• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Politik
  • Lifestyle
Pengarusutamaan Pancasila Sebagai Vaksinasi Intoleransi, Radikalisme dan Terorisme

Pengamat UI: Waspadai Propaganda Ekstrem yang Membajak Isu Geopolitik Global

October 27, 2026
Harry Kane Raih Ballon d’Or 2026, Kalahkan Mbappe dan Yamal!

Harry Kane Raih Ballon d’Or 2026, Kalahkan Mbappe dan Yamal!

October 27, 2026
Persija Comeback, Taklukkan Persik 2-1 di JIS

Persija Comeback, Taklukkan Persik 2-1 di JIS

October 27, 2026
The Wonder of Harmony 2026: Ketika Toleransi Diwujudkan Lewat Perjumpaan, Bukan Sekadar Seruan

The Wonder of Harmony 2026: Ketika Toleransi Diwujudkan Lewat Perjumpaan, Bukan Sekadar Seruan

October 27, 2026
Cegah Radikalisme dan Intoleransi, Pelajar Lintas Agama di Paser DIperkuat Moderasi Beragama

Cegah Radikalisme dan Intoleransi, Pelajar Lintas Agama di Paser DIperkuat Moderasi Beragama

October 27, 2026
Moderasi Beragama Miliki Posisi Strategis Jaga Kehidupan Berbangsa dan Bernegara di Tengah Keberagaman Indonesia

Moderasi Beragama Miliki Posisi Strategis Jaga Kehidupan Berbangsa dan Bernegara di Tengah Keberagaman Indonesia

October 27, 2026
Pelantikan Sederhana di Al-Hamid, Pesan Gus Kikin ke Pengurus NU: Jaga Pesantren, Jaga Negeri

Pelantikan Sederhana di Al-Hamid, Pesan Gus Kikin ke Pengurus NU: Jaga Pesantren, Jaga Negeri

October 26, 2026
Mbappe Brace, Real Madrid Menang 2-1 atas Barcelona di El Clasico

Mbappe Brace, Real Madrid Menang 2-1 atas Barcelona di El Clasico

October 26, 2026
Liverpool Menang 2-0 atas Brighton, Masuk Empat Besar Premier League

Liverpool Menang 2-0 atas Brighton, Masuk Empat Besar Premier League

October 26, 2026
Tumbang 0-3 dari Bournemouth di Old Trafford, MU Tanpa Kemenangan dalam 8 Laga

Tumbang 0-3 dari Bournemouth di Old Trafford, MU Tanpa Kemenangan dalam 8 Laga

October 26, 2026
Perkuat Kesiapsiagaan Nasional, BNPT Ajukan Rancangan Perpres Level Ancaman Terorisme

Unila Gandeng BNPT dan NII Crisis Center Bentengi Mahasiswa dari Radikalisme Digital

October 26, 2026
Adam Alis Jadi Pahlawan, Persib Curi 3 Poin dari Kandang Garudayaksa

Adam Alis Jadi Pahlawan, Persib Curi 3 Poin dari Kandang Garudayaksa

October 26, 2026
Deradikalisasi Jangan Hanya Buat Eks Napiter, Tapi Juga Keluarganya

Deradikalisasi Jangan Hanya Buat Eks Napiter, Tapi Juga Keluarganya

October 26, 2026
moderat.id
  • Home
  • News
    • All
    • Daerah
    • Ekonomi
    • Internasional
    • Nasional
    • Politik
    Pengarusutamaan Pancasila Sebagai Vaksinasi Intoleransi, Radikalisme dan Terorisme

    Pengamat UI: Waspadai Propaganda Ekstrem yang Membajak Isu Geopolitik Global

    The Wonder of Harmony 2026: Ketika Toleransi Diwujudkan Lewat Perjumpaan, Bukan Sekadar Seruan

    The Wonder of Harmony 2026: Ketika Toleransi Diwujudkan Lewat Perjumpaan, Bukan Sekadar Seruan

    Cegah Radikalisme dan Intoleransi, Pelajar Lintas Agama di Paser DIperkuat Moderasi Beragama

    Cegah Radikalisme dan Intoleransi, Pelajar Lintas Agama di Paser DIperkuat Moderasi Beragama

    Moderasi Beragama Miliki Posisi Strategis Jaga Kehidupan Berbangsa dan Bernegara di Tengah Keberagaman Indonesia

    Moderasi Beragama Miliki Posisi Strategis Jaga Kehidupan Berbangsa dan Bernegara di Tengah Keberagaman Indonesia

