebagai Simbol Persatuan dalam Keberagaman

      Kemenag Papua: Semangat Galungan Perkuat Toleransi, Harmoni Sosial, dan Bijak Bermedia Digital

      Kemenag Papua: Semangat Galungan Perkuat Toleransi, Harmoni Sosial, dan Bijak Bermedia Digital

      Penyuluh Agama Didorong Aktif Sebarkan Moderasi di Ruang Digital

      Penyuluh Agama Didorong Aktif Sebarkan Moderasi di Ruang Digital

      Potret Harmoni di Banyuwangi, Banser Bantu Amankan Perayaan Galungan-Kuningan

      Potret Harmoni di Banyuwangi, Banser Bantu Amankan Perayaan Galungan-Kuningan

      Sambut 1 Muharram, Wali Kota Bogor Tekankan Pentingnya Menjaga Toleransi di Tengah Keberagaman

      Sambut 1 Muharram, Wali Kota Bogor Tekankan Pentingnya Menjaga Toleransi di Tengah Keberagaman

      Imam Masjid Berperan Penting Menjaga Islam Moderat dan Perdamaian

      Imam Masjid Berperan Penting Menjaga Islam Moderat dan Perdamaian

      Kelenteng Kong Miao Litang Tak Hanya Tempat Ibadah, Tapi Simbol Keberagaman dan Toleransi

      Kelenteng Kong Miao Litang Tak Hanya Tempat Ibadah, Tapi Simbol Keberagaman dan Toleransi

      Festival Waisak 2026 Jadi Ruang Penguatan Toleransi dan Persatuan Lintas Umat Beragama

      Festival Waisak 2026 Jadi Ruang Penguatan Toleransi dan Persatuan Lintas Umat Beragama

      Waisak di Borobudur Buktikan Kerukunan Umat Beragama Indonesia Kian Kokoh

      Waisak di Borobudur Buktikan Kerukunan Umat Beragama Indonesia Kian Kokoh

    • Olahraga
      • All
      • Beladiri
      • Bola
      • Otomotif
      • Raket
      Mitchell Baker Hattrick, Timnas Indonesia Gilas Kamboja 5-1 di Laga Perdana Piala AFF

      Mitchell Baker Hattrick, Timnas Indonesia Gilas Kamboja 5-1 di Laga Perdana Piala AFF

      Menuju Piala Dunia 2030, Zidane, Klopp, dan Guardiola Dikaitkan dengan Kursi Pelatih Timnas Elite

      Menuju Piala Dunia 2030, Zidane, Klopp, dan Guardiola Dikaitkan dengan Kursi Pelatih Timnas Elite

      Juara Dunia 2026, Spanyol Gusur Argentina dari Puncak Ranking FIFA

      Juara Dunia 2026, Spanyol Gusur Argentina dari Puncak Ranking FIFA

      Gagal Pertahankan Gelar, Messi: Kami Sudah Memberikan Segalanya

      Gagal Pertahankan Gelar, Messi: Kami Sudah Memberikan Segalanya

      Spanyol Borong Penghargaan Individu Piala Dunia 2026, Rodri Dinobatkan Pemain Terbaik

      Spanyol Borong Penghargaan Individu Piala Dunia 2026, Rodri Dinobatkan Pemain Terbaik

      Ferran Torres Antar Spanyol Taklukkan Argentina, La Furia Roja Raih Gelar Dunia

      Ferran Torres Antar Spanyol Taklukkan Argentina, La Furia Roja Raih Gelar Dunia

      Fajar/Fikri Juara Japan Open 2026, Tumbangkan Ganda Nomor Satu Dunia di Final

      Fajar/Fikri Juara Japan Open 2026, Tumbangkan Ganda Nomor Satu Dunia di Final

      Banjir Gol, Sikat Prancis 6-4 Inggris Peringkat Ketiga Piala Dunia 2026

      Banjir Gol, Sikat Prancis 6-4 Inggris Peringkat Ketiga Piala Dunia 2026

      ‘Kami Sudah Sangat Dekat’, Kane Ungkap Kesedihan usai Inggris Tersingkir

      ‘Kami Sudah Sangat Dekat’, Kane Ungkap Kesedihan usai Inggris Tersingkir

    • Budaya
    • Lifestyle
      Denada Buka Suara, Akui Ressa Anak Kandung dan Sampaikan Permohonan Maaf

