• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Politik
  • Lifestyle
Dampak Ekonomi MBG di Bawah Kendali Pimpinan BGN Baru

Dampak Ekonomi MBG di Bawah Kendali Pimpinan BGN Baru

August 10, 2026
Guru Besar IPB: Bahan Lokal Bisa Bikin Menu MBG Lebih Efisien

Guru Besar IPB: Bahan Lokal Bisa Bikin Menu MBG Lebih Efisien

August 10, 2026
Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026, PSSI Siapkan Evaluasi Total Timnas Indonesia

Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026, PSSI Siapkan Evaluasi Total Timnas Indonesia

August 10, 2026
Radikalisme Tak Hanya Berkaitan Satu Agama, Tapi Bisa Gerogoti Agama Lain

Antisipasi Demo di Jakarta, Pengamat Dorong Sinergi Intelijen dan Komunikasi Publik

August 10, 2026
Perkaya Wawasan Kebangsaan Untuk Daya Tangkal Dari Ideologi Transnasional

Alisa Wahid: Magelang Bisa Jadi Model Kerukunan Beragama di Indonesia

August 10, 2026
Stigma atau Realita? Menguji Tudingan Korupsi pada MBG

BGN Perketat Keamanan MBG, 27.489 Dapur Dipantau Lewat Sistem Monitoring

August 10, 2026
Pageu Gampong hingga Kontrol Sosial, Kearifan Aceh Dinilai Bisa Cegah Radikalisme

Pageu Gampong hingga Kontrol Sosial, Kearifan Aceh Dinilai Bisa Cegah Radikalisme

August 10, 2026
ISIS Masih Jadi Ancaman, Dua Anggota Diduga Hendak Pasang Bom di Damaskus Ditembak Mati

ISIS Masih Jadi Ancaman, Dua Anggota Diduga Hendak Pasang Bom di Damaskus Ditembak Mati

August 10, 2026
Ponpes dengan Lebih dari 1.000 Santri Diizinkan Bangun Dapur MBG

Ponpes dengan Lebih dari 1.000 Santri Diizinkan Bangun Dapur MBG

August 7, 2026
Mantan Anggota JI Ingatkan Pentingnya Menghormati Jasa Pahlawan Lewat Pengibaran Bendera

Mantan Anggota JI Ingatkan Pentingnya Menghormati Jasa Pahlawan Lewat Pengibaran Bendera

August 7, 2026
Belajar Toleransi Tak Cukup di Kelas, Siswa SD di Banyumas Diajak Menjelajah Kampung Buddhis

Belajar Toleransi Tak Cukup di Kelas, Siswa SD di Banyumas Diajak Menjelajah Kampung Buddhis

August 7, 2026
BRIN Kembangkan Teknologi AI untuk Jaga Keamanan Makanan Program MBG

BRIN Kembangkan Teknologi AI untuk Jaga Keamanan Makanan Program MBG

August 7, 2026
Refleksi Kemerdekaan di Ponpes Bandar Lampung, Bahas Bahaya Propaganda Kekerasan di Dunia Maya

Refleksi Kemerdekaan di Ponpes Bandar Lampung, Bahas Bahaya Propaganda Kekerasan di Dunia Maya

August 7, 2026
moderat.id
  • Home
  • News
    • All
    • Daerah
    • Ekonomi
    • Internasional
    • Nasional
    • Politik
    Guru Besar IPB: Bahan Lokal Bisa Bikin Menu MBG Lebih Efisien

    Guru Besar IPB: Bahan Lokal Bisa Bikin Menu MBG Lebih Efisien

    Radikalisme Tak Hanya Berkaitan Satu Agama, Tapi Bisa Gerogoti Agama Lain

    Antisipasi Demo di Jakarta, Pengamat Dorong Sinergi Intelijen dan Komunikasi Publik

    Perkaya Wawasan Kebangsaan Untuk Daya Tangkal Dari Ideologi Transnasional

    Alisa Wahid: Magelang Bisa Jadi Model Kerukunan Beragama di Indonesia

    Stigma atau Realita? Menguji Tudingan Korupsi pada MBG

    BGN Perketat Keamanan MBG, 27.489 Dapur Dipantau Lewat Sistem Monitoring

    Pageu Gampong hingga Kontrol Sosial, Kearifan Aceh Dinilai Bisa Cegah Radikalisme

