• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Politik
  • Lifestyle
Membaca Gebrakan Pertama Kepala BGN: Langkah Tegas dan Masa Depan MBG

Membaca Gebrakan Pertama Kepala BGN: Langkah Tegas dan Masa Depan MBG

July 28, 2026
Emrus Sihombing: Tidak Ada Pelanggaran HAM Dalam Tes Wawasan Kebangsaan

Pakar Usul Perlu Terobosan Baru MBG, Dorong Pilot Project di Kantong Kemiskinan

September 11, 2026
MBG Jangan Hanya Bagi Makanan, DPR Dorong Jadi Mesin Pasar Peternak Rakyat

MBG Jangan Hanya Bagi Makanan, DPR Dorong Jadi Mesin Pasar Peternak Rakyat

September 11, 2026
Mahasiswa UM Lakukan Pemantapan Praktik Moderasi Beragama di Desa Wirotaman

Mahasiswa UM Lakukan Pemantapan Praktik Moderasi Beragama di Desa Wirotaman

September 11, 2026
Polisi, FKUB, dan Kampus Bersatu Jaga Maluku dari Penyebaran Radikalisme dan Intoleransi di Ruang Digital

Polisi, FKUB, dan Kampus Bersatu Jaga Maluku dari Penyebaran Radikalisme dan Intoleransi di Ruang Digital

September 11, 2026
Pelajar di Sidoarjo Diajak Berperan Aktif dan Berani Bersuara dalam Mencegah Bullying dan Radikalisme

Pelajar di Sidoarjo Diajak Berperan Aktif dan Berani Bersuara dalam Mencegah Bullying dan Radikalisme

September 11, 2026
Forum LIntas Agama Bekasi Tegaskan Komitmen Toleransi Tak Sekadar Jargon

Forum LIntas Agama Bekasi Tegaskan Komitmen Toleransi Tak Sekadar Jargon

September 9, 2026
Perkuat Benteng Masyarakat di Era Medsos, Pemkot Pontianak Perkuat Literasi Digital dan Moderasi Beragama

Perkuat Benteng Masyarakat di Era Medsos, Pemkot Pontianak Perkuat Literasi Digital dan Moderasi Beragama

September 9, 2026
Literasi Digital Terhadap Generasi Muda Langkah Penting Cegah Penyebaran Radikalisme

Literasi Digital Terhadap Generasi Muda Langkah Penting Cegah Penyebaran Radikalisme

September 9, 2026
Guru BK Berperan Penting Cegah Intoleransi dan Radikalisme di Sekolah

Guru BK Berperan Penting Cegah Intoleransi dan Radikalisme di Sekolah

September 9, 2026
Maulid Ikawangi Bogor Jadi Ruang Merawat Persaudaraan dan Tradisi Banyuwangi Endog-Endogan

Maulid Ikawangi Bogor Jadi Ruang Merawat Persaudaraan dan Tradisi Banyuwangi Endog-Endogan

September 5, 2026
Cegah Intoleransi Sejak Bangku Madrasah, Siswa MTsN 2 Medan Didorong Perkuat Nalar Kritis

Cegah Intoleransi Sejak Bangku Madrasah, Siswa MTsN 2 Medan Didorong Perkuat Nalar Kritis

September 5, 2026
Kapolda Jambi Dorong BAMAG LKK Perkuat Komunikasi Lintas Gereja untuk Jaga Kamtibmas

Kapolda Jambi Dorong BAMAG LKK Perkuat Komunikasi Lintas Gereja untuk Jaga Kamtibmas

September 5, 2026
moderat.id
  • Home
  • News
    • All
    • Daerah
    • Ekonomi
    • Internasional
    • Nasional
    • Politik
    Emrus Sihombing: Tidak Ada Pelanggaran HAM Dalam Tes Wawasan Kebangsaan

    Pakar Usul Perlu Terobosan Baru MBG, Dorong Pilot Project di Kantong Kemiskinan

    MBG Jangan Hanya Bagi Makanan, DPR Dorong Jadi Mesin Pasar Peternak Rakyat

    MBG Jangan Hanya Bagi Makanan, DPR Dorong Jadi Mesin Pasar Peternak Rakyat

    Mahasiswa UM Lakukan Pemantapan Praktik Moderasi Beragama di Desa Wirotaman

    Mahasiswa UM Lakukan Pemantapan Praktik Moderasi Beragama di Desa Wirotaman

    Polisi, FKUB, dan Kampus Bersatu Jaga Maluku dari Penyebaran Radikalisme dan Intoleransi di Ruang Digital