      Denada Buka Suara, Akui Ressa Anak Kandung dan Sampaikan Permohonan Maaf

      Ridwan Kamil Sampaikan Klarifikasi Publik Usai Resmi Cerai dari Atalia

      Ridwan Kamil Sampaikan Klarifikasi Publik Usai Resmi Cerai dari Atalia

      Sir David Beckham Resmi Dianugerahi Gelar Ksatria oleh Raja Charles III

      Sir David Beckham Resmi Dianugerahi Gelar Ksatria oleh Raja Charles III

      David Beckham: Dari Lapangan Hijau ke Kerajaan Bisnis Bernilai Triliunan

      David Beckham: Dari Lapangan Hijau ke Kerajaan Bisnis Bernilai Triliunan

      Artis Onadio Leonardo Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba, Ditemukan Ganja Saat Penggeledahan

      Artis Onadio Leonardo Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba, Ditemukan Ganja Saat Penggeledahan

      8 Tahun Terlihat Harmonis, Raisa Gugat Cerai Hamish Daud

      8 Tahun Terlihat Harmonis, Raisa Gugat Cerai Hamish Daud

      Mantap Dalami Islam, Celine Evangelista: “Perubahan Ini Lahir dari Hati yang Tenang”

      Mantap Dalami Islam, Celine Evangelista: “Perubahan Ini Lahir dari Hati yang Tenang”

      Napi Berisiko Tinggi, Ammar Zoni Dipindahkan ke Lapas Super Maksimum di Nusakambangan

      Napi Berisiko Tinggi, Ammar Zoni Dipindahkan ke Lapas Super Maksimum di Nusakambangan

      Ammar Zoni Ketahuan Edarkan Narkoba di Dalam Rutan, Dihukum Sel Isolasi 40 Hari

      Ammar Zoni Ketahuan Edarkan Narkoba di Dalam Rutan, Dihukum Sel Isolasi 40 Hari

      Trending Tags

      • Opini
        Mencari Formula Ideal Program MBG: SPPG, Kantin Sekolah, Posyandu, dan Pesantren

        Mencari Formula Ideal Program MBG: SPPG, Kantin Sekolah, Posyandu, dan Pesantren

        Membaca Gebrakan Pertama Kepala BGN: Langkah Tegas dan Masa Depan MBG

        Membaca Gebrakan Pertama Kepala BGN: Langkah Tegas dan Masa Depan MBG

        Menunggu Sepak Terjang Sudaryono dalam Meluruskan Jalan Program MBG

        Menunggu Sepak Terjang Sudaryono dalam Meluruskan Jalan Program MBG

        Kepala BGN Nanik S. Deyang Mundur: Ada Apa? Berdampakkah pada Reformasi MBG?

        Kepala BGN Nanik S. Deyang Mundur: Ada Apa? Berdampakkah pada Reformasi MBG?

        Seminggu MBG Kembali Bergulir Pasca Libur Sekolah: Harapan Baru Tata Kelola Menuju Zero Risk

        Seminggu MBG Kembali Bergulir Pasca Libur Sekolah: Harapan Baru Tata Kelola Menuju Zero Risk

        MBG: SPPG atau Kantin Sekolah, Bagaimana Mekanisme Agar Gizi Terpenuhi dan Aman dari Risiko

        MBG: SPPG atau Kantin Sekolah, Bagaimana Mekanisme Agar Gizi Terpenuhi dan Aman dari Risiko