    Pageu Gampong hingga Kontrol Sosial, Kearifan Aceh Dinilai Bisa Cegah Radikalisme

    ISIS Masih Jadi Ancaman, Dua Anggota Diduga Hendak Pasang Bom di Damaskus Ditembak Mati

    ISIS Masih Jadi Ancaman, Dua Anggota Diduga Hendak Pasang Bom di Damaskus Ditembak Mati

    Ponpes dengan Lebih dari 1.000 Santri Diizinkan Bangun Dapur MBG

    Ponpes dengan Lebih dari 1.000 Santri Diizinkan Bangun Dapur MBG

    Mantan Anggota JI Ingatkan Pentingnya Menghormati Jasa Pahlawan Lewat Pengibaran Bendera

    Mantan Anggota JI Ingatkan Pentingnya Menghormati Jasa Pahlawan Lewat Pengibaran Bendera

    Belajar Toleransi Tak Cukup di Kelas, Siswa SD di Banyumas Diajak Menjelajah Kampung Buddhis

    Belajar Toleransi Tak Cukup di Kelas, Siswa SD di Banyumas Diajak Menjelajah Kampung Buddhis

    Trending Tags

    • Religi
      Ditjen Bimas Hindu Angkat Filosofi Lawar sebagai Simbol Persatuan dalam Keberagaman

      Ditjen Bimas Hindu Angkat Filosofi Lawar sebagai Simbol Persatuan dalam Keberagaman

      Kemenag Papua: Semangat Galungan Perkuat Toleransi, Harmoni Sosial, dan Bijak Bermedia Digital

      Kemenag Papua: Semangat Galungan Perkuat Toleransi, Harmoni Sosial, dan Bijak Bermedia Digital

      Penyuluh Agama Didorong Aktif Sebarkan Moderasi di Ruang Digital

      Penyuluh Agama Didorong Aktif Sebarkan Moderasi di Ruang Digital

      Potret Harmoni di Banyuwangi, Banser Bantu Amankan Perayaan Galungan-Kuningan

      Potret Harmoni di Banyuwangi, Banser Bantu Amankan Perayaan Galungan-Kuningan

      Sambut 1 Muharram, Wali Kota Bogor Tekankan Pentingnya Menjaga Toleransi di Tengah Keberagaman

      Sambut 1 Muharram, Wali Kota Bogor Tekankan Pentingnya Menjaga Toleransi di Tengah Keberagaman

      Imam Masjid Berperan Penting Menjaga Islam Moderat dan Perdamaian

      Imam Masjid Berperan Penting Menjaga Islam Moderat dan Perdamaian

      Kelenteng Kong Miao Litang Tak Hanya Tempat Ibadah, Tapi Simbol Keberagaman dan Toleransi

      Kelenteng Kong Miao Litang Tak Hanya Tempat Ibadah, Tapi Simbol Keberagaman dan Toleransi

      Festival Waisak 2026 Jadi Ruang Penguatan Toleransi dan Persatuan Lintas Umat Beragama

      Festival Waisak 2026 Jadi Ruang Penguatan Toleransi dan Persatuan Lintas Umat Beragama

      Waisak di Borobudur Buktikan Kerukunan Umat Beragama Indonesia Kian Kokoh

      Waisak di Borobudur Buktikan Kerukunan Umat Beragama Indonesia Kian Kokoh

    • Olahraga
      • All
      • Beladiri
      • Bola
      • Otomotif
      • Raket
      Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026, PSSI Siapkan Evaluasi Total Timnas Indonesia

      Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026, PSSI Siapkan Evaluasi Total Timnas Indonesia

      Luis Figo Desak Gianni Infantino Mundur dari Kursi Presiden FIFA

      Luis Figo Desak Gianni Infantino Mundur dari Kursi Presiden FIFA

      DIpermak Vietnam 0-3, Herdman Akui Timnas Indonesia Tampil Jelek

      DIpermak Vietnam 0-3, Herdman Akui Timnas Indonesia Tampil Jelek

      Jelang Hadapi Vietnam, Herdman Minta Timnas Indonesia Siap Hadapi Tekanan di Lapangan

      Jelang Hadapi Vietnam, Herdman Minta Timnas Indonesia Siap Hadapi Tekanan di Lapangan

