Jayapura – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua mengajak masyarakat menjadikan peringatan Hari Raya Galungan sebagai momentum untuk memperkuat toleransi, menjaga keharmonisan sosial, serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.
Pesan tersebut disampaikan kepada umat Hindu di Jayapura sebagai refleksi bahwa nilai-nilai keagamaan memiliki peran penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai di tengah keberagaman.
Pembimbing Masyarakat Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, I Wayan Wira Adnyana, menegaskan bahwa perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk membangun persatuan melalui nilai-nilai kemanusiaan.
Menurutnya, masyarakat dapat hidup berdampingan dengan saling menghormati dan bekerja sama meskipun memiliki latar belakang agama yang berbeda.
Ia juga mengajak umat Hindu memaknai Hari Raya Galungan bukan hanya sebagai ritual keagamaan, tetapi sebagai sarana memperkuat implementasi nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja, maupun masyarakat.
Sementara itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Papua, I Komang Alit Wardana, menjelaskan bahwa Galungan merupakan simbol kemenangan dharma atau kebenaran atas adharma atau keburukan. Nilai tersebut, menurutnya, harus diwujudkan melalui sikap yang mencerminkan kejujuran, kasih sayang, dan tanggung jawab sosial.
Ia menambahkan bahwa perayaan Galungan juga menjadi momentum refleksi spiritual untuk memperkuat sradha (keyakinan) dan bhakti (pengabdian) kepada Tuhan sekaligus meningkatkan kualitas moral dalam kehidupan bermasyarakat.
Di tengah pesatnya arus informasi digital, Alit mengingatkan pentingnya kemampuan memilah dan menyaring informasi secara bijaksana. Sikap kritis dan bertanggung jawab dalam menerima maupun menyebarkan informasi dinilai menjadi bagian dari pengamalan nilai-nilai keagamaan.
Menurutnya, pikiran yang dilandasi kebaikan akan melahirkan perkataan dan tindakan yang positif sehingga mampu menciptakan suasana damai dan menghindarkan masyarakat dari pengaruh yang dapat memecah persatuan.
Melalui semangat Hari Raya Galungan, Kementerian Agama Papua berharap nilai-nilai toleransi, kebajikan, dan kemanusiaan semakin mengakar dalam kehidupan masyarakat. Dengan demikian, keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia dapat terus menjadi kekuatan dalam membangun kehidupan yang harmonis, damai, dan saling menghormati.































































