• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Politik
  • Lifestyle
Ribuan SPPG Di-suspend, Fakta dan Langkah Tegas

Ribuan SPPG Di-suspend, Fakta dan Langkah Tegas

May 14, 2026
23 Tahun Membela Portugal, Cristiano Ronaldo Akhirnya Ucapkan Selamat Tinggal

23 Tahun Membela Portugal, Cristiano Ronaldo Akhirnya Ucapkan Selamat Tinggal

November 6, 2026
Kelompok Radikal Salahgunakan Tafsir Keagamaan Atasnamakan Islam

Radikalisme Digital Incar Ruang Privat Pelajar, Waspadalah!

November 6, 2026
Waspada Perekrutan Ekstrem Lewat Game Online, Kesbangpol Babel Perkuat Ideologi Pelajar

Waspada Perekrutan Ekstrem Lewat Game Online, Kesbangpol Babel Perkuat Ideologi Pelajar

November 6, 2026
“Si Rukun” Upaya Kemenag Bekali Penyuluh Cegah Konflik Keagamaan Sejak Dini

“Si Rukun” Upaya Kemenag Bekali Penyuluh Cegah Konflik Keagamaan Sejak Dini

November 6, 2026
Gaungkan Islam Wasathiyah di Madinah, MUI Ajak Dunia Islam Perkuat Persatuan

Gaungkan Islam Wasathiyah di Madinah, MUI Ajak Dunia Islam Perkuat Persatuan

November 6, 2026
Pelaku Kekerasan Seksual di Pesantren Harus Dituntut Hukuman Maksimal dan Dilarang Mengajar Lagi

Pelaku Kekerasan Seksual di Pesantren Harus Dituntut Hukuman Maksimal dan Dilarang Mengajar Lagi

November 6, 2026
Perkuat Peran Guru dan Keluarga, BNPT Bangun Ketahanan Pelajar di Sumbar

Perkuat Peran Guru dan Keluarga, BNPT Bangun Ketahanan Pelajar di Sumbar

November 5, 2026
Muhammadiyah Luncurkan ChatHPT, Asisten AI untuk Akses Fatwa Tarjih

Muhammadiyah Luncurkan ChatHPT, Asisten AI untuk Akses Fatwa Tarjih

November 5, 2026
Drama Lima Gol di Red Bull Arena, Man City Tekuk Leipzig 3-2

Drama Lima Gol di Red Bull Arena, Man City Tekuk Leipzig 3-2

November 5, 2026
Dua Kali Unggul, Liverpool Tumbang 2-3 di Kandang Fenerbahce

Dua Kali Unggul, Liverpool Tumbang 2-3 di Kandang Fenerbahce

November 5, 2026
Como 1907 Mengamuk di Prancis, Bantai Lens 9-1 dan Ukir Sejarah Liga Champions

Como 1907 Mengamuk di Prancis, Bantai Lens 9-1 dan Ukir Sejarah Liga Champions

November 5, 2026
Drama Comeback, Real Madrid Menang 3-2 di Kandang AEK Lewat Gol Telat Valverde

Drama Comeback, Real Madrid Menang 3-2 di Kandang AEK Lewat Gol Telat Valverde

November 5, 2026
moderat.id
  • Home
  • News
    • All
    • Daerah
    • Ekonomi
    • Internasional
    • Nasional
    • Politik
    Kelompok Radikal Salahgunakan Tafsir Keagamaan Atasnamakan Islam

    Radikalisme Digital Incar Ruang Privat Pelajar, Waspadalah!

