Serang — Pemerintah Kota Serang bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) tengah mempersiapkan agenda besar bertajuk Pesta Budaya Lintas Agama 2026, yang akan digelar pada Januari mendatang bertepatan dengan Hari Amal Bakti.
Kegiatan ini diharapkan menjadi ajang perjumpaan hangat antarumat beragama melalui ekspresi seni, budaya, dan nilai-nilai kebangsaan.
Ketua FKUB Kota Serang KH. Matin Syarkowi mengatakan, pesta budaya tersebut merupakan tindak lanjut dari Diklat Kader Kerukunan Umat Beragama yang baru-baru ini dibuka oleh Wali Kota Serang, Budi Rustandi, di Kebun Kebangsaan, Walantaka.
Menurut KH. Matin, kegiatan ini bukan sekadar panggung hiburan, melainkan ruang spiritual dan sosial untuk meneguhkan semangat hidup damai di tengah keberagaman.
“Setiap agama akan menampilkan budaya dan keseniannya masing-masing. Kami ingin menunjukkan bahwa keberagaman bisa berjalan beriringan tanpa mencampuradukkan keyakinan,” ujarnya, Selasa (28/10/2025).
Pesta budaya itu akan diisi dengan pawai lintas budaya, pertunjukan seni dari komunitas lintas agama, dan bazar UMKM lokal. FKUB berharap kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi antara nilai keagamaan, kearifan budaya, dan geliat ekonomi kreatif.
Wali Kota Serang Budi Rustandi menyambut positif inisiatif FKUB tersebut. Ia menilai kegiatan lintas agama seperti ini tidak hanya memperkuat toleransi, tetapi juga memberi dampak ekonomi dan wisata yang signifikan bagi warga.
“Kami ingin Serang dikenal sebagai kota yang damai dan terbuka. Tidak ada lagi sekat mayoritas atau minoritas — semua hidup berdampingan dalam harmoni,” kata Budi.
Menurutnya, kegiatan berbasis budaya dan keagamaan mampu memberikan efek domino terhadap perekonomian lokal.
“Ketika berbagai budaya tampil bersama, wisatawan akan datang, menginap, dan berbelanja di Serang. Itu artinya ekonomi rakyat ikut bergerak,” ujarnya.
Lebih lanjut, KH. Matin menegaskan bahwa semangat keterbukaan dan toleransi sudah menjadi bagian dari jati diri masyarakat Serang sejak masa Kesultanan Banten, yang dahulu menjadi pusat perdagangan dan pertemuan berbagai suku dan agama.
“Sultan Banten telah memberi teladan bagaimana masyarakat hidup dalam keberagaman. Nilai itu harus terus kita rawat agar Serang tetap damai dan maju,” tuturnya.
Melalui Pesta Budaya Lintas Agama 2026, FKUB berharap semangat persaudaraan, kebersamaan, dan penghormatan terhadap perbedaan terus tumbuh — menjadikan Kota Serang sebagai simbol kota damai, inklusif, dan berbudaya.

































