      Mitchell Baker Hattrick, Timnas Indonesia Gilas Kamboja 5-1 di Laga Perdana Piala AFF

      Mitchell Baker Hattrick, Timnas Indonesia Gilas Kamboja 5-1 di Laga Perdana Piala AFF

      Menuju Piala Dunia 2030, Zidane, Klopp, dan Guardiola Dikaitkan dengan Kursi Pelatih Timnas Elite

      Menuju Piala Dunia 2030, Zidane, Klopp, dan Guardiola Dikaitkan dengan Kursi Pelatih Timnas Elite

      Juara Dunia 2026, Spanyol Gusur Argentina dari Puncak Ranking FIFA

      Juara Dunia 2026, Spanyol Gusur Argentina dari Puncak Ranking FIFA

      Gagal Pertahankan Gelar, Messi: Kami Sudah Memberikan Segalanya

      Gagal Pertahankan Gelar, Messi: Kami Sudah Memberikan Segalanya

      Spanyol Borong Penghargaan Individu Piala Dunia 2026, Rodri Dinobatkan Pemain Terbaik

      Spanyol Borong Penghargaan Individu Piala Dunia 2026, Rodri Dinobatkan Pemain Terbaik

    • Budaya
    • Lifestyle
      Denada Buka Suara, Akui Ressa Anak Kandung dan Sampaikan Permohonan Maaf

      Denada Buka Suara, Akui Ressa Anak Kandung dan Sampaikan Permohonan Maaf

      Ridwan Kamil Sampaikan Klarifikasi Publik Usai Resmi Cerai dari Atalia

      Ridwan Kamil Sampaikan Klarifikasi Publik Usai Resmi Cerai dari Atalia

      Sir David Beckham Resmi Dianugerahi Gelar Ksatria oleh Raja Charles III

      Sir David Beckham Resmi Dianugerahi Gelar Ksatria oleh Raja Charles III

      David Beckham: Dari Lapangan Hijau ke Kerajaan Bisnis Bernilai Triliunan

      David Beckham: Dari Lapangan Hijau ke Kerajaan Bisnis Bernilai Triliunan

      Artis Onadio Leonardo Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba, Ditemukan Ganja Saat Penggeledahan

      Artis Onadio Leonardo Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba, Ditemukan Ganja Saat Penggeledahan

      8 Tahun Terlihat Harmonis, Raisa Gugat Cerai Hamish Daud

      8 Tahun Terlihat Harmonis, Raisa Gugat Cerai Hamish Daud

      Mantap Dalami Islam, Celine Evangelista: “Perubahan Ini Lahir dari Hati yang Tenang”

      Mantap Dalami Islam, Celine Evangelista: “Perubahan Ini Lahir dari Hati yang Tenang”

      Napi Berisiko Tinggi, Ammar Zoni Dipindahkan ke Lapas Super Maksimum di Nusakambangan

      Napi Berisiko Tinggi, Ammar Zoni Dipindahkan ke Lapas Super Maksimum di Nusakambangan

      Ammar Zoni Ketahuan Edarkan Narkoba di Dalam Rutan, Dihukum Sel Isolasi 40 Hari

      Ammar Zoni Ketahuan Edarkan Narkoba di Dalam Rutan, Dihukum Sel Isolasi 40 Hari

      Trending Tags

      • Opini
        Dampak Ekonomi MBG di Bawah Kendali Pimpinan BGN Baru

        Dampak Ekonomi MBG di Bawah Kendali Pimpinan BGN Baru

        Hantu Keracunan Kembali Hadir Saat MBG Pasca Libur Sekolah: Menunggu Janji Zero Tolerance BGN

        Hantu Keracunan Kembali Hadir Saat MBG Pasca Libur Sekolah: Menunggu Janji Zero Tolerance BGN

        Mencari Formula Ideal Program MBG: SPPG, Kantin Sekolah, Posyandu, dan Pesantren

        Mencari Formula Ideal Program MBG: SPPG, Kantin Sekolah, Posyandu, dan Pesantren

        Membaca Gebrakan Pertama Kepala BGN: Langkah Tegas dan Masa Depan MBG

        Membaca Gebrakan Pertama Kepala BGN: Langkah Tegas dan Masa Depan MBG

        Menunggu Sepak Terjang Sudaryono dalam Meluruskan Jalan Program MBG

        Menunggu Sepak Terjang Sudaryono dalam Meluruskan Jalan Program MBG

        Kepala BGN Nanik S. Deyang Mundur: Ada Apa? Berdampakkah pada Reformasi MBG?