    Waspada Perekrutan Ekstrem Lewat Game Online, Kesbangpol Babel Perkuat Ideologi Pelajar

    Waspada Perekrutan Ekstrem Lewat Game Online, Kesbangpol Babel Perkuat Ideologi Pelajar

    “Si Rukun” Upaya Kemenag Bekali Penyuluh Cegah Konflik Keagamaan Sejak Dini

    “Si Rukun” Upaya Kemenag Bekali Penyuluh Cegah Konflik Keagamaan Sejak Dini

    Gaungkan Islam Wasathiyah di Madinah, MUI Ajak Dunia Islam Perkuat Persatuan

    Gaungkan Islam Wasathiyah di Madinah, MUI Ajak Dunia Islam Perkuat Persatuan

    Pelaku Kekerasan Seksual di Pesantren Harus Dituntut Hukuman Maksimal dan Dilarang Mengajar Lagi

    Pelaku Kekerasan Seksual di Pesantren Harus Dituntut Hukuman Maksimal dan Dilarang Mengajar Lagi

    Perkuat Peran Guru dan Keluarga, BNPT Bangun Ketahanan Pelajar di Sumbar

    Perkuat Peran Guru dan Keluarga, BNPT Bangun Ketahanan Pelajar di Sumbar

    Muhammadiyah Luncurkan ChatHPT, Asisten AI untuk Akses Fatwa Tarjih

    Muhammadiyah Luncurkan ChatHPT, Asisten AI untuk Akses Fatwa Tarjih

    Waspada Propaganda Digital, BNPT Perkuat Peran Penggerak Desa Siapsiaga

    Waspada Propaganda Digital, BNPT Perkuat Peran Penggerak Desa Siapsiaga

    Ancaman Global Bergeser, Unhan RI dan RSIS Singapura Bahas Strategi Hadapi Perang Asimetris

    Ancaman Global Bergeser, Unhan RI dan RSIS Singapura Bahas Strategi Hadapi Perang Asimetris

    Trending Tags

    • Religi
      Menag Nasaruddin: Meneladani Nabi Juga Berarti Menjaga Alam

      Menag Nasaruddin: Meneladani Nabi Juga Berarti Menjaga Alam

      Maulid Nabi 1448 H, Menag Ajak Umat Teladani Rasulullah dalam Merawat Toleransi

      Maulid Nabi 1448 H, Menag Ajak Umat Teladani Rasulullah dalam Merawat Toleransi

      Ditjen Bimas Hindu Angkat Filosofi Lawar sebagai Simbol Persatuan dalam Keberagaman

      Ditjen Bimas Hindu Angkat Filosofi Lawar sebagai Simbol Persatuan dalam Keberagaman

      Kemenag Papua: Semangat Galungan Perkuat Toleransi, Harmoni Sosial, dan Bijak Bermedia Digital

      Kemenag Papua: Semangat Galungan Perkuat Toleransi, Harmoni Sosial, dan Bijak Bermedia Digital

      Penyuluh Agama Didorong Aktif Sebarkan Moderasi di Ruang Digital

      Penyuluh Agama Didorong Aktif Sebarkan Moderasi di Ruang Digital

      Potret Harmoni di Banyuwangi, Banser Bantu Amankan Perayaan Galungan-Kuningan

      Potret Harmoni di Banyuwangi, Banser Bantu Amankan Perayaan Galungan-Kuningan

      Sambut 1 Muharram, Wali Kota Bogor Tekankan Pentingnya Menjaga Toleransi di Tengah Keberagaman

      Sambut 1 Muharram, Wali Kota Bogor Tekankan Pentingnya Menjaga Toleransi di Tengah Keberagaman

      Imam Masjid Berperan Penting Menjaga Islam Moderat dan Perdamaian

      Imam Masjid Berperan Penting Menjaga Islam Moderat dan Perdamaian

      Kelenteng Kong Miao Litang Tak Hanya Tempat Ibadah, Tapi Simbol Keberagaman dan Toleransi

      Kelenteng Kong Miao Litang Tak Hanya Tempat Ibadah, Tapi Simbol Keberagaman dan Toleransi

    • Olahraga
      • All
      • Beladiri
      • Bola
      • Otomotif
      • Raket
      23 Tahun Membela Portugal, Cristiano Ronaldo Akhirnya Ucapkan Selamat Tinggal