        Hari Pertama MBG Pasca Libur Sekolah: Kangen Itu Terbayarkan

        Hari Pertama MBG Pasca Libur Sekolah: Kangen Itu Terbayarkan

        Suara-Suara Kecil Ketika MBG Datang Lagi Setelah Libur Sekolah Usai

        Suara-Suara Kecil Ketika MBG Datang Lagi Setelah Libur Sekolah Usai

        Suara Jalanan untuk MBG: Antara Kritik, Dukungan, dan Harapan Perbaikan

        Suara Jalanan untuk MBG: Antara Kritik, Dukungan, dan Harapan Perbaikan

        Trending Tags

        No Result
        View All Result
        moderat.id
        No Result
        View All Result
        Home Opini

        Pengurangan Anggaran MBG dan Nilai Manfaat: Menjaga Efektivitas Program, Bukan Sekadar Besaran Angka

        by admin
        May 26, 2026
        in Opini
        0
        Pengurangan Anggaran MBG dan Nilai Manfaat: Menjaga Efektivitas Program, Bukan Sekadar Besaran Angka
        614
        SHARES
        1.8k
        VIEWS
        Share on FacebookShare on Twitter

        Oleh: Ahmad Damar

        Keputusan pemerintah melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk mengurangi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp67 triliun memunculkan dua respons sekaligus: kekhawatiran dan harapan. Kekhawatiran muncul karena MBG merupakan program strategis yang menyangkut jutaan anak Indonesia. Namun di sisi lain, kebijakan ini juga membuka ruang refleksi penting: apakah besarnya anggaran selalu berbanding lurus dengan besarnya manfaat?

        Dalam logika kebijakan publik modern, ukuran keberhasilan program bukan lagi sekadar berapa besar uang yang dibelanjakan, melainkan seberapa besar dampak nyata yang dirasakan masyarakat. Dengan kata lain, pengurangan anggaran justru bisa menjadi momentum untuk menguji apakah MBG dibangun di atas fondasi efisiensi atau sekadar ekspansi anggaran. Pemerintah menyebut pemangkasan dilakukan demi efektivitas dan efisiensi. Jika itu benar, maka yang harus dijaga bukan nominalnya, tetapi nilai manfaatnya.

        Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak awal dirancang bukan sekadar sebagai kebijakan sosial jangka pendek, melainkan sebagai investasi strategis negara untuk membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia dari fondasi paling dasar: gizi. Di tengah dinamika fiskal nasional, wacana pengurangan anggaran MBG memunculkan pertanyaan penting di ruang publik: apakah pengurangan anggaran otomatis berarti berkurangnya manfaat program?

        Pertanyaan ini relevan, tetapi jawabannya tidak sesederhana hubungan matematis antara besar anggaran dan besar manfaat. Dalam kebijakan publik, efektivitas program tidak selalu ditentukan oleh seberapa besar uang yang dibelanjakan, melainkan oleh seberapa tepat uang tersebut digunakan. Dengan kata lain, pengurangan anggaran bukan selalu ancaman, selama tidak mengurangi esensi manfaat yang diterima masyarakat.

        MBG lahir dari kebutuhan riil bangsa. Indonesia masih menghadapi tantangan stunting, ketimpangan akses pangan bergizi, dan kualitas konsumsi anak usia sekolah yang belum merata. Banyak keluarga masih kesulitan memenuhi kebutuhan nutrisi harian anaknya secara konsisten. Dalam konteks itulah MBG hadir sebagai intervensi negara untuk memastikan bahwa hak dasar atas makanan bergizi tidak bergantung sepenuhnya pada kemampuan ekonomi keluarga.

        Namun dalam implementasinya, program sebesar MBG memang membutuhkan biaya besar. Dari sisi logistik, pengadaan bahan baku, distribusi makanan, pembangunan dapur umum, hingga pengawasan mutu, semuanya memerlukan pembiayaan yang tidak kecil. Maka ketika muncul wacana efisiensi atau pengurangan anggaran, sebagian pihak langsung khawatir bahwa kualitas program akan ikut turun.

        Kekhawatiran itu wajar. Tetapi perlu dipahami bahwa efisiensi anggaran bukan berarti pemangkasan manfaat. Justru di sinilah kualitas tata kelola diuji. Pemerintah dituntut membuktikan bahwa setiap rupiah dalam MBG benar-benar menghasilkan nilai tambah nyata bagi masyarakat.