    Pelantikan Sederhana di Al-Hamid, Pesan Gus Kikin ke Pengurus NU: Jaga Pesantren, Jaga Negeri

    Pelantikan Sederhana di Al-Hamid, Pesan Gus Kikin ke Pengurus NU: Jaga Pesantren, Jaga Negeri

    Perkuat Kesiapsiagaan Nasional, BNPT Ajukan Rancangan Perpres Level Ancaman Terorisme

    Unila Gandeng BNPT dan NII Crisis Center Bentengi Mahasiswa dari Radikalisme Digital

    Deradikalisasi Jangan Hanya Buat Eks Napiter, Tapi Juga Keluarganya

    Deradikalisasi Jangan Hanya Buat Eks Napiter, Tapi Juga Keluarganya

    Jelang Pemilu, Masyarakat Diajak Eratkan Ukhuwah Insaniyah Lewat Para Dai

    Tabayyun di Era AI: Pesan Kiai Cholil untuk Santri dan Orang Tua

    Enam Orang Terpapar Radikalisme Dibina, Kesbangpol Papua Barat Daya Perkuat Pencegahan

    Enam Orang Terpapar Radikalisme Dibina, Kesbangpol Papua Barat Daya Perkuat Pencegahan

    Trending Tags

    • Religi
      Menag Nasaruddin: Meneladani Nabi Juga Berarti Menjaga Alam

      Menag Nasaruddin: Meneladani Nabi Juga Berarti Menjaga Alam

      Maulid Nabi 1448 H, Menag Ajak Umat Teladani Rasulullah dalam Merawat Toleransi

      Maulid Nabi 1448 H, Menag Ajak Umat Teladani Rasulullah dalam Merawat Toleransi

      Ditjen Bimas Hindu Angkat Filosofi Lawar sebagai Simbol Persatuan dalam Keberagaman

      Ditjen Bimas Hindu Angkat Filosofi Lawar sebagai Simbol Persatuan dalam Keberagaman

      Kemenag Papua: Semangat Galungan Perkuat Toleransi, Harmoni Sosial, dan Bijak Bermedia Digital

      Kemenag Papua: Semangat Galungan Perkuat Toleransi, Harmoni Sosial, dan Bijak Bermedia Digital

      Penyuluh Agama Didorong Aktif Sebarkan Moderasi di Ruang Digital

      Penyuluh Agama Didorong Aktif Sebarkan Moderasi di Ruang Digital

      Potret Harmoni di Banyuwangi, Banser Bantu Amankan Perayaan Galungan-Kuningan

      Potret Harmoni di Banyuwangi, Banser Bantu Amankan Perayaan Galungan-Kuningan

      Sambut 1 Muharram, Wali Kota Bogor Tekankan Pentingnya Menjaga Toleransi di Tengah Keberagaman

      Sambut 1 Muharram, Wali Kota Bogor Tekankan Pentingnya Menjaga Toleransi di Tengah Keberagaman

      Imam Masjid Berperan Penting Menjaga Islam Moderat dan Perdamaian

      Imam Masjid Berperan Penting Menjaga Islam Moderat dan Perdamaian

      Kelenteng Kong Miao Litang Tak Hanya Tempat Ibadah, Tapi Simbol Keberagaman dan Toleransi

      Kelenteng Kong Miao Litang Tak Hanya Tempat Ibadah, Tapi Simbol Keberagaman dan Toleransi

    • Olahraga
      • All
      • Beladiri
      • Bola
      • Otomotif
      • Raket
      Harry Kane Raih Ballon d’Or 2026, Kalahkan Mbappe dan Yamal!

      Harry Kane Raih Ballon d’Or 2026, Kalahkan Mbappe dan Yamal!

      Persija Comeback, Taklukkan Persik 2-1 di JIS

      Persija Comeback, Taklukkan Persik 2-1 di JIS

      Mbappe Brace, Real Madrid Menang 2-1 atas Barcelona di El Clasico

      Mbappe Brace, Real Madrid Menang 2-1 atas Barcelona di El Clasico

      Liverpool Menang 2-0 atas Brighton, Masuk Empat Besar Premier League

      Liverpool Menang 2-0 atas Brighton, Masuk Empat Besar Premier League

      Tumbang 0-3 dari Bournemouth di Old Trafford, MU Tanpa Kemenangan dalam 8 Laga

      Tumbang 0-3 dari Bournemouth di Old Trafford, MU Tanpa Kemenangan dalam 8 Laga

      Adam Alis Jadi Pahlawan, Persib Curi 3 Poin dari Kandang Garudayaksa

      Adam Alis Jadi Pahlawan, Persib Curi 3 Poin dari Kandang Garudayaksa

      Ronaldo Jadi Pesepakbola Pertama dengan Harta Rp 36 Triliun, Dua Kali Lipat Messi