      23 Tahun Membela Portugal, Cristiano Ronaldo Akhirnya Ucapkan Selamat Tinggal

      Drama Lima Gol di Red Bull Arena, Man City Tekuk Leipzig 3-2

      Drama Lima Gol di Red Bull Arena, Man City Tekuk Leipzig 3-2

      Dua Kali Unggul, Liverpool Tumbang 2-3 di Kandang Fenerbahce

      Dua Kali Unggul, Liverpool Tumbang 2-3 di Kandang Fenerbahce

      Como 1907 Mengamuk di Prancis, Bantai Lens 9-1 dan Ukir Sejarah Liga Champions

      Como 1907 Mengamuk di Prancis, Bantai Lens 9-1 dan Ukir Sejarah Liga Champions

      Drama Comeback, Real Madrid Menang 3-2 di Kandang AEK Lewat Gol Telat Valverde

      Drama Comeback, Real Madrid Menang 3-2 di Kandang AEK Lewat Gol Telat Valverde

      Luar Biasa, Tertinggal Lebih Dulu, Persib Comeback Jungkalkan Melbourne Victory 2-1

      Luar Biasa, Tertinggal Lebih Dulu, Persib Comeback Jungkalkan Melbourne Victory 2-1

      Ronaldo Cetak Hat-trick, Al-Nassr Tekuk Al-Kholood 5-3 dan CR7 Makin Dekat 1.000 Gol

      Ronaldo Cetak Hat-trick, Al-Nassr Tekuk Al-Kholood 5-3 dan CR7 Makin Dekat 1.000 Gol

      Harry Kane Raih Ballon d’Or 2026, Kalahkan Mbappe dan Yamal!

      Harry Kane Raih Ballon d’Or 2026, Kalahkan Mbappe dan Yamal!

      Persija Comeback, Taklukkan Persik 2-1 di JIS

      Persija Comeback, Taklukkan Persik 2-1 di JIS

    • Budaya
    • Lifestyle
      Roberto Carlos Bantah Jadi Mualaf, Ungkap Pernikahan Digelar dengan Dua Ritus

      Roberto Carlos Bantah Jadi Mualaf, Ungkap Pernikahan Digelar dengan Dua Ritus

      Nikahi Wanita Keturunan Maroko-Lebanon, Roberto Carlos Mualaf?

      Nikahi Wanita Keturunan Maroko-Lebanon, Roberto Carlos Mualaf?

      Denada Buka Suara, Akui Ressa Anak Kandung dan Sampaikan Permohonan Maaf

      Denada Buka Suara, Akui Ressa Anak Kandung dan Sampaikan Permohonan Maaf

      Ridwan Kamil Sampaikan Klarifikasi Publik Usai Resmi Cerai dari Atalia

      Ridwan Kamil Sampaikan Klarifikasi Publik Usai Resmi Cerai dari Atalia

      Sir David Beckham Resmi Dianugerahi Gelar Ksatria oleh Raja Charles III

      Sir David Beckham Resmi Dianugerahi Gelar Ksatria oleh Raja Charles III

      David Beckham: Dari Lapangan Hijau ke Kerajaan Bisnis Bernilai Triliunan

      David Beckham: Dari Lapangan Hijau ke Kerajaan Bisnis Bernilai Triliunan

      Artis Onadio Leonardo Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba, Ditemukan Ganja Saat Penggeledahan

      Artis Onadio Leonardo Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba, Ditemukan Ganja Saat Penggeledahan

      8 Tahun Terlihat Harmonis, Raisa Gugat Cerai Hamish Daud

      8 Tahun Terlihat Harmonis, Raisa Gugat Cerai Hamish Daud

      Mantap Dalami Islam, Celine Evangelista: “Perubahan Ini Lahir dari Hati yang Tenang”

      Mantap Dalami Islam, Celine Evangelista: “Perubahan Ini Lahir dari Hati yang Tenang”

      Trending Tags

      • Opini
        MotoGP Mandalika 2026 Aman Terkendali, Bukti Hasil Sinergi Aparat Menjaga Ruang Nyata dan Ruang Digital dari Potensi Ancaman Teror