        Kepala BGN Nanik S. Deyang Mundur: Ada Apa? Berdampakkah pada Reformasi MBG?

        Seminggu MBG Kembali Bergulir Pasca Libur Sekolah: Harapan Baru Tata Kelola Menuju Zero Risk

        Seminggu MBG Kembali Bergulir Pasca Libur Sekolah: Harapan Baru Tata Kelola Menuju Zero Risk

        MBG: SPPG atau Kantin Sekolah, Bagaimana Mekanisme Agar Gizi Terpenuhi dan Aman dari Risiko

        MBG: SPPG atau Kantin Sekolah, Bagaimana Mekanisme Agar Gizi Terpenuhi dan Aman dari Risiko

        Hari Pertama MBG Pasca Libur Sekolah: Kangen Itu Terbayarkan

        Hari Pertama MBG Pasca Libur Sekolah: Kangen Itu Terbayarkan

        Trending Tags

        No Result
        View All Result
        moderat.id
        No Result
        View All Result
        Home Opini

        Dampak Ekonomi MBG di Bawah Kendali Pimpinan BGN Baru

        by admin
        August 10, 2026
        in Opini
        0
        Dampak Ekonomi MBG di Bawah Kendali Pimpinan BGN Baru
        501
        SHARES
        1.4k
        VIEWS
        Share on FacebookShare on Twitter

        Oleh: Ahmad Damar

        Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki fase yang semakin menentukan. Setelah melewati masa pembangunan infrastruktur, perluasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), penambahan penerima manfaat, sekaligus berbagai polemik mengenai tata kelola dan keamanan pangan, program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kini berhadapan dengan pertanyaan yang jauh lebih mendasar: ke mana sebenarnya aliran manfaat ekonomi dari belanja MBG?

        Pertanyaan itu menjadi semakin relevan setelah Sudaryono dilantik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada 22 Juli 2026. Dalam pernyataan awalnya, Sudaryono menegaskan bahwa MBG tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi daerah. Ia menyebut pemberdayaan petani, peternak, pelaku UMKM, dan rantai pasok pangan lokal sebagai bagian dari dampak yang hendak diperkuat.

        Pernyataan tersebut sebenarnya mengandung konsekuensi besar. Sebab, ketika negara mengeluarkan anggaran dalam skala sangat besar untuk menyediakan makanan bagi puluhan juta penerima manfaat, MBG bukan lagi sekadar kebijakan sosial. Ia telah berubah menjadi salah satu mesin permintaan pangan terbesar yang dimiliki negara. Di titik inilah kepemimpinan BGN baru akan diuji.

        Apakah MBG mampu menjadi pasar yang memberikan kepastian bagi petani? Apakah nelayan memperoleh pasar yang lebih stabil? Apakah peternak mendapatkan pembeli dengan harga yang lebih wajar? Apakah UMKM pangan benar-benar memperoleh ruang dalam rantai pasok? Dan yang tidak kalah penting, apakah uang negara berputar di desa dan daerah, atau justru sebagian besar kembali terkonsentrasi kepada pemasok besar dan jaringan distribusi yang sudah kuat?

        Pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak boleh dianggap sebagai isu tambahan. Justru di situlah ukuran keberhasilan ekonomi MBG seharusnya diletakkan.

        Dalam teori ekonomi sederhana, setiap program dengan belanja besar akan menciptakan permintaan. Ketika pemerintah membutuhkan telur dalam jumlah besar, ayam pedaging dalam volume besar, beras, sayuran, buah, ikan, susu, tahu, tempe, dan berbagai bahan pangan lainnya, maka kebutuhan tersebut menciptakan pasar baru. MBG dengan demikian memiliki efek yang jauh lebih luas daripada sekadar menyediakan satu porsi makanan kepada seorang anak.