    Polisi, FKUB, dan Kampus Bersatu Jaga Maluku dari Penyebaran Radikalisme dan Intoleransi di Ruang Digital

    Pelajar di Sidoarjo Diajak Berperan Aktif dan Berani Bersuara dalam Mencegah Bullying dan Radikalisme

    Pelajar di Sidoarjo Diajak Berperan Aktif dan Berani Bersuara dalam Mencegah Bullying dan Radikalisme

    Forum LIntas Agama Bekasi Tegaskan Komitmen Toleransi Tak Sekadar Jargon

    Forum LIntas Agama Bekasi Tegaskan Komitmen Toleransi Tak Sekadar Jargon

    Perkuat Benteng Masyarakat di Era Medsos, Pemkot Pontianak Perkuat Literasi Digital dan Moderasi Beragama

    Perkuat Benteng Masyarakat di Era Medsos, Pemkot Pontianak Perkuat Literasi Digital dan Moderasi Beragama

    Literasi Digital Terhadap Generasi Muda Langkah Penting Cegah Penyebaran Radikalisme

    Literasi Digital Terhadap Generasi Muda Langkah Penting Cegah Penyebaran Radikalisme

    Guru BK Berperan Penting Cegah Intoleransi dan Radikalisme di Sekolah

    Guru BK Berperan Penting Cegah Intoleransi dan Radikalisme di Sekolah

    Trending Tags

    • Religi
      Menag Nasaruddin: Meneladani Nabi Juga Berarti Menjaga Alam

      Menag Nasaruddin: Meneladani Nabi Juga Berarti Menjaga Alam

      Maulid Nabi 1448 H, Menag Ajak Umat Teladani Rasulullah dalam Merawat Toleransi

      Maulid Nabi 1448 H, Menag Ajak Umat Teladani Rasulullah dalam Merawat Toleransi

      Ditjen Bimas Hindu Angkat Filosofi Lawar sebagai Simbol Persatuan dalam Keberagaman

      Ditjen Bimas Hindu Angkat Filosofi Lawar sebagai Simbol Persatuan dalam Keberagaman

      Kemenag Papua: Semangat Galungan Perkuat Toleransi, Harmoni Sosial, dan Bijak Bermedia Digital

      Kemenag Papua: Semangat Galungan Perkuat Toleransi, Harmoni Sosial, dan Bijak Bermedia Digital

      Penyuluh Agama Didorong Aktif Sebarkan Moderasi di Ruang Digital

      Penyuluh Agama Didorong Aktif Sebarkan Moderasi di Ruang Digital

      Potret Harmoni di Banyuwangi, Banser Bantu Amankan Perayaan Galungan-Kuningan

      Potret Harmoni di Banyuwangi, Banser Bantu Amankan Perayaan Galungan-Kuningan

      Sambut 1 Muharram, Wali Kota Bogor Tekankan Pentingnya Menjaga Toleransi di Tengah Keberagaman

      Sambut 1 Muharram, Wali Kota Bogor Tekankan Pentingnya Menjaga Toleransi di Tengah Keberagaman

      Imam Masjid Berperan Penting Menjaga Islam Moderat dan Perdamaian

      Imam Masjid Berperan Penting Menjaga Islam Moderat dan Perdamaian

      Kelenteng Kong Miao Litang Tak Hanya Tempat Ibadah, Tapi Simbol Keberagaman dan Toleransi

      Kelenteng Kong Miao Litang Tak Hanya Tempat Ibadah, Tapi Simbol Keberagaman dan Toleransi

    • Olahraga
      • All
      • Beladiri
      • Bola
      • Otomotif
      • Raket
      Bezzecchi Rebut Pole MotoGP Aragon 2026, Marc-Alex Marquez di Baris Terdepan

      Bezzecchi Rebut Pole MotoGP Aragon 2026, Marc-Alex Marquez di Baris Terdepan

      Disiapkan Jadi Pengganti Mo Salah, Liverpool Tebus Barcola dari PSG Rp 2,9 Triliun

      Disiapkan Jadi Pengganti Mo Salah, Liverpool Tebus Barcola dari PSG Rp 2,9 Triliun

      Rodri Resmi Gabung Barcelona, Dikontrak hingga 2030

      Rodri Resmi Gabung Barcelona, Dikontrak hingga 2030

      Nikahi Wanita Keturunan Maroko-Lebanon, Roberto Carlos Mualaf?