        MotoGP Mandalika 2026 Aman Terkendali, Bukti Hasil Sinergi Aparat Menjaga Ruang Nyata dan Ruang Digital dari Potensi Ancaman Teror

        Jaga MotoGP Mandalika dari Upaya Kelompok Anti-NKRI

        Jaga MotoGP Mandalika dari Upaya Kelompok Anti-NKRI

        TRADISI DAN BUDAYA LOMBOK: BENTENG PALING AMPUH TANGKAL PROVOKASI RADIKAL DI BALIK GEMURUH MOTOGP MANDALIKA

        TRADISI DAN BUDAYA LOMBOK: BENTENG PALING AMPUH TANGKAL PROVOKASI RADIKAL DI BALIK GEMURUH MOTOGP MANDALIKA

        Jelang MotoGP Mandalika: Merajut Kebersamaan dan Kedamaian Untuk Mewujudkan Kebangsaan Nasional

        Jelang MotoGP Mandalika: Merajut Kebersamaan dan Kedamaian Untuk Mewujudkan Kebangsaan Nasional

        MBG dan Gempa NTT: Langkah Nyata untuk Korban Bencana

        MBG dan Gempa NTT: Langkah Nyata untuk Korban Bencana

        Dampak Ekonomi MBG di Bawah Kendali Pimpinan BGN Baru

        Dampak Ekonomi MBG di Bawah Kendali Pimpinan BGN Baru

        Hantu Keracunan Kembali Hadir Saat MBG Pasca Libur Sekolah: Menunggu Janji Zero Tolerance BGN

        Hantu Keracunan Kembali Hadir Saat MBG Pasca Libur Sekolah: Menunggu Janji Zero Tolerance BGN

        Mencari Formula Ideal Program MBG: SPPG, Kantin Sekolah, Posyandu, dan Pesantren

        Mencari Formula Ideal Program MBG: SPPG, Kantin Sekolah, Posyandu, dan Pesantren

        Membaca Gebrakan Pertama Kepala BGN: Langkah Tegas dan Masa Depan MBG

        Membaca Gebrakan Pertama Kepala BGN: Langkah Tegas dan Masa Depan MBG

        Trending Tags

        No Result
        View All Result
        moderat.id
        No Result
        View All Result
        Home Opini

        Ribuan SPPG Di-suspend, Fakta dan Langkah Tegas

        by admin
        May 14, 2026
        in Opini
        0
        Ribuan SPPG Di-suspend, Fakta dan Langkah Tegas
        595
        SHARES
        1.7k
        VIEWS
        Share on FacebookShare on Twitter

        Oleh: Ahmad Damar

        Keputusan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menghentikan sementara ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memunculkan beragam respons di tengah masyarakat. Sebagian melihat langkah ini sebagai tanda adanya persoalan serius dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun sebagian lainnya justru menilai tindakan tersebut sebagai bukti bahwa pemerintah tidak sedang bermain-main dalam menjaga kualitas program nasional ini.

        Di tengah perdebatan itu, pertanyaan yang muncul sederhana: apakah ribuan SPPG yang di-suspend menunjukkan kegagalan program, atau justru bukti bahwa sistem pengawasan berjalan sebagaimana mestinya? Jika dilihat secara objektif, jawabannya lebih dekat pada yang kedua. Ini bukan tanda kegagalan, melainkan tanda bahwa negara sedang melakukan koreksi besar secara terbuka.

        Dalam tata kelola kebijakan publik, hampir tidak ada program berskala besar yang langsung berjalan sempurna sejak hari pertama. Terlebih program seperti MBG yang menjangkau puluhan juta penerima manfaat, mulai dari anak usia dini hingga ibu hamil, dengan jaringan layanan yang tersebar di seluruh Indonesia. Tantangan operasionalnya sangat besar, mulai dari penyediaan bahan baku, distribusi makanan, pengawasan kualitas, sanitasi dapur, hingga koordinasi lintas wilayah dan lintas lembaga.