      Ronaldo Jadi Pesepakbola Pertama dengan Harta Rp 36 Triliun, Dua Kali Lipat Messi

      Como 1907 Hancurkan Manchester United 4-1, Nico Paz Cetak Brace di Liga Champions

      Como 1907 Hancurkan Manchester United 4-1, Nico Paz Cetak Brace di Liga Champions

      Dibantai Lazio 0-3 di Kandang, Juventus Tertahan di Posisi Kedelapan

      Dibantai Lazio 0-3 di Kandang, Juventus Tertahan di Posisi Kedelapan

    • Budaya
    • Lifestyle
      Roberto Carlos Bantah Jadi Mualaf, Ungkap Pernikahan Digelar dengan Dua Ritus

      Roberto Carlos Bantah Jadi Mualaf, Ungkap Pernikahan Digelar dengan Dua Ritus

      Nikahi Wanita Keturunan Maroko-Lebanon, Roberto Carlos Mualaf?

      Nikahi Wanita Keturunan Maroko-Lebanon, Roberto Carlos Mualaf?

      Denada Buka Suara, Akui Ressa Anak Kandung dan Sampaikan Permohonan Maaf

      Denada Buka Suara, Akui Ressa Anak Kandung dan Sampaikan Permohonan Maaf

      Ridwan Kamil Sampaikan Klarifikasi Publik Usai Resmi Cerai dari Atalia

      Ridwan Kamil Sampaikan Klarifikasi Publik Usai Resmi Cerai dari Atalia

      Sir David Beckham Resmi Dianugerahi Gelar Ksatria oleh Raja Charles III

      Sir David Beckham Resmi Dianugerahi Gelar Ksatria oleh Raja Charles III

      David Beckham: Dari Lapangan Hijau ke Kerajaan Bisnis Bernilai Triliunan

      David Beckham: Dari Lapangan Hijau ke Kerajaan Bisnis Bernilai Triliunan

      Artis Onadio Leonardo Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba, Ditemukan Ganja Saat Penggeledahan

      Artis Onadio Leonardo Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba, Ditemukan Ganja Saat Penggeledahan

      8 Tahun Terlihat Harmonis, Raisa Gugat Cerai Hamish Daud

      8 Tahun Terlihat Harmonis, Raisa Gugat Cerai Hamish Daud

      Mantap Dalami Islam, Celine Evangelista: “Perubahan Ini Lahir dari Hati yang Tenang”

      Mantap Dalami Islam, Celine Evangelista: “Perubahan Ini Lahir dari Hati yang Tenang”

      Trending Tags

      • Opini
        MotoGP Mandalika 2026 Aman Terkendali, Bukti Hasil Sinergi Aparat Menjaga Ruang Nyata dan Ruang Digital dari Potensi Ancaman Teror

        MotoGP Mandalika 2026 Aman Terkendali, Bukti Hasil Sinergi Aparat Menjaga Ruang Nyata dan Ruang Digital dari Potensi Ancaman Teror

        Jaga MotoGP Mandalika dari Upaya Kelompok Anti-NKRI

        Jaga MotoGP Mandalika dari Upaya Kelompok Anti-NKRI

        TRADISI DAN BUDAYA LOMBOK: BENTENG PALING AMPUH TANGKAL PROVOKASI RADIKAL DI BALIK GEMURUH MOTOGP MANDALIKA

        TRADISI DAN BUDAYA LOMBOK: BENTENG PALING AMPUH TANGKAL PROVOKASI RADIKAL DI BALIK GEMURUH MOTOGP MANDALIKA

        Jelang MotoGP Mandalika: Merajut Kebersamaan dan Kedamaian Untuk Mewujudkan Kebangsaan Nasional

        Jelang MotoGP Mandalika: Merajut Kebersamaan dan Kedamaian Untuk Mewujudkan Kebangsaan Nasional

        MBG dan Gempa NTT: Langkah Nyata untuk Korban Bencana

        MBG dan Gempa NTT: Langkah Nyata untuk Korban Bencana

        Dampak Ekonomi MBG di Bawah Kendali Pimpinan BGN Baru

        Dampak Ekonomi MBG di Bawah Kendali Pimpinan BGN Baru

        Hantu Keracunan Kembali Hadir Saat MBG Pasca Libur Sekolah: Menunggu Janji Zero Tolerance BGN

