JAKARTA – Langkah Presiden Prabowo Subianto mengevaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat dukungan dari sejumlah kalangan. Evaluasi tersebut dinilai sebagai upaya memperkuat tata kelola program strategis nasional agar berjalan lebih efektif, akuntabel, dan tepat sasaran.
Pengamat politik Jerry Massie menilai kebijakan evaluasi mencerminkan komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas pelaksanaan program yang menyangkut kepentingan masyarakat luas, khususnya peningkatan kualitas generasi muda Indonesia.
Menurutnya, program dengan skala besar seperti MBG membutuhkan pengawasan yang kuat dan didukung sumber daya manusia yang mampu bekerja secara profesional.
“Presiden Prabowo menunjukkan ketegasan sebagai seorang pemimpin. Jika ada pihak yang dianggap tidak mampu menjalankan tugas dengan baik, maka evaluasi adalah langkah yang tepat demi menjaga keberhasilan program strategis nasional,” ujar Jerry dalam keterangannya, Kamis (11/6/2026).
Ia menambahkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia sehingga setiap hambatan dalam pelaksanaannya perlu segera diperbaiki.
“Program ini menyangkut masa depan generasi bangsa. Karena itu, Presiden harus memastikan seluruh jajaran bekerja profesional dan bertanggung jawab,” katanya.
Dukungan terhadap langkah evaluasi juga disampaikan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Organisasi tersebut menilai pembenahan tata kelola menjadi bagian penting untuk memperkuat integritas penyelenggaraan program pemerintah sekaligus meningkatkan kepercayaan publik.
Sekretaris Jenderal MUI, Amirsyah Tambunan, mengatakan upaya perbaikan yang dilakukan pemerintah layak mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat.
“Kita perlu memberikan satu apresiasi kepada Presiden untuk melakukan bersih-bersih,” ujarnya.
Menurut Amirsyah, penguatan tata kelola harus berjalan seiring dengan penegakan hukum yang adil terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.
“Kami mendukung langkah-langkah hukum yang tegas. Siapa pun yang bersalah harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Senada dengan itu, Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15, Bambang Soesatyo, menilai evaluasi dan perombakan jajaran pimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memastikan keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis.
Menurut Bamsoet, perubahan kepemimpinan perlu dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat sistem kerja dan meningkatkan efektivitas pelaksanaan program di lapangan.
“Langkah Presiden Prabowo melakukan perombakan pimpinan merupakan bentuk keseriusan pemerintah memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai harapan masyarakat,” ungkap Bamsoet.
Ia berharap pembenahan yang dilakukan tidak berhenti pada pergantian personel, tetapi juga diikuti dengan penguatan sistem pengawasan dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Perubahan ini harus menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan pengawasan, serta memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan lebih baik,” pungkasnya.
Evaluasi yang dilakukan pemerintah dinilai menjadi bagian dari upaya memastikan Program Makan Bergizi Gratis mampu mencapai tujuan utamanya, yakni meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia secara berkelanjutan.
































