        Dalam skala sebesar itu, munculnya persoalan bukan sesuatu yang mengejutkan. Justru yang penting adalah bagaimana pemerintah merespons persoalan tersebut. Apakah kesalahan ditutup-tutupi, atau diperbaiki secara terbuka? Dalam kasus ini, pemerintah memilih langkah kedua.

        Data terbaru menunjukkan bahwa ada ribuan SPPG yang diberhentikan sementara karena tidak memenuhi standar operasional. Istilah “di-suspend” sering kali memunculkan persepsi negatif, seolah-olah unit tersebut gagal total atau programnya bermasalah besar. Padahal, suspend bukan berarti ditutup permanen. Suspend adalah penghentian sementara agar dilakukan evaluasi, pembenahan, dan penyesuaian standar sebelum unit tersebut dapat kembali beroperasi.

        Dalam dunia manajemen, ini adalah prosedur yang sangat normal. Sebuah restoran yang tidak lolos inspeksi kesehatan dapat dihentikan operasionalnya sementara sampai memenuhi syarat. Sebuah pabrik yang melanggar standar keselamatan dapat dihentikan produksinya sampai ada perbaikan. Logika yang sama diterapkan pada SPPG. Artinya, pemerintah sedang menerapkan prinsip yang sederhana tetapi penting: lebih baik menghentikan sementara daripada membiarkan layanan yang belum memenuhi standar terus berjalan dan berpotensi merugikan masyarakat.

        Ada banyak alasan mengapa sebuah SPPG bisa di-suspend. Salah satunya adalah persoalan higienitas. Program makan bergizi tidak hanya bicara soal kandungan gizi, tetapi juga keamanan pangan. Makanan yang kandungan gizinya baik tetapi terkontaminasi justru dapat menimbulkan masalah kesehatan baru. Karena itu, standar kebersihan dapur, alat masak, penyimpanan bahan, dan distribusi menjadi syarat mutlak.

        Selain itu, ada pula persoalan ketidaksesuaian menu. MBG bukan sekadar memberi makan, melainkan memastikan kebutuhan nutrisi terpenuhi sesuai standar kesehatan. Jika menu tidak sesuai komposisi yang ditetapkan, tujuan program tentu meleset. Di sisi lain, ada juga faktor administrasi dan pelaporan. Program besar seperti ini membutuhkan data yang rapi dan akuntabel. Jika ada ketidaksesuaian data penerima, laporan yang tidak valid, atau indikasi penyimpangan distribusi, maka evaluasi harus segera dilakukan. Tidak sedikit pula persoalan yang muncul karena kapasitas sumber daya manusia yang belum merata. Tidak semua operator memiliki kesiapan teknis dan manajerial yang sama. Dalam konteks seperti ini, suspend justru menjadi ruang perbaikan.

        Ada sebagian pihak yang mempertanyakan mengapa pemerintah memilih langkah keras seperti suspend. Bukankah itu justru memperlambat program? Pertanyaan ini wajar, tetapi jawabannya jelas: kualitas jauh lebih penting daripada kecepatan. Program publik bukan perlombaan siapa yang paling cepat menjangkau angka target, melainkan siapa yang mampu memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.

        Bayangkan jika pemerintah membiarkan SPPG yang bermasalah tetap berjalan. Risiko yang muncul jauh lebih besar: anak-anak menerima makanan yang tidak layak, kepercayaan publik turun, dan satu insiden dapat merusak reputasi program secara nasional. Dalam konteks itu, suspend bukan sekadar hukuman administratif, melainkan alat perlindungan bagi penerima manfaat dan penjaga kredibilitas program.

