MIAMI – Timnas Inggris menutup kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan meraih peringkat ketiga setelah mengalahkan Prancis 6-4 dalam pertandingan perebutan tempat ketiga yang berlangsung di Miami, Minggu (19/7) pagi WIB. Laga berlangsung dalam tempo tinggi dan menghasilkan 10 gol, menjadikannya salah satu pertandingan paling dramatis sepanjang turnamen.
Inggris langsung mengambil kendali sejak peluit awal dibunyikan. Baru tiga menit pertandingan berjalan, Declan Rice membawa The Three Lions unggul setelah merebut bola di lini tengah sebelum melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang gagal diantisipasi kiper Mike Maignan.
Dominasi Inggris terus berlanjut sepanjang babak pertama. Bukayo Saka menjadi bintang dengan mencetak dua gol dalam kurun 10 menit terakhir sebelum turun minum. Gol pertamanya lahir melalui kerja sama cepat dengan Marcus Rashford pada menit ke-37, sedangkan gol kedua dicetak pada masa injury time setelah menerima umpan Eberechi Eze dan melepaskan penyelesaian akurat ke pojok gawang.
Keunggulan empat gol tanpa balas membuat Prancis memasuki ruang ganti dengan tekanan besar. Catatan tersebut juga menjadi sejarah baru yang tidak diinginkan Les Bleus karena untuk pertama kalinya mereka kebobolan empat gol dalam satu babak pertandingan Piala Dunia.
Memasuki babak kedua, pelatih Didier Deschamps melakukan empat pergantian pemain sekaligus dengan memasukkan Dayot Upamecano, Lucas Digne, Bradley Barcola, dan Ousmane Dembele. Perubahan itu langsung memberikan dampak.
Kylian Mbappe memperkecil ketertinggalan pada menit ke-48 setelah memanfaatkan umpan Michael Olise. Enam menit kemudian, Bradley Barcola kembali membobol gawang Dean Henderson melalui penyelesaian di tiang dekat usai menerima umpan terobosan Mbappe.
Momentum Prancis semakin meningkat ketika Mbappe mencetak gol keduanya pada menit ke-66 melalui kombinasi satu-dua dengan Olise. Skor berubah menjadi 3-4 dan membuat pertandingan kembali terbuka.
Les Bleus terus menggempur pertahanan Inggris demi mencari gol penyeimbang. Sejumlah peluang tercipta, termasuk kesempatan emas Michael Olise pada menit ke-81 yang masih melenceng dari sasaran.
Di tengah tekanan tersebut, Inggris justru memperoleh hadiah penalti setelah Djed Spence dilanggar di dalam kotak terlarang. Bukayo Saka yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dan mencatatkan hattrick sekaligus membawa Inggris unggul 5-3.
Prancis belum menyerah. Ousmane Dembele kembali memperkecil ketertinggalan pada masa injury time melalui aksi individu di sisi kiri pertahanan Inggris yang diakhiri sepakan ke tiang jauh.
Namun harapan Prancis untuk menyamakan kedudukan sirna sesaat kemudian. Jude Bellingham memastikan kemenangan Inggris melalui serangan balik cepat yang diakhiri penyelesaian dari jarak dekat, mengubah skor menjadi 6-4 hingga peluit panjang dibunyikan.
Seusai pertandingan, pelatih Prancis Didier Deschamps mengakui timnya tampil jauh di bawah harapan, khususnya pada babak pertama.
“Kami sempat tertinggal 0-4. Kami memainkan babak pertama yang memalukan,” ujar Deschamps.
Pelatih berusia 57 tahun itu menegaskan dirinya bertanggung jawab penuh atas hasil tersebut dan tidak menyalahkan para pemain.
“Itu kesalahan saya. Saya tidak melakukan apa yang seharusnya diperlukan pada babak pertama,” katanya.
Kemenangan ini memastikan Inggris mengakhiri Piala Dunia 2026 di posisi ketiga, sementara Prancis harus puas menempati peringkat keempat setelah gagal menutup turnamen dengan hasil positif meski sempat menunjukkan kebangkitan impresif pada babak kedua.
































































