Malang – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Malang tetap berjalan selama Ramadan 1447 Hijriah. Di SMPN 6 Malang, pembagian dilakukan tanpa membedakan latar belakang agama siswa. Baik Muslim maupun nonmuslim menerima paket makanan yang sama sebagai bentuk pemerataan sekaligus penguatan budaya toleransi di sekolah.
Wakil Kepala Humas SMPN 6 Malang, Yanti Kurnia Lestari, menjelaskan bahwa selama Ramadan terdapat penyesuaian menu. Jika sebelumnya siswa menerima makanan berbasis nasi, kini paket MBG dikemas dalam bentuk makanan kering.
“Izin ada perubahan menu dari nasi ke kering. Kami sudah sosialisasi ke wali murid. Kalau kering kan bisa dibawa pulang,” ujarnya.
Penyesuaian ini dipilih agar siswa Muslim dapat memanfaatkannya untuk berbuka puasa di rumah. Namun prinsip pemerataan tetap dijaga. Seluruh siswa, termasuk nonmuslim, menerima paket yang sama.
Menurut Yanti, kebijakan tersebut bukan hal baru. Budaya toleransi telah lama menjadi bagian dari kehidupan sekolah. Saat Ramadan, siswa nonmuslim tetap berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sosial.
“Kalau yang Muslim mengikuti tausiyah di masjid, yang nonmuslim menyesuaikan kegiatan masing-masing. Tapi untuk kegiatan seperti berbagi takjil dan kebersamaan, semua terlibat,” jelasnya.
Respons positif juga datang dari para orang tua. Banyak wali murid merasa terbantu karena anak-anak mereka tetap mendapatkan asupan bergizi meski di bulan puasa.
Tak hanya berdampak pada pemenuhan gizi, program ini juga memengaruhi kedisiplinan siswa. Beberapa siswa yang sebelumnya kurang aktif hadir, kini lebih rajin ke sekolah.
“Bahkan ada yang biasanya bolos jadi lebih rajin karena mendapat makanan. Ada juga yang menyisihkan lauk untuk dibawa pulang,” tambah Yanti.
Di SMPN 6 Malang, total penerima manfaat MBG mencapai 797 siswa serta 48 guru dan tenaga pendidik. Pembagian dilakukan sekitar 10 menit sebelum jam pulang sekolah, yakni sekitar pukul 11.45 WIB.
Pada hari pertama pelaksanaan Ramadan, menu yang dibagikan berupa telur rebus, kurma, kacang, dan roti kukus. Seluruhnya dikemas praktis agar mudah dibawa pulang.
Melalui penyesuaian sederhana ini, MBG di SMPN 6 Malang tidak hanya memastikan keberlanjutan program selama Ramadan, tetapi juga mempertegas nilai kebersamaan dan toleransi di lingkungan pendidikan.

































