        Menariknya, banyak orang sering salah membaca data seperti ini. Ketika mendengar ribuan SPPG di-suspend, kesan pertama yang muncul adalah krisis. Padahal angka tersebut harus dilihat dalam konteks total jumlah SPPG secara nasional yang mencapai puluhan ribu unit. Dalam industri apa pun, quality control memang bekerja dengan cara seperti itu. Tidak semua produk lolos uji kualitas. Sebagian harus diperbaiki, sebagian harus ditarik, sebagian harus dievaluasi ulang. Tujuannya agar produk akhir tetap terjaga mutunya.

        Dalam pelayanan publik, prinsip yang sama berlaku. Program besar yang berjalan tanpa koreksi justru lebih patut dicurigai dibanding program yang secara rutin melakukan evaluasi dan perbaikan.

        Kita juga harus jujur bahwa MBG adalah salah satu program sosial terbesar dalam sejarah Indonesia. Skala pelaksanaannya sangat besar. Puluhan juta penerima manfaat, ribuan titik distribusi, jutaan porsi makanan setiap hari, dan ribuan tenaga kerja terlibat. Dengan skala seperti itu, sangat tidak realistis jika publik berharap semua berjalan mulus tanpa hambatan.

        Semua program besar di dunia selalu mengalami fase penyesuaian. Program kesehatan nasional, reformasi pendidikan, pembangunan infrastruktur, semuanya pernah menghadapi tantangan serupa. MBG pun sedang berada dalam fase belajar dan tumbuh. Dalam proses itu, koreksi adalah bagian yang tidak terpisahkan.

        Penting juga dipahami bahwa suspend bukan hukuman mati. Banyak yang khawatir unit yang di-suspend akan kehilangan kesempatan selamanya. Faktanya tidak demikian. Dalam banyak kasus, suspend justru menjadi kesempatan kedua. Unit diberi waktu untuk memperbaiki kekurangan, meningkatkan kapasitas, memenuhi standar, lalu kembali aktif melayani masyarakat. Pendekatan seperti ini jauh lebih konstruktif. Negara tidak sedang menghukum untuk mematikan, melainkan menghentikan untuk memperbaiki. Ini adalah bentuk tata kelola yang sehat.

        Meski demikian, langkah suspend ini harus dibarengi dengan transparansi yang lebih kuat. Publik berhak mengetahui alasan sebuah unit di-suspend, indikator penilaiannya, durasi evaluasi, serta syarat agar bisa beroperasi kembali. Transparansi seperti ini penting untuk membangun kepercayaan masyarakat.

        Tanpa keterbukaan, ruang spekulasi akan selalu muncul. Orang akan bertanya-tanya apakah keputusan suspend dilakukan secara objektif atau ada faktor lain di belakangnya. Karena itu, komunikasi publik yang kuat menjadi bagian penting dari keberhasilan kebijakan ini.

        Tentu, dukungan terhadap langkah tegas pemerintah tidak berarti menutup ruang kritik. Kritik tetap diperlukan, justru untuk memperbaiki sistem. Misalnya, mengapa ribuan unit bisa lolos pada tahap awal tetapi kemudian gagal saat evaluasi? Apakah proses seleksi awal terlalu longgar? Apakah pelatihan operator belum maksimal? Apakah supervisi di tingkat daerah belum kuat? Semua pertanyaan ini valid dan perlu dijawab secara serius. Kritik seperti inilah yang sehat, karena tujuannya bukan menjatuhkan program, tetapi memperkuatnya.

        Yang perlu dihindari adalah mempolitisasi data. Kalimat seperti “ribuan SPPG di-suspend berarti MBG gagal” adalah penyederhanaan yang terlalu dangkal. Jika pemerintah tidak melakukan pengawasan, publik akan marah karena dianggap lalai. Namun ketika pemerintah melakukan pengawasan dan menindak, lalu itu dianggap bukti kegagalan, maka logika tersebut jelas tidak adil. Suspend adalah bagian dari tata kelola. Justru kalau tidak ada tindakan sama sekali, kita patut bertanya apakah pengawasan benar-benar berjalan.