      Nikahi Wanita Keturunan Maroko-Lebanon, Roberto Carlos Mualaf?

      Cincin di Jari Ronaldo Bikin Heboh, CR7 dan Georgina Disebut Menikah Privat

      Cincin di Jari Ronaldo Bikin Heboh, CR7 dan Georgina Disebut Menikah Privat

      Ayah Lionel Messi, Jorge Messi, Meninggal Dunia di Usia 68 Tahun

      Ayah Lionel Messi, Jorge Messi, Meninggal Dunia di Usia 68 Tahun

      Raul Fernandez Tak Terbendung, Menangi MotoGP Inggris 2026 di Silverstone

      Raul Fernandez Tak Terbendung, Menangi MotoGP Inggris 2026 di Silverstone

      Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026, PSSI Siapkan Evaluasi Total Timnas Indonesia

      Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026, PSSI Siapkan Evaluasi Total Timnas Indonesia

      Luis Figo Desak Gianni Infantino Mundur dari Kursi Presiden FIFA

      Luis Figo Desak Gianni Infantino Mundur dari Kursi Presiden FIFA

    • Budaya
    • Lifestyle
      Roberto Carlos Bantah Jadi Mualaf, Ungkap Pernikahan Digelar dengan Dua Ritus

      Roberto Carlos Bantah Jadi Mualaf, Ungkap Pernikahan Digelar dengan Dua Ritus

      Nikahi Wanita Keturunan Maroko-Lebanon, Roberto Carlos Mualaf?

      Nikahi Wanita Keturunan Maroko-Lebanon, Roberto Carlos Mualaf?

      Denada Buka Suara, Akui Ressa Anak Kandung dan Sampaikan Permohonan Maaf

      Denada Buka Suara, Akui Ressa Anak Kandung dan Sampaikan Permohonan Maaf

      Ridwan Kamil Sampaikan Klarifikasi Publik Usai Resmi Cerai dari Atalia

      Ridwan Kamil Sampaikan Klarifikasi Publik Usai Resmi Cerai dari Atalia

      Sir David Beckham Resmi Dianugerahi Gelar Ksatria oleh Raja Charles III

      Sir David Beckham Resmi Dianugerahi Gelar Ksatria oleh Raja Charles III

      David Beckham: Dari Lapangan Hijau ke Kerajaan Bisnis Bernilai Triliunan

      David Beckham: Dari Lapangan Hijau ke Kerajaan Bisnis Bernilai Triliunan

      Artis Onadio Leonardo Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba, Ditemukan Ganja Saat Penggeledahan

      Artis Onadio Leonardo Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba, Ditemukan Ganja Saat Penggeledahan

      8 Tahun Terlihat Harmonis, Raisa Gugat Cerai Hamish Daud

      8 Tahun Terlihat Harmonis, Raisa Gugat Cerai Hamish Daud

      Mantap Dalami Islam, Celine Evangelista: “Perubahan Ini Lahir dari Hati yang Tenang”

      Mantap Dalami Islam, Celine Evangelista: “Perubahan Ini Lahir dari Hati yang Tenang”

      Trending Tags

      • Opini
        MBG dan Gempa NTT: Langkah Nyata untuk Korban Bencana

        MBG dan Gempa NTT: Langkah Nyata untuk Korban Bencana

        Dampak Ekonomi MBG di Bawah Kendali Pimpinan BGN Baru

        Dampak Ekonomi MBG di Bawah Kendali Pimpinan BGN Baru

        Hantu Keracunan Kembali Hadir Saat MBG Pasca Libur Sekolah: Menunggu Janji Zero Tolerance BGN

        Hantu Keracunan Kembali Hadir Saat MBG Pasca Libur Sekolah: Menunggu Janji Zero Tolerance BGN

        Mencari Formula Ideal Program MBG: SPPG, Kantin Sekolah, Posyandu, dan Pesantren

        Mencari Formula Ideal Program MBG: SPPG, Kantin Sekolah, Posyandu, dan Pesantren

        Membaca Gebrakan Pertama Kepala BGN: Langkah Tegas dan Masa Depan MBG

        Membaca Gebrakan Pertama Kepala BGN: Langkah Tegas dan Masa Depan MBG

        Menunggu Sepak Terjang Sudaryono dalam Meluruskan Jalan Program MBG

        Menunggu Sepak Terjang Sudaryono dalam Meluruskan Jalan Program MBG

        Kepala BGN Nanik S. Deyang Mundur: Ada Apa? Berdampakkah pada Reformasi MBG?