        Dalam ilmu ekonomi publik, ada istilah value for money, yakni sejauh mana pengeluaran negara mampu menghasilkan manfaat optimal. Prinsip ini sangat relevan untuk MBG. Jika sebelumnya program menghabiskan anggaran besar tetapi masih ditemukan inefisiensi dalam distribusi, pemborosan logistik, atau tumpang tindih pengadaan, maka pengurangan anggaran justru bisa menjadi momentum perbaikan.

        Artinya, fokus utama bukan “berapa besar anggaran dipotong”, tetapi “bagian mana yang dipotong”. Jangan sampai yang dikurangi justru komponen inti seperti kualitas bahan makanan, jumlah penerima manfaat, atau keamanan pangan. Sebaliknya, yang harus ditekan adalah biaya-biaya administratif yang tidak produktif, rantai distribusi yang terlalu panjang, dan kebocoran yang selama ini sering menjadi penyakit program besar pemerintah.

        Dalam konteks MBG, ada tiga nilai manfaat utama yang harus dijaga.

        Pertama, nilai gizi. Ini adalah jantung program. Anak-anak, balita, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya menerima manfaat utama berupa peningkatan asupan nutrisi. Jika pengurangan anggaran menyebabkan menu menjadi lebih rendah kualitasnya, maka program kehilangan maknanya. Karena itu, efisiensi harus dilakukan tanpa mengorbankan kandungan gizi minimum.

        Kedua, nilai sosial. MBG bukan hanya soal makanan, tetapi juga rasa keadilan. Negara hadir untuk memastikan bahwa anak dari keluarga kurang mampu memiliki peluang tumbuh sehat yang sama dengan anak dari keluarga mampu. Di sinilah MBG berfungsi sebagai instrumen pemerataan.

        Ketiga, nilai ekonomi. Ini sering terlupakan. MBG menciptakan ekosistem ekonomi baru dari hulu ke hilir. Petani memasok beras dan sayur. Peternak memasok telur dan ayam. UMKM lokal menjadi mitra dapur. Tenaga kerja terserap. Uang negara berputar di daerah. Efek penggandanya besar.

        Karena itu, ketika anggaran MBG dikurangi, pemerintah harus berhati-hati agar multiplier effect ini tidak ikut melemah. Jangan sampai efisiensi di pusat justru menciptakan kontraksi ekonomi di daerah.

        Di sinilah pentingnya strategi substitusi dan inovasi.

        Misalnya, jika harga bahan impor naik akibat tekanan kurs dolar AS, maka menu harus diarahkan pada bahan lokal yang setara nilai gizinya. Susu impor bisa diganti dengan protein lokal berbasis telur, ikan, atau tempe. Gandum impor bisa diganti jagung, singkong, atau sagu sesuai potensi daerah.

        Pendekatan ini justru memberi dua manfaat sekaligus: mengurangi tekanan anggaran dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

        Lebih jauh, pengurangan anggaran juga bisa menjadi momentum mendorong digitalisasi tata kelola. Sistem pemantauan distribusi, pelaporan kualitas makanan, hingga evaluasi penerima manfaat harus berbasis data real-time. Peluncuran aplikasi Reviu Menu MBG, misalnya, merupakan langkah tepat. Dengan pengawasan digital, potensi kebocoran bisa ditekan.

        Selain itu, model desentralisasi perlu diperkuat. Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus diberi ruang berinovasi sesuai potensi lokal. Menu di Papua tentu tidak harus sama dengan menu di Jawa. Menu di Nusa Tenggara tidak harus identik dengan Sumatra. Fleksibilitas ini membuat biaya lebih efisien dan penerimaan masyarakat lebih baik.

        Namun demikian, efisiensi tidak boleh menjadi alasan menurunkan standar akuntabilitas. Justru saat anggaran berkurang, transparansi harus diperbesar. Publik berhak tahu bagaimana anggaran digunakan, siapa penerimanya, bagaimana kualitas makanannya, dan apa hasil yang dicapai.

        Tanpa transparansi, pengurangan anggaran hanya akan memunculkan kecurigaan: apakah negara sedang menghemat demi efektivitas, atau sekadar memindahkan beban ke masyarakat?