        Satu porsi makanan berarti ada beras yang harus diproduksi petani. Ada telur yang harus dihasilkan peternak ayam petelur. Ada ayam yang dibesarkan peternak. Ada ikan yang ditangkap nelayan atau dipanen pembudidaya. Ada sayuran yang ditanam petani. Ada pedagang yang mengumpulkan produk. Ada kendaraan yang mengangkutnya. Ada pekerja yang mengolahnya. Ada UMKM yang mungkin memproduksi tahu, tempe, roti, atau produk pangan lainnya.

        Artinya, satu porsi MBG sesungguhnya memiliki rantai ekonomi yang panjang. Persoalannya, rantai tersebut tidak otomatis memberikan keuntungan yang adil kepada seluruh pelaku. Besarnya permintaan negara justru bisa menjadi pedang bermata dua.

        Jika dikelola dengan baik, MBG dapat menciptakan kepastian pasar, meningkatkan skala produksi, memperkuat pendapatan produsen pangan, menciptakan lapangan kerja, dan menghidupkan ekonomi daerah.

        Namun jika tata kelolanya buruk, peningkatan permintaan justru dapat menciptakan distorsi. Harga bahan pangan dapat terdorong naik, pemasok kecil dapat tersingkir karena kalah dalam kapasitas dan administrasi, sementara keuntungan terbesar justru dinikmati oleh pihak yang berada di tengah rantai distribusi.

        Karena itu, persoalan ekonomi MBG bukan hanya berapa banyak uang yang dibelanjakan. Pertanyaan yang lebih penting adalah bagaimana uang tersebut mengalir.

        Di bawah kepemimpinan BGN baru, MBG seharusnya mulai dilihat sebagai instrumen pembangunan pasar pangan nasional. Ini penting karena selama bertahun-tahun salah satu persoalan klasik pertanian Indonesia adalah ketidakpastian pasar. Petani mampu menghasilkan produk, tetapi tidak selalu memiliki kepastian siapa yang akan membeli hasil produksinya.

        Ketika panen raya terjadi, harga dapat turun. Ketika produksi berkurang, harga naik. Petani berada dalam posisi yang sering kali lemah karena produk pertanian mudah rusak dan tidak dapat disimpan terlalu lama.

        MBG berpotensi mengubah situasi tersebut. Jika kebutuhan bahan pangan SPPG dapat dipetakan secara rutin dan transparan, petani sebenarnya memperoleh informasi mengenai permintaan yang lebih pasti. Mereka dapat mengetahui berapa kebutuhan telur, beras, sayuran, buah, ayam, ikan, dan komoditas lainnya di wilayah tertentu. Di sinilah BGN perlu naik kelas.

        BGN jangan hanya menjadi pembeli bahan pangan. BGN harus menjadi pengelola ekosistem permintaan pangan. Perbedaannya sangat besar. Sebagai pembeli, BGN hanya memastikan dapur mendapatkan bahan makanan.

        Sebagai pengelola ekosistem permintaan, BGN harus memastikan kebutuhan dapur terhubung dengan kapasitas produksi daerah, petani memperoleh informasi permintaan, koperasi atau agregator membantu konsolidasi produk, standar mutu ditetapkan sejak awal, harga memiliki mekanisme yang transparan, dan pembayaran kepada pemasok berlangsung tepat waktu. Dengan pendekatan kedua, MBG dapat menjadi instrumen yang memperbaiki struktur pasar pangan.

        Salah satu risiko terbesar dari program pangan berskala besar adalah munculnya logika bahwa pemasok harus menyediakan barang dengan harga semurah mungkin.

        Sekilas hal tersebut terlihat menguntungkan negara. Semakin murah harga bahan baku, semakin besar jumlah makanan yang dapat diproduksi. Namun dalam jangka panjang, pendekatan semacam itu dapat merugikan produsen.

        Petani yang terus ditekan untuk menjual murah akan kesulitan meningkatkan kualitas produksi. Mereka juga tidak memiliki ruang cukup untuk melakukan investasi pada bibit, pupuk, teknologi, irigasi, mesin, maupun tenaga kerja. Karena itu, indikator keberhasilan MBG tidak boleh berhenti pada “harga pembelian murah”.Yang harus dilihat adalah apakah harga tersebut memungkinkan produsen tetap memperoleh margin yang sehat.

        Negara tidak boleh membangun program makan bergizi dengan cara membuat petani kehilangan keuntungan. MBG harus menciptakan hubungan yang saling menguntungkan. Anak mendapatkan makanan bergizi, negara memperoleh efisiensi anggaran, sementara petani dan pemasok mendapatkan pasar yang layak. Inilah prinsip dasar keberlanjutan.