        Kepala BGN Nanik S. Deyang Mundur: Ada Apa? Berdampakkah pada Reformasi MBG?

        Seminggu MBG Kembali Bergulir Pasca Libur Sekolah: Harapan Baru Tata Kelola Menuju Zero Risk

        Seminggu MBG Kembali Bergulir Pasca Libur Sekolah: Harapan Baru Tata Kelola Menuju Zero Risk

        MBG: SPPG atau Kantin Sekolah, Bagaimana Mekanisme Agar Gizi Terpenuhi dan Aman dari Risiko

        MBG: SPPG atau Kantin Sekolah, Bagaimana Mekanisme Agar Gizi Terpenuhi dan Aman dari Risiko

        Trending Tags

        No Result
        View All Result
        moderat.id
        No Result
        View All Result
        Home Opini

        Membaca Gebrakan Pertama Kepala BGN: Langkah Tegas dan Masa Depan MBG

        by admin
        July 28, 2026
        in Opini
        0
        Membaca Gebrakan Pertama Kepala BGN: Langkah Tegas dan Masa Depan MBG
        549
        SHARES
        1.6k
        VIEWS
        Share on FacebookShare on Twitter

        Oleh: Agus Wibowo

        Pergantian kepemimpinan dalam sebuah lembaga negara hampir selalu melahirkan satu pertanyaan yang sama: apakah pemimpin baru akan sekadar melanjutkan program yang sudah berjalan, atau berani melakukan koreksi terhadap berbagai kelemahan yang diwarisi? Pertanyaan itu kini mengemuka setelah Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mulai memperlihatkan serangkaian kebijakan pada pekan-pekan awal kepemimpinannya.

        Dalam waktu relatif singkat, publik menyaksikan beberapa keputusan yang cukup tegas. Ratusan pegawai non-ASN diberhentikan karena persoalan disiplin dan dugaan penyimpangan. Sebanyak 833 dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan operasionalnya secara permanen akibat pelanggaran standar higienitas, mutu makanan, maupun kasus keracunan. Seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga dilarang menggunakan barang-barang bersubsidi seperti Minyakita, elpiji 3 kilogram, dan beras SPHP. Pada saat yang sama, BGN mengumumkan digitalisasi sistem pengawasan sehingga orang tua nantinya dapat memantau menu serta kandungan gizi makanan yang diterima anak setiap hari.

        Jika dilihat secara terpisah, kebijakan-kebijakan tersebut tampak sebagai langkah administratif biasa. Namun apabila dirangkai menjadi satu kesatuan, tampak bahwa BGN sedang berusaha membangun fondasi baru: memperbaiki tata kelola sebelum memperluas skala program.

        Pilihan itu menarik. Selama ini, ukuran keberhasilan MBG lebih banyak dilihat dari angka: berapa juta penerima manfaat, berapa ribu dapur yang beroperasi, berapa sekolah yang telah dilayani, atau berapa besar anggaran yang telah diserap. Padahal, program sebesar MBG tidak cukup diukur dari kuantitas. Program ini menyangkut kesehatan jutaan anak, kepercayaan publik, serta penggunaan anggaran negara dalam jumlah sangat besar. Kualitas tata kelola menjadi sama pentingnya dengan perluasan cakupan. Di sinilah arti penting gebrakan awal tersebut.

        Menggeser Paradigma

        Menutup ratusan dapur tentu bukan keputusan yang populer. Di balik satu dapur terdapat tenaga kerja, pemasok bahan pangan, dan penerima manfaat yang harus segera dialihkan ke dapur lain. Keputusan seperti ini mengandung risiko politik sekaligus administratif. Namun justru di situlah pesan yang ingin dibangun.

        BGN tampaknya ingin menunjukkan bahwa standar pelayanan tidak boleh dikompromikan. Dapur yang menghasilkan makanan tidak higienis atau berpotensi membahayakan kesehatan anak tidak dapat ditoleransi hanya karena mengejar target jumlah penerima manfaat.

