Madrid – Real Madrid resmi memulai babak baru dengan menunjuk Jose Mourinho sebagai pelatih kepala untuk musim depan. Kembalinya pelatih asal Portugal itu menandai reuni setelah lebih dari satu dekade berpisah dengan klub raksasa Spanyol tersebut.
Pengumuman resmi disampaikan klub pada Kamis (11/6/2026) waktu setempat. Dalam pernyataannya, Real Madrid mengontrak Mourinho selama tiga musim hingga 30 Juni 2029.
Mourinho dijadwalkan mulai memimpin latihan pada 13 Juli mendatang bertepatan dengan dimulainya agenda pramusim. Untuk mendapatkan jasa pelatih berusia 63 tahun itu, Real Madrid dikabarkan harus menebus klausul kontraknya di Benfica senilai 15 juta euro karena masih terikat hingga 2027.
Kepulangan Mourinho tidak sekadar menjadi nostalgia. Manajemen Los Blancos memberikan mandat besar kepadanya untuk mengembalikan dominasi klub setelah gagal meraih satu pun trofi bergengsi dalam dua musim terakhir.
Periode sulit tersebut terjadi di bawah kepemimpinan Carlo Ancelotti, Xabi Alonso, hingga Alvaro Arbeloa yang belum mampu membawa Madrid kembali ke puncak kejayaan. Kondisi itu membuat Presiden Florentino Perez akhirnya menjatuhkan pilihan kepada Mourinho, sosok yang dikenal memiliki karakter kuat dalam membangun mental juara.
Ini menjadi periode kedua Mourinho menangani Real Madrid. Pada masa kepemimpinan pertamanya antara 2010 hingga 2013, ia sukses mempersembahkan tiga gelar, yakni LaLiga, Copa del Rey, dan Piala Super Spanyol.
Meski gagal mengantar Madrid menjuarai Liga Champions, Mourinho kala itu berhasil membangun fondasi tim yang kemudian menjadi cikal bakal dominasi Los Blancos di Eropa beberapa tahun setelah kepergiannya.
Pengalaman panjang di berbagai liga elite Eropa menjadi modal berharga bagi Mourinho. Setelah meninggalkan Madrid, ia sempat melatih Chelsea, Manchester United, Tottenham Hotspur, AS Roma, hingga Benfica.
Bersama Benfica pada musim lalu, Mourinho mencatatkan rekor impresif dengan membawa timnya tidak terkalahkan di kompetisi domestik. Namun, hasil itu belum cukup untuk mengantarkan Benfica menjadi juara karena hanya mampu finis di posisi ketiga di bawah Porto dan Sporting CP.
Trofi terakhir yang diraih Mourinho adalah UEFA Conference League bersama AS Roma pada 2022. Sementara gelar liga terakhirnya diperoleh saat membawa Chelsea menjuarai Premier League musim 2014/2015.
Kini, tantangan yang lebih besar menantinya di Santiago Bernabeu. Di tengah ekspektasi tinggi suporter dan tekanan untuk segera meraih prestasi, Mourinho diharapkan mampu mengembalikan identitas Real Madrid