Sungai Penuh – Sebanyak 3.000 pelajar dari Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, menyatakan komitmennya menolak paham radikalisme, terorisme, dan perundungan melalui sebuah deklarasi bersama yang digelar pada Kamis. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat karakter generasi muda sekaligus membangun lingkungan pendidikan yang aman dan inklusif.
Deklarasi tersebut melibatkan unsur sekolah, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta berbagai pemangku kepentingan sebagai bentuk sinergi dalam mencegah masuknya pengaruh negatif di kalangan pelajar.
Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani menegaskan bahwa keamanan dan stabilitas sosial merupakan modal utama bagi pembangunan daerah maupun nasional. Menurutnya, generasi muda yang memiliki karakter kuat akan menjadi fondasi penting dalam menjaga persatuan dan kemajuan bangsa.
“Tanpa stabilitas sosial pada generasi muda, akan sulit membangun masa depan yang lebih baik,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa pesatnya perkembangan teknologi informasi harus diimbangi dengan penguatan nilai-nilai karakter dan literasi digital agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh paham ekstrem maupun konten yang merusak kehidupan sosial.
Abdullah juga menyoroti persoalan perundungan yang masih menjadi tantangan di lingkungan pendidikan. Dampak dari tindakan tersebut dinilai tidak hanya memengaruhi kesehatan mental peserta didik, tetapi juga dapat menghambat prestasi belajar serta perkembangan masa depan mereka.
Karena itu, pemerintah mendorong kolaborasi lintas sektor, termasuk bersama Satgas Densus 88 Antiteror Wilayah Jambi, untuk memperkuat langkah-langkah pencegahan terhadap penyebaran radikalisme di kalangan pelajar.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun ketahanan generasi muda dari berbagai ancaman yang dapat memecah persatuan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi Muhammad Umar menjelaskan kegiatan tersebut diikuti oleh kepala sekolah, guru bimbingan dan konseling, komite sekolah, serta perwakilan siswa dari jenjang SMA, SMK, MA, SMP, dan MTs negeri maupun swasta di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.
Mengusung tema “Generasi Muda Jambi Merajut Keberagaman, Merawat Persatuan, Utamakan Pendidikan dan NKRI Harga Mati”, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman peserta mengenai bahaya radikalisme, terorisme, dan perundungan serta pentingnya menjaga nilai-nilai kebangsaan.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah menyatakan dukungannya terhadap berbagai program yang berorientasi pada penguatan pendidikan karakter. Ia menilai kerja sama seluruh elemen masyarakat akan menciptakan lingkungan yang lebih aman dan kondusif bagi tumbuh kembang generasi muda.
Hal senada disampaikan Wakil Bupati Kerinci Murison yang mengajak seluruh peserta menjadikan deklarasi tersebut sebagai komitmen nyata dalam menjaga daerah dari pengaruh radikalisme dan terorisme.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya memiliki prestasi akademik, tetapi juga menjunjung tinggi nilai toleransi, menghargai keberagaman, serta berperan aktif menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Ant)

























