        Dalam manajemen sektor publik, langkah seperti ini dikenal sebagai quality over quantity. Sebuah program nasional hanya akan bertahan apabila kualitas layanan dijaga secara konsisten. Tanpa standar mutu yang tegas, ekspansi justru berpotensi memperbesar masalah.

        Lebih jauh lagi, penutupan dapur yang melanggar juga mengirim sinyal kepada seluruh pengelola SPPG bahwa kontrak kerja sama bukanlah jaminan permanen. Kinerja dan kepatuhan menjadi ukuran utama.

        Menolak Mentalitas Subsidi

        Kebijakan lain yang menarik adalah larangan menggunakan komoditas bersubsidi untuk memasak MBG. Sekilas, kebijakan ini tampak sederhana. Namun sesungguhnya ia menyentuh persoalan tata kelola yang lebih mendasar.

        Subsidi diberikan negara untuk kelompok masyarakat tertentu agar mampu memenuhi kebutuhan pokok. Apabila barang bersubsidi justru digunakan untuk mendukung operasional proyek pemerintah, maka terjadi pergeseran tujuan kebijakan.

        Karena itu, larangan menggunakan Minyakita, elpiji tiga kilogram, maupun beras SPHP bukan sekadar soal administrasi. Kebijakan tersebut mempertegas batas antara perlindungan sosial dan belanja program pemerintah.

        Pada saat yang sama, BGN justru meminta seluruh dapur membeli bahan pangan sesuai Harga Acuan Pemerintah (HAP), bahkan ketika harga pasar sedang turun. Langkah ini memiliki dimensi ekonomi yang menarik.

        Selama ini negara lebih sering berperan menjaga harga ketika harga pangan naik agar konsumen tidak dirugikan. Dalam MBG, pemerintah justru berupaya menjaga agar harga di tingkat petani dan peternak tidak jatuh terlalu rendah.

        Artinya, MBG mulai diposisikan bukan hanya sebagai program gizi, tetapi juga instrumen stabilisasi ekonomi pedesaan. Jika dijalankan secara konsisten, kebijakan tersebut berpotensi menciptakan pasar yang lebih pasti bagi petani, peternak, nelayan, dan pelaku UMKM pangan lokal.

        Transparansi sebagai Investasi Kepercayaan

        Gebrakan lain yang patut dicermati adalah rencana digitalisasi penuh. Selama ini, kritik terhadap MBG sering kali muncul karena sulitnya memperoleh informasi mengenai menu, kualitas makanan, maupun distribusi layanan. Orang tua sering hanya mengetahui bahwa anak menerima makanan, tetapi tidak mengetahui apa yang dimakan dan apakah kandungan gizinya sesuai standar.

        Digitalisasi berpotensi mengubah hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Apabila orang tua dapat melihat menu harian, kandungan gizi, lokasi dapur, hingga informasi distribusi secara langsung, maka pengawasan tidak lagi hanya berada di tangan birokrasi. Publik ikut menjadi bagian dari sistem kontrol.

        Dalam perspektif tata kelola modern, transparansi bukan sekadar kewajiban administratif. Transparansi adalah investasi untuk membangun kepercayaan. Semakin terbuka sebuah program, semakin kecil ruang bagi penyimpangan.

        Namun, keberanian mengambil keputusan bukan berarti tantangan telah selesai. Justru setelah berbagai langkah tegas diumumkan, ekspektasi publik terhadap BGN akan semakin tinggi.

        Publik akan menunggu apakah dapur pengganti benar-benar mampu memenuhi kebutuhan penerima manfaat. Apakah sistem digital dapat berjalan tanpa kendala. Apakah standar kualitas benar-benar diterapkan secara merata hingga daerah terpencil. Apakah pengawasan berlangsung konsisten, bukan hanya pada awal kepemimpinan.

        Lebih penting lagi, masyarakat akan melihat apakah ketegasan diterapkan secara adil kepada seluruh pihak tanpa membedakan daerah, mitra, ataupun kedekatan tertentu. Di sinilah konsistensi menjadi ujian utama.

        Sejarah menunjukkan bahwa banyak program pemerintah diawali dengan semangat reformasi, tetapi melemah ketika memasuki fase implementasi. Ketegasan pada awal kepemimpinan harus diikuti dengan sistem yang mampu menjaga kualitas tanpa bergantung pada figur pemimpin semata.