        Hantu Keracunan Kembali Hadir Saat MBG Pasca Libur Sekolah: Menunggu Janji Zero Tolerance BGN

        Mencari Formula Ideal Program MBG: SPPG, Kantin Sekolah, Posyandu, dan Pesantren

        Mencari Formula Ideal Program MBG: SPPG, Kantin Sekolah, Posyandu, dan Pesantren

        Membaca Gebrakan Pertama Kepala BGN: Langkah Tegas dan Masa Depan MBG

        Membaca Gebrakan Pertama Kepala BGN: Langkah Tegas dan Masa Depan MBG

        Trending Tags

        No Result
        View All Result
        moderat.id
        No Result
        View All Result
        Home News Nasional

        Pengamat UI: Waspadai Propaganda Ekstrem yang Membajak Isu Geopolitik Global

        by admin
        October 27, 2026
        in Nasional, News
        0
        Pengarusutamaan Pancasila Sebagai Vaksinasi Intoleransi, Radikalisme dan Terorisme

        Muhammad Syauqillah

        530
        SHARES
        1.5k
        VIEWS
        Share on FacebookShare on Twitter

        JAKARTA – Solidaritas terhadap konflik di luar negeri dapat menjadi pintu masuk bagi propaganda ekstrem ketika isu kemanusiaan dan geopolitik dimanfaatkan untuk menyebarkan kebencian, mendelegitimasi pemerintah, hingga menawarkan perubahan sistem kenegaraan. Di tengah derasnya arus informasi global, masyarakat Indonesia perlu membedakan kepedulian terhadap penderitaan manusia dari narasi yang sengaja diarahkan untuk memicu perpecahan di dalam negeri.

        Pengamat keamanan dan terorisme pada Kajian Terorisme, Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (UI), Muhamad Syauqillah, Ph.D., mengingatkan bahwa kelompok ekstrem kerap memanfaatkan dinamika politik internasional untuk memperluas pengaruh ideologinya. Berbagai konflik dan persoalan politik di luar negeri dapat dikemas ulang menjadi propaganda yang seolah-olah membuktikan kegagalan sistem pemerintahan yang berlaku di Indonesia.

        Menurut Syauqillah, pola tersebut bukan hal baru. Narasi mengenai konflik di Timur Tengah, termasuk dinamika Houthi-Arab Saudi dan pengalaman Arab Spring, kerap dijadikan bahan untuk membangun pesan ideologis yang kemudian disesuaikan dengan kondisi politik Indonesia.

        “Propaganda seperti ini sebenarnya adalah template. Tawarannya selalu merespons seperti dinamika di Suriah atau saat fenomena Arab Spring, lalu diimpor dengan berbagai varian ideologi yang melatarbelakanginya,” ujar Syauqillah di Jakarta, Selasa (27/10/2026).

        Ia menjelaskan, kedekatan kultural dan hubungan keagamaan membuat masyarakat Indonesia memiliki perhatian besar terhadap perkembangan di Timur Tengah. Solidaritas tersebut pada dasarnya merupakan bagian dari kepedulian terhadap sesama. Namun, perhatian publik dapat dieksploitasi apabila informasi yang beredar sengaja diarahkan untuk membangun sentimen politik dan menyebarkan ideologi ekstrem.

        “Mereka memanfaatkan isu ini karena solidaritas, yang kemudian digunakan untuk mengapitalisasi gerakan dan mempropaganda masyarakat, dan hal ini menjadi tantangan dari tahun ke tahun bagi negara,” papar alumnus program doktor Universitas Marmara, Turki, tersebut.

        Dalam pola propaganda itu, persoalan di negara lain tidak lagi ditempatkan semata-mata sebagai persoalan sejarah, politik, atau kemanusiaan. Konflik justru dijadikan alat untuk menanamkan anggapan bahwa sistem pemerintahan yang berlaku harus ditolak dan diganti dengan satu model politik tertentu, termasuk gagasan khilafah.

        Syauqillah mengingatkan agar masyarakat tidak terburu-buru menarik persoalan geopolitik internasional ke dalam pertarungan politik domestik. Perbedaan sejarah, kondisi sosial, dan sistem politik setiap negara perlu dipahami secara proporsional agar pengalaman di luar negeri tidak digunakan untuk membenarkan agenda yang berpotensi memecah belah masyarakat Indonesia.

