Jakarta – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I mulai memperluas lini bisnisnya ke sektor peternakan melalui pembangunan kawasan peternakan ayam petelur terintegrasi di Bone, Sulawesi Selatan. Proyek ini diproyeksikan menjadi salah satu penopang pasokan telur nasional sekaligus mendukung kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi diversifikasi usaha perusahaan pelat merah yang selama ini dikenal bergerak di sektor perkebunan.
Sekretaris Perusahaan PTPN I, Aris Handoyo, mengatakan proyek tersebut dikembangkan melalui pola kemitraan dengan menggandeng PT Berdikari dan perusahaan swasta yang telah berpengalaman di bidang peternakan modern.
Dalam skema tersebut, PTPN I menyediakan lahan pengembangan, sedangkan mitra bertanggung jawab menjalankan operasional peternakan serta penerapan teknologi produksi yang lebih efisien.
“Melalui pola kemitraan ini, kami ingin mempercepat pengembangan usaha sekaligus belajar membangun bisnis perunggasan yang berkelanjutan dan kompetitif,” ujar Aris, Selasa (16/6/2026) dikutip dari antaranews.com.
Menurutnya, pembangunan kawasan peternakan telah memasuki tahap awal setelah dilakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) di Kabupaten Bone.
PTPN I berharap produksi telur dari kawasan tersebut nantinya dapat diserap untuk memenuhi kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis yang terus berkembang di berbagai daerah.
“Kami berharap telur yang dihasilkan dari peternakan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan protein dalam program MBG,” katanya.
Konsep peternakan yang dibangun tidak hanya berfokus pada produksi telur, tetapi mengintegrasikan seluruh rantai bisnis mulai dari pembibitan, pembesaran ayam petelur, hingga proses produksi secara modern.
Meski kapasitas akhir masih dalam tahap perhitungan, populasi ayam yang dipersiapkan disebut mencapai jumlah yang signifikan untuk menopang kebutuhan pasar.
Selain memperkuat pasokan pangan bergizi, proyek ini juga dinilai memiliki potensi menjaga stabilitas harga telur di tingkat peternak. Aris menilai selama ini surplus produksi lebih banyak terjadi di Pulau Jawa, sementara sejumlah wilayah di luar Jawa masih membutuhkan tambahan pasokan.
Dengan meningkatnya kebutuhan telur melalui program MBG, penyerapan hasil produksi diharapkan semakin optimal sehingga memberikan dampak positif bagi ekosistem peternakan nasional.
Tak hanya di Sulawesi Selatan, PTPN I juga tengah menyiapkan proyek peternakan ayam petelur terintegrasi serupa di Lampung. Pengembangannya akan menggunakan model kolaborasi yang sama, yakni melibatkan PTPN I, PT Berdikari, dan mitra swasta.
Melalui ekspansi ke sektor peternakan, PTPN I berharap dapat memperkuat kontribusinya terhadap ketahanan pangan nasional sekaligus mendukung keberlanjutan program pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat melalui Program Makan Bergizi Gratis.































