        Pada akhirnya, Program Makan Bergizi Gratis tidak boleh dipahami hanya sebagai program distribusi makanan. Program ini adalah investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Ia menyentuh persoalan gizi, kesehatan, pendidikan, produktivitas ekonomi, hingga pemerataan pembangunan.

        Karena itu, keberhasilannya tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran ataupun banyaknya dapur yang beroperasi, melainkan oleh kualitas tata kelola yang menopangnya.

        Langkah-langkah awal yang dilakukan Kepala BGN menunjukkan upaya membangun disiplin organisasi, memperkuat pengawasan, meningkatkan transparansi, dan memperbaiki akuntabilitas. Semua itu merupakan prasyarat penting agar program sebesar MBG memiliki daya tahan institusional.

        Tentu masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa seluruh pembenahan akan berhasil. Sebuah program nasional hanya dapat dinilai melalui konsistensi pelaksanaannya dalam jangka panjang.

        Namun satu hal sudah mulai terlihat: arah kebijakan yang dibangun bergerak dari sekadar mengejar kuantitas menuju penguatan kualitas tata kelola. Jika arah ini dipertahankan dan dibarengi evaluasi yang terbuka, kolaborasi lintas sektor, serta pengawasan publik yang aktif, maka MBG berpeluang berkembang bukan hanya sebagai program bantuan pangan, tetapi sebagai model kebijakan sosial yang akuntabel, berkelanjutan, dan mampu memperkuat fondasi pembangunan manusia Indonesia.

        Pada akhirnya, ukuran keberhasilan seorang kepala lembaga bukanlah seberapa banyak kebijakan yang diumumkan pada hari-hari pertama, melainkan seberapa konsisten ia memastikan setiap kebijakan tersebut bekerja bagi masyarakat. Dalam konteks MBG, keberanian mengambil langkah tegas adalah awal yang menjanjikan. Tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa ketegasan itu mampu diterjemahkan menjadi pelayanan yang berkualitas, perlindungan bagi penerima manfaat, kepastian bagi petani dan pelaku usaha pangan, serta kepercayaan publik yang terus tumbuh terhadap salah satu program sosial terbesar dalam sejarah Indonesia.

        Tags: gebrakan pertamalangkah tegasMBGsudaryono
        Share220Tweet137Share55
        • Trending
        • Comments
        • Latest
        Program Makan Bergizi Gratis: Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan dan Memberdayakan Tenaga Kerja Lokal

        Program Makan Bergizi Gratis: Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan dan Memberdayakan Tenaga Kerja Lokal

        November 11, 2025
        Program Makan Bergizi Gratis Gerakkan Ekonomi Petani, Nelayan, dan Peternak

        Program Makan Bergizi Gratis Gerakkan Ekonomi Petani, Nelayan, dan Peternak

        November 6, 2025
        MBG Libur Sekolah: Antara Efisiensi Anggaran dan Kondisi Pasar

        MBG Libur Sekolah: Antara Efisiensi Anggaran dan Kondisi Pasar

        June 30, 2026
        Emrus Sihombing: Tidak Ada Pelanggaran HAM Dalam Tes Wawasan Kebangsaan

        Pakar Usul Perlu Terobosan Baru MBG, Dorong Pilot Project di Kantong Kemiskinan

        0

        Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

        0

        Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

        0
        Emrus Sihombing: Tidak Ada Pelanggaran HAM Dalam Tes Wawasan Kebangsaan

        Pakar Usul Perlu Terobosan Baru MBG, Dorong Pilot Project di Kantong Kemiskinan

        September 11, 2026
        MBG Jangan Hanya Bagi Makanan, DPR Dorong Jadi Mesin Pasar Peternak Rakyat

        MBG Jangan Hanya Bagi Makanan, DPR Dorong Jadi Mesin Pasar Peternak Rakyat

        September 11, 2026
        Mahasiswa UM Lakukan Pemantapan Praktik Moderasi Beragama di Desa Wirotaman

        Mahasiswa UM Lakukan Pemantapan Praktik Moderasi Beragama di Desa Wirotaman

        September 11, 2026
        moderat.id

        Copyright © 2019

        Navigate Site

        • Privacy & Policy
        • Contact
        • About

        Follow Us

        No Result
        View All Result
        • Home
        • Entertainment/Lifestyle
        • Olahraga
        • Otomotif
        • Lifestyle
        • News
          • Internasional
          • Nasional
          • Politik
          • Ekonomi
        • Religi

        Copyright © 2019