JAYAPURA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya diproyeksikan meningkatkan kualitas gizi peserta didik, tetapi juga menjadi instrumen untuk memperkuat ekonomi masyarakat di Papua. Pemerintah Provinsi Papua mendorong agar seluruh kebutuhan bahan pangan program tersebut dipasok dari hasil produksi petani dan peternak lokal.
Komitmen itu ditegaskan Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Pabrik Pakan Garuda Bumi Papua di Kabupaten Keerom. Menurutnya, manfaat MBG akan semakin optimal apabila mampu menciptakan pasar yang berkelanjutan bagi produk pangan daerah.
“Setelah semuanya terbangun, gunakan produksi lokal. Tidak perlu lagi mendatangkan dari luar. Ambil dari petani kita di setiap kabupaten,” ujar Fakhiri pekan lalu.
Kebijakan tersebut diharapkan mampu menghubungkan sektor pertanian dengan kebutuhan pangan program MBG yang terus meningkat. Dengan adanya kepastian pasar, hasil panen masyarakat memiliki peluang terserap secara berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani dan pelaku usaha pangan lokal.
Pemerintah Papua juga berupaya memperkuat kapasitas produksi melalui berbagai program pengembangan pertanian dan peternakan. Langkah tersebut dinilai penting agar komoditas lokal mampu memenuhi kebutuhan pangan dalam jumlah besar sekaligus menjaga keberlanjutan pasokan.
“Saya akan memastikan kebutuhan itu tidak diambil dari luar sehingga petani kita memperoleh kesempatan berkembang,” tegasnya.
Selain memperluas pasar bagi produk lokal, MBG dinilai mampu menciptakan efek berganda terhadap perekonomian daerah. Meningkatnya permintaan bahan pangan diperkirakan akan mendorong aktivitas produksi, memperluas lapangan usaha, serta meningkatkan perputaran ekonomi di tingkat masyarakat.
Untuk mendukung hal itu, pemerintah turut mengembangkan berbagai fasilitas penunjang seperti program cetak sawah, pembangunan pabrik pakan, hingga pengolahan hasil pertanian sebagai bagian dari strategi memperkuat ekosistem pangan yang terintegrasi.
Menurut Fakhiri, keberhasilan MBG tidak hanya diukur dari terpenuhinya kebutuhan gizi anak-anak sekolah, tetapi juga dari sejauh mana program tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang terlibat dalam rantai pasok pangan.
“Kalau setiap keluarga tumbuh ekonominya, saya yakin Papua akan sejahtera,” katanya.
Dengan mengutamakan hasil produksi daerah sebagai pemasok utama MBG, pemerintah berharap manfaat program dapat dirasakan lebih luas. Tidak hanya oleh para penerima makanan bergizi, tetapi juga oleh petani, peternak, dan pelaku usaha lokal yang menjadi bagian dari ekosistem pangan di Papua. Strategi ini diharapkan mampu menjadikan MBG sebagai penggerak pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan.































































