Bogor — Pemerintah Kota Bogor mulai mengintegrasikan program pemberdayaan masyarakat dengan agenda ketahanan pangan melalui pengembangan peternakan ayam petelur berbasis Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) di Kecamatan Bogor Utara. Program ini diarahkan untuk mendukung pasokan telur bagi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menyerahkan 80 ekor ayam petelur kepada delapan ketua LPM di wilayah Bogor Utara sebagai tahap awal pengembangan. Ayam-ayam tersebut akan dikelola secara mandiri oleh masing-masing LPM dan dikembangkan secara bertahap sebelum hasil produksinya disalurkan ke dapur MBG melalui Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP).
“Setiap kandang berisi sekitar 10 ekor ayam petelur. Produksi telur nantinya akan disalurkan melalui koperasi ke dapur MBG,” ujar Jenal, Senin.
Jenal menegaskan inisiatif ini tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bogor. Pemerintah kota berharap program ini dapat memancing keterlibatan masyarakat dan sektor swasta melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
“Ini murni tanpa APBD. Harapannya bisa menggerakkan partisipasi warga dan dunia usaha,” katanya.
Selain mendukung kebutuhan gizi anak-anak melalui MBG, program ini juga diproyeksikan menjadi motor ekonomi lokal. Pengembangan peternakan ayam petelur di tingkat kelurahan dinilai berpotensi menciptakan lapangan kerja baru, terutama bagi kelompok ekonomi menengah ke bawah di kawasan perkotaan.
Namun, Jenal mengingatkan pentingnya pemahaman siklus produksi telur sebelum memperluas skala usaha. Ia menekankan bahwa pengelolaan yang terencana dan berkelanjutan menjadi kunci agar program ini memberikan dampak ekonomi nyata bagi warga.
“Kesempatan ada di depan mata. Jangan sampai warga hanya jadi penonton. Ini karpet merah untuk masyarakat Kota Bogor,” ujarnya.
Camat Bogor Utara, Riki Robiansah, menambahkan bahwa seluruh LPM perlu menyambut inisiatif ini secara serius. Ia berharap program peternakan ayam petelur dapat menjadi model pemberdayaan ekonomi lokal yang terintegrasi dengan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat. (Ant)
































