        Komunikasi pemerintah dan literasi publik perlu diperkuat

        Untuk mengantisipasi penyebaran propaganda tersebut, Syauqillah menilai pemerintah perlu mengambil langkah strategis melalui komunikasi publik yang jelas dan terarah. Setidaknya ada tiga pendekatan yang dapat diperkuat.

        Pertama, pemerintah perlu menyampaikan posisi Indonesia secara jelas dalam merespons dinamika geopolitik internasional. Penjelasan yang konsisten dapat membantu masyarakat memahami sikap politik pemerintah sekaligus memberikan konteks terhadap perkembangan yang sedang terjadi.

        Kedua, masyarakat perlu didorong untuk menyikapi isu internasional secara proporsional. Perhatian terhadap konflik global tetap penting, tetapi jangan sampai informasi yang terus berulang menghabiskan energi publik dan mengaburkan kebutuhan untuk menyelesaikan persoalan di dalam negeri.

        Ketiga, pemerintah perlu memperkuat komunikasi publik yang mampu menjawab keresahan masyarakat. Informasi yang terbuka, terukur, dan mudah dipahami dapat membantu mengurangi ruang bagi narasi manipulatif, terutama ketika muncul ketidakpuasan terhadap kebijakan atau pengelolaan pemerintahan.

        “Publik harus diberi pemahaman agar tidak terjebak mengimpor isu dari luar yang pada akhirnya menimbulkan perpecahan dan gesekan sosial politik di Indonesia,” tegas Syauqillah.

        Ia juga menekankan pentingnya pendekatan komunikasi yang tepat dalam upaya pencegahan ekstremisme di tingkat masyarakat. Penyampaian pesan pencegahan tidak boleh dilakukan secara serampangan, terlebih ketika menyangkut sentimen agama dan konflik internasional yang sensitif.

        Menurutnya, narasi yang tidak disampaikan dengan hati-hati justru berisiko memperbesar kesalahpahaman. Karena itu, edukasi perlu mengedepankan penjelasan yang masuk akal, menghormati perbedaan pandangan, serta membantu masyarakat mengenali cara kerja propaganda tanpa menimbulkan stigma terhadap kelompok agama tertentu.

        Ketidakpuasan masyarakat terhadap pemerintah juga perlu ditempatkan dalam konteks yang tepat. Kritik terhadap kebijakan merupakan bagian dari kehidupan demokrasi, tetapi sentimen tersebut dapat dimanfaatkan oleh kelompok tertentu apabila tidak diimbangi informasi yang memadai dan ruang dialog yang sehat.

        “Kita harus menegaskan bahwa konflik di luar jangan sampai berimbas ke Indonesia,” kata Syauqillah.

        Syauqillah menegaskan bahwa masyarakat tetap memiliki hak untuk menyampaikan pendapat, termasuk mengkritik pemerintah dan menyatakan ketidaksetujuan terhadap perkembangan politik nasional maupun internasional. Namun, ekspresi politik tersebut harus tetap mengedepankan rasionalitas, persatuan, dan perdamaian.

        Ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah tidak semestinya dijadikan pembenaran untuk mendorong kekerasan, memicu permusuhan antarkelompok, atau mengembangkan agenda disintegrasi. Perbedaan pandangan perlu disalurkan melalui mekanisme demokratis yang tersedia.

        Masyarakat dapat menyampaikan kritik melalui partai politik, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), tulisan, diskusi publik, maupun saluran demokratis lainnya. Dengan cara tersebut, aspirasi tetap dapat disuarakan tanpa harus merusak hubungan sosial atau mengancam keselamatan orang lain.

        “Tapi ketika Anda mengintrodusir kekerasan, ketidakdamaian, perpecahan, hingga wacana penggantian sistem dengan khilafah, itu yang tidak kita inginkan,” tandasnya.

        Peringatan tersebut menegaskan pentingnya membangun ketahanan masyarakat terhadap propaganda tanpa menutup ruang kritik. Kepedulian terhadap konflik internasional tetap dapat disalurkan melalui solidaritas kemanusiaan, dukungan terhadap perdamaian, dan penyebaran informasi yang bertanggung jawab.

        Tags: Geopolitik Globalideologi ekstremkonflik timur tengahMuhammad Syauqillahpropaganda ekstrem
        Share212Tweet133Share53
        moderat.id

        Copyright © 2019

        Navigate Site

        • Privacy & Policy
        • Contact
        • About

        Follow Us

        No Result
        View All Result
        • Home
        • Entertainment/Lifestyle
        • Olahraga
        • Otomotif
        • Lifestyle
        • News
          • Internasional
          • Nasional
          • Politik
          • Ekonomi
        • Religi

        Copyright © 2019