Lisbon – Legenda sepak bola Portugal, Luis Figo, melontarkan kritik keras terhadap Presiden FIFA, Gianni Infantino. Mantan bintang Barcelona, Real Madrid, dan Inter Milan itu bahkan secara terbuka meminta Infantino mengundurkan diri karena dinilai telah merusak integritas organisasi sepak bola dunia.
Gelombang kritik terhadap Infantino menguat setelah muncul rencana pembentukan FIFA Forward Enterprise, sebuah entitas yang dirancang untuk mengelola aspek komersial berbagai kompetisi FIFA. Gagasan tersebut memicu penolakan dari banyak anggota FIFA yang menilai proyek itu berpotensi menimbulkan persoalan tata kelola.
Meski rencana tersebut akhirnya dibatalkan, polemik yang muncul disebut telah menggerus kepercayaan terhadap kepemimpinan Infantino. Di tengah situasi itu, FIFA menggelar rapat darurat di Casablanca, Maroko.
Sejumlah pihak menilai pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya Infantino memperkuat dukungan politik menjelang Kongres FIFA 2027, saat pemilihan presiden FIFA berikutnya akan digelar. Bahkan, muncul laporan bahwa Maroko dijanjikan menjadi tuan rumah partai final Piala Dunia 2030, meski belum ada keputusan resmi terkait hal tersebut.
Di tengah memanasnya situasi internal FIFA, Figo menjadi salah satu tokoh sepak bola yang secara terbuka menyampaikan kecamannya melalui surat terbuka yang diunggah di akun Instagram pribadinya.
“Saya mencintai sepak bola sepanjang hidup saya. Saya bermain secara profesional selama 20 tahun dan selama itu saya bertemu banyak orang licik. Namun apa yang saya saksikan dalam 10 hari terakhir merupakan perilaku paling rendah, paling menipu, dan paling mementingkan diri sendiri yang pernah saya lihat,” tulis Figo.
Peraih Ballon d’Or 2000 itu menuduh Infantino telah mengkhianati amanah sebagai Presiden FIFA dengan mengutamakan kepentingan pribadi dibandingkan kepentingan sepak bola.
Menurut Figo, Infantino telah merendahkan martabat jabatan yang diembannya, kehilangan kepercayaan dari banyak pihak di lingkungan FIFA, termasuk sejumlah staf senior dan penasihat terdekatnya.
“Sudah terlambat untuk menyelamatkan harga dirinya, tetapi belum terlambat untuk menyelamatkan sepak bola. Dia harus pergi. Sekarang,” tegas Figo.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu kritik paling tajam yang disampaikan figur sepak bola ternama terhadap kepemimpinan Gianni Infantino dan diperkirakan akan menambah tekanan politik menjelang agenda pemilihan Presiden FIFA pada 2027.


























































