Jakarta – Indonesia melalui Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) tengah mengkampanyekan moderasi beragama kepada khalayak dunia. Kali ini, Jepang menjadi tujuan kampanye modeasi beragama. Tidak hanya diaspora moderasi beragama, kampanye juga dilakukan di beberapa tempat da perguruan tinggi, salah satunya di Universitas Keio Tokyo.
“Agenda utama ke Jepang kali ini adalah penguatan moderasi beragama melalui diaspora moderasi beragama, khususnya di Jepang,” kata Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas di Bandara Sokarno-Hatta, Banten, Sabtu (18/5/2024).
Moderasi beragama menjadi salah satu program strategis Kementerian Agama. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 58 tahun 2023 tentang Penguatan Moderasi Beragama, kampanye moderasi beragama tidak hanya menyasar pada internal Kementerian Agama, tetapi juga kementerian atau lembaga lainnya, termasuk Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di pelbagai negara.
“Tahun ini, salah satu target untuk dilakukan penguatan moderasi beragama adalah KBRI Jepang,” sebut Menag.
Selain itu, kampanye juga akan dilakukan di kampus yang relevan. “Salah satunya di Universitas Keio di Tokyo. Mereka memiliki mata kuliah yang erat dengan moderasi beragama, yaitu Islam and Social,” ungkap Menag.
Kepala Badan Litbang dan Diklat Suyitno yang menjadi salah satu tim kunjungan kerja kali ini menambahkan bahwa kampus adalah mitra strategis dalam kampanye moderasi beragama.
“Terhadap kampus-kampus di Indonesia, kita sudah lakukan kampanye moderasi beragama secara masif. Ini terus kita lakukan pengembangan, yaitu menyasar pada kampus-kampus di luar negeri yang relevan dengan penguatan moderasi beragama,” kata Suyitno.
































































