Jakarta – Guru bukan hanya pengajar di ruang kelas. Sebagai role model, guru juga memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan hidup sehat peserta didik. Karena itu, kesehatan dan status gizi guru menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat. Menyadari pentingnya hal tersebut, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (FIKES) UHAMKA bersama SEAMEO-RECFON turut mendorong penerapan program Nutrition Goes to Work (NGTW) di SDN Pondok Pinang 01 Jakarta. Program ini diarahkan untuk membangun kesadaran dan praktik hidup sehat di lingkungan kerja sekolah, khususnya bagi guru dan tenaga kependidikan.
Kegiatan pendampingan dilaksanakan melalui rangkaian pemeriksaan kesehatan, penilaian asupan makanan, serta edukasi gizi seimbang. Pendekatan yang digunakan tidak hanya menekankan perubahan perilaku individu, tetapi juga mendorong terbentuknya budaya sekolah yang mendukung kesehatan atau healthy workplace. Salah satu pendekatan yang diperkenalkan adalah Panduan Gizi Seimbang Berbasis Pangan Lokal (PGS-PL). Konsep ini mengajak guru dan tenaga kependidikan menerapkan pola makan seimbang dengan memanfaatkan pangan yang tersedia di sekitar, terjangkau, dan sesuai dengan kebiasaan konsumsi masyarakat.
“Gizi seimbang tidak harus mahal. Dengan memanfaatkan pangan lokal yang tersedia dan mengatur komposisi makanan secara tepat, kebutuhan gizi dapat dipenuhi secara lebih realistis dalam kehidupan sehari-hari,” menjadi salah satu pesan utama dalam edukasi yang diberikan kepada para guru dan tenaga kependidikan. Materi edukasi disesuaikan dengan permasalahan gizi (problem nutrient) berdasarkan kelompok usia dan jenis kelamin. Pendekatan ini memungkinkan informasi yang diberikan menjadi lebih relevan dengan kebutuhan peserta.

Tidak berhenti pada edukasi, FIKES UHAMKA juga melakukan Focus Group Discussion (FGD) untuk menggali pengalaman dan berbagai tantangan yang dihadapi guru dalam menerapkan pola makan sehat, serta membuat komitmen bersama untuk melakukan perubahan. Diskusi ini menjadi ruang bagi peserta untuk menyampaikan kebiasaan, kendala, serta kebutuhan mereka dalam menerapkan prinsip PGS-PL di tengah aktivitas kerja sehari-hari.
Tim FIKES UHAMKA yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri atas dosen Program Studi Gizi Leni Sri Rahayu, S.KM., M.P.H. dan Nursyifa Rahma Maulida, S.Gz., M.Gizi., serta dosen Program Studi Kesehatan Masyarakat Elia Nur A’yunin, S.KM., M.K.M., bersama mahasiswa Program Studi Gizi FIKES UHAMKA. Kegiatan tersebut juga sejalan dengan program kerja SDN Pondok Pinang 01 Jakarta tahun 2026 dalam meningkatkan status gizi dan kesehatan guru serta tenaga kependidikan melalui pemantauan kesehatan secara berkala.
Melalui program NGTW dan penerapan PGS-PL, FIKES UHAMKA mendorong perubahan dari sekadar “tahu tentang gizi” menjadi “mampu menerapkan gizi seimbang”. Upaya ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesehatan guru dan tenaga kependidikan, tetapi juga menjadikan sekolah sebagai lingkungan yang mendukung perilaku hidup sehat. Sebab, guru yang sehat bukan hanya lebih siap mengajar, tetapi juga dapat menjadi teladan bagi lahirnya generasi yang lebih sehat.

























