        Dari kasus ini, ada pelajaran penting yang bisa diambil. Program besar membutuhkan kesabaran publik. Tidak semua hasil hadir secara instan. Kualitas harus selalu menjadi prioritas utama. Pengawasan harus menjadi fondasi, bukan pelengkap. Transparansi wajib diperkuat agar kepercayaan publik tetap terjaga. Dan yang paling penting, perbaikan harus terus dilakukan secara berkelanjutan.

        Ke depan, pemerintah perlu memperkuat pelatihan SDM di lapangan, memperketat standardisasi nasional, memperluas digitalisasi pengawasan agar masalah bisa dideteksi lebih cepat, melakukan audit berkala, dan membuka ruang lebih besar bagi masyarakat untuk ikut mengawasi. Orang tua, sekolah, dan komunitas lokal harus menjadi bagian dari sistem pengawasan bersama.

        Pada akhirnya, ribuan SPPG yang di-suspend memang terdengar besar, tetapi angka besar tidak selalu berarti masalah besar. Dalam konteks ini, justru itu menunjukkan keberanian negara untuk bertindak. Pemerintah tidak menunda, tidak menutup mata, dan tidak menyembunyikan masalah di balik angka-angka target. Yang dilakukan adalah koreksi, evaluasi, dan langkah tegas. Itulah yang seharusnya dilakukan dalam tata kelola publik yang sehat.

        Masyarakat tidak membutuhkan program yang terlihat sempurna di atas kertas, melainkan program yang mau belajar, mau memperbaiki diri, dan berani bertindak ketika menemukan masalah. Jika itu yang sedang dilakukan pada MBG hari ini, maka suspend ribuan SPPG bukan kabar buruk. Itu justru kabar baik, karena artinya sistem sedang bekerja.

        Tags: BGNdisuspendlangkah tegasMakan Bergizi GratisMBGsppg
        Share238Tweet149Share60
        • Trending
        • Comments
        • Latest
        Program Makan Bergizi Gratis: Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan dan Memberdayakan Tenaga Kerja Lokal

        Program Makan Bergizi Gratis: Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan dan Memberdayakan Tenaga Kerja Lokal

        November 11, 2025
        Program Makan Bergizi Gratis Gerakkan Ekonomi Petani, Nelayan, dan Peternak

        Program Makan Bergizi Gratis Gerakkan Ekonomi Petani, Nelayan, dan Peternak

        November 6, 2025
        MBG Libur Sekolah: Antara Efisiensi Anggaran dan Kondisi Pasar

        MBG Libur Sekolah: Antara Efisiensi Anggaran dan Kondisi Pasar

        June 30, 2026
        23 Tahun Membela Portugal, Cristiano Ronaldo Akhirnya Ucapkan Selamat Tinggal

        23 Tahun Membela Portugal, Cristiano Ronaldo Akhirnya Ucapkan Selamat Tinggal

        0

        Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

        0

        Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

        0
        23 Tahun Membela Portugal, Cristiano Ronaldo Akhirnya Ucapkan Selamat Tinggal

        23 Tahun Membela Portugal, Cristiano Ronaldo Akhirnya Ucapkan Selamat Tinggal

        November 6, 2026
        Kelompok Radikal Salahgunakan Tafsir Keagamaan Atasnamakan Islam

        Radikalisme Digital Incar Ruang Privat Pelajar, Waspadalah!

        November 6, 2026
        Waspada Perekrutan Ekstrem Lewat Game Online, Kesbangpol Babel Perkuat Ideologi Pelajar

        Waspada Perekrutan Ekstrem Lewat Game Online, Kesbangpol Babel Perkuat Ideologi Pelajar

        November 6, 2026
        moderat.id

        Copyright © 2019

        Navigate Site

        • Privacy & Policy
        • Contact
        • About

        Follow Us

        No Result
        View All Result
        • Home
        • Entertainment/Lifestyle
        • Olahraga
        • Otomotif
        • Lifestyle
        • News
          • Internasional
          • Nasional
          • Politik
          • Ekonomi
        • Religi

        Copyright © 2019