        Pemerintah juga perlu memperkuat komunikasi publik. Banyak polemik muncul bukan karena kebijakannya salah, tetapi karena narasinya lemah. Jika ada penyesuaian anggaran, masyarakat harus dijelaskan bahwa tujuan utamanya adalah efisiensi, bukan pengurangan komitmen terhadap gizi masyarakat.

        Kepercayaan publik adalah modal penting bagi keberlanjutan program sebesar MBG.

        Pada akhirnya, pengurangan anggaran MBG harus dilihat sebagai ujian kedewasaan kebijakan. Apakah pemerintah mampu membuktikan bahwa program sosial besar tidak harus identik dengan pemborosan? Apakah negara mampu menghadirkan layanan publik berkualitas dengan tata kelola yang cerdas?

        Jika jawabannya iya, maka pengurangan anggaran justru bisa menjadi kabar baik.

        Karena bangsa ini tidak membutuhkan program mahal yang terlihat besar di atas kertas tetapi lemah di lapangan. Bangsa ini membutuhkan program yang tepat sasaran, efisien, dan benar-benar memberi manfaat.

        MBG harus dipertahankan bukan karena nilai anggarannya, tetapi karena nilai manfaatnya.

        Sebab pada akhirnya, ukuran keberhasilan MBG bukan berapa triliun rupiah yang dibelanjakan, melainkan berapa juta anak Indonesia yang tumbuh lebih sehat, lebih cerdas, dan memiliki masa depan lebih baik.

        Itulah investasi sesungguhnya.

        Dan investasi terbaik sebuah negara memang selalu dimulai dari meja makan rakyatnya.

        Tags: MBGnilai manfaatpengurangan anggaran
        Share246Tweet154Share61
        • Trending
        • Comments
        • Latest
        Program Makan Bergizi Gratis: Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan dan Memberdayakan Tenaga Kerja Lokal

        Program Makan Bergizi Gratis: Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan dan Memberdayakan Tenaga Kerja Lokal

        November 11, 2025
        Program Makan Bergizi Gratis Gerakkan Ekonomi Petani, Nelayan, dan Peternak

        Program Makan Bergizi Gratis Gerakkan Ekonomi Petani, Nelayan, dan Peternak

        November 6, 2025
        MBG Libur Sekolah: Antara Efisiensi Anggaran dan Kondisi Pasar

        MBG Libur Sekolah: Antara Efisiensi Anggaran dan Kondisi Pasar

        June 30, 2026
        Kemendikdasmen Perkuat Data dan Infrastruktur Sekolah untuk Perluas Jangkauan Program MBG

        Kemendikdasmen Perkuat Data dan Infrastruktur Sekolah untuk Perluas Jangkauan Program MBG

        0

        Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

        0

        Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

        0
        Kemendikdasmen Perkuat Data dan Infrastruktur Sekolah untuk Perluas Jangkauan Program MBG

        Kemendikdasmen Perkuat Data dan Infrastruktur Sekolah untuk Perluas Jangkauan Program MBG

        July 31, 2026
        Kelompok Radikal Salahgunakan Tafsir Keagamaan Atasnamakan Islam

        Literasi dan Berpikir Kritis Jadi Kunci Lindungi Generasi Muda dari Ancaman Ekstremisme melalui Game Daring dan Grup Obrolan

        July 31, 2026
        Polda Metro Ajak Personel Waspadai Radikalisme Digital, Komitmen Kebangsaan Diperkuat

        Polda Metro Ajak Personel Waspadai Radikalisme Digital, Komitmen Kebangsaan Diperkuat

        July 31, 2026
        moderat.id

        Copyright © 2019

        Navigate Site

        • Privacy & Policy
        • Contact
        • About

        Follow Us

        No Result
        View All Result
        • Home
        • Entertainment/Lifestyle
        • Olahraga
        • Otomotif
        • Lifestyle
        • News
          • Internasional
          • Nasional
          • Politik
          • Ekonomi
        • Religi

        Copyright © 2019