        Masalah berikutnya adalah panjangnya rantai distribusi. Bayangkan seorang petani sayuran di sebuah desa harus menjual produknya melalui pengepul. Pengepul menjual kepada pedagang besar. Pedagang besar menjual kepada distributor. Distributor kemudian menjual kepada pemasok SPPG. Pada akhirnya, bahan pangan sampai di dapur dengan harga jauh lebih tinggi daripada harga yang diterima petani.

        Dalam situasi seperti itu, kenaikan belanja MBG belum tentu berarti peningkatan kesejahteraan petani. Uang negara tetap masuk ke sektor pertanian, tetapi nilai tambah terbesar justru dapat terkonsentrasi di tengah.

        Karena itu, BGN perlu mendorong sistem pengadaan yang memungkinkan petani, peternak, nelayan, koperasi, BUMDes, dan UMKM menjadi pemasok langsung atau pemasok teragregasi.

        BGN sendiri telah menegaskan bahwa SPPG harus melibatkan UMKM serta hasil pertanian, peternakan, dan perikanan lokal. Bahkan BGN pernah menyatakan SPPG tidak boleh menolak produk UMKM, petani, peternak, dan nelayan kecil secara semena-mena, melainkan perlu merangkul dan membina mereka agar menjadi pemasok.

        Namun kebijakan tertulis tidak cukup. Yang lebih penting adalah bagaimana pelaksanaannya di lapangan. Petani kecil sering kali tidak memiliki kemampuan administrasi yang sama dengan perusahaan pemasok besar. Mereka mungkin tidak memiliki badan usaha, sistem pencatatan, rekening perusahaan, kendaraan distribusi, fasilitas penyimpanan, maupun kemampuan memenuhi kontrak dalam volume besar.

        Di sinilah koperasi dan BUMDes memiliki peran penting. Koperasi dapat mengagregasi hasil petani. BUMDes dapat menjadi simpul distribusi. Kelompok tani dapat mengonsolidasikan produksi. Dengan begitu, petani tidak harus berhadapan langsung dengan birokrasi pengadaan dalam kapasitas individual.

        Perhatian terhadap rantai pasok MBG juga harus diperluas ke sektor perikanan. Indonesia adalah negara kepulauan dengan sumber protein ikan yang sangat besar. Namun memasukkan ikan ke dalam rantai pasok program nasional bukan persoalan sederhana.

        Ikan memiliki karakteristik yang berbeda dengan beras atau telur. Produk perikanan membutuhkan penanganan pascapanen, penyimpanan, transportasi, dan standar keamanan pangan yang lebih ketat.

        Karena itu, jika BGN ingin meningkatkan penggunaan ikan lokal dalam MBG, kebijakan tersebut harus diikuti pembangunan rantai dingin dan sistem logistik yang memadai.

        Tanpa itu, nelayan dapat tetap menjadi produsen yang berada di ujung rantai dengan posisi tawar rendah.

        Bayangkan apabila kebutuhan ikan untuk ribuan SPPG meningkat, tetapi nelayan tidak memiliki fasilitas penyimpanan. Mereka tetap harus menjual ikan segera setelah melaut. Kondisi tersebut membuat pedagang perantara memiliki posisi tawar lebih besar.

        Maka manfaat ekonomi MBG bagi nelayan akan sangat bergantung pada kemampuan negara membangun infrastruktur pendukung.

        Dalam konteks ini, MBG seharusnya tidak berdiri sendiri. Ia harus terhubung dengan kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan, koperasi nelayan, pemerintah daerah, serta sistem distribusi pangan.

        Program makan bergizi dapat menjadi pasar. Tetapi agar pasar tersebut benar-benar mengangkat nelayan, negara harus memastikan nelayan memiliki kemampuan memasuki pasar itu.

        Pergantian pimpinan BGN menghadirkan kesempatan untuk melakukan konsolidasi. Sudaryono memiliki latar belakang yang dekat dengan isu pertanian dan pangan. Sebelum menjadi Kepala BGN, ia menjabat Wakil Menteri Pertanian. Dalam konteks MBG, pengalaman tersebut dapat menjadi modal untuk memperkuat hubungan antara kebutuhan dapur dengan produksi pangan nasional. Pemerintah juga sebelumnya menekankan bahwa MBG harus memberikan manfaat bagi petani, peternak, dan nelayan serta memperkuat rantai pasok pangan.

        Tetapi justru karena itu ekspektasi terhadap kepemimpinan baru menjadi lebih tinggi. BGN harus mampu menerjemahkan konsep besar tersebut menjadi mekanisme yang konkret.

        Tidak cukup mengatakan “utamakan produk lokal”. Harus ada jawaban terhadap pertanyaan: lokal yang mana? Siapa pemasoknya? Berapa kapasitas produksinya? Berapa kebutuhan SPPG? Berapa harga yang wajar? dan lain-lain.

        Salah satu kelemahan dalam sistem pangan Indonesia adalah ketidakseimbangan informasi. Petani sering tidak mengetahui kebutuhan pasar secara pasti. Sementara pembeli juga tidak selalu mengetahui kapasitas produksi petani. MBG sebenarnya dapat menjadi momentum untuk membangun sistem informasi pangan yang lebih modern.

        BGN memiliki data mengenai jumlah penerima manfaat dan kebutuhan menu. Kementerian Pertanian memiliki data produksi. Kementerian Kelautan dan Perikanan memiliki data perikanan. Pemerintah daerah memiliki data komoditas unggulan. Koperasi dan BUMDes memiliki jaringan produsen lokal. Jika data tersebut diintegrasikan, pemerintah dapat membuat peta kebutuhan pangan berbasis wilayah.

        Misalnya, suatu kabupaten membutuhkan sekian ton telur per bulan untuk memasok SPPG. Data itu dapat dibandingkan dengan kapasitas peternak lokal. Jika produksi lokal mencukupi, prioritas diberikan kepada pemasok lokal. Jika kurang, pemerintah dapat mengetahui kekurangannya dan mendorong peningkatan produksi.

        Dengan demikian, MBG tidak lagi sekadar “mencari bahan makanan setiap hari”, tetapi menjadi sistem perencanaan permintaan pangan. Inilah salah satu peluang terbesar kepemimpinan BGN baru.

        Tags: BGN barudampak ekonomiMBGsudaryono
        Share200Tweet125Share50
        • Trending
        • Comments
        • Latest
        Program Makan Bergizi Gratis: Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan dan Memberdayakan Tenaga Kerja Lokal

        Program Makan Bergizi Gratis: Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan dan Memberdayakan Tenaga Kerja Lokal

        November 11, 2025
        Program Makan Bergizi Gratis Gerakkan Ekonomi Petani, Nelayan, dan Peternak

        Program Makan Bergizi Gratis Gerakkan Ekonomi Petani, Nelayan, dan Peternak

        November 6, 2025
        MBG Libur Sekolah: Antara Efisiensi Anggaran dan Kondisi Pasar

        MBG Libur Sekolah: Antara Efisiensi Anggaran dan Kondisi Pasar

        June 30, 2026
        Guru Besar IPB: Bahan Lokal Bisa Bikin Menu MBG Lebih Efisien

        Guru Besar IPB: Bahan Lokal Bisa Bikin Menu MBG Lebih Efisien

        0

        Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

        0

        Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

        0
        Guru Besar IPB: Bahan Lokal Bisa Bikin Menu MBG Lebih Efisien

        Guru Besar IPB: Bahan Lokal Bisa Bikin Menu MBG Lebih Efisien

        August 10, 2026
        Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026, PSSI Siapkan Evaluasi Total Timnas Indonesia

        Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026, PSSI Siapkan Evaluasi Total Timnas Indonesia

        August 10, 2026
        Dampak Ekonomi MBG di Bawah Kendali Pimpinan BGN Baru

        Dampak Ekonomi MBG di Bawah Kendali Pimpinan BGN Baru

        August 10, 2026
        moderat.id

        Copyright © 2019

        Navigate Site

        • Privacy & Policy
        • Contact
        • About

        Follow Us

        No Result
        View All Result
        • Home
        • Entertainment/Lifestyle
        • Olahraga
        • Otomotif
        • Lifestyle
        • News
          • Internasional
          • Nasional
          • Politik
          • Ekonomi
        • Religi

        Copyright © 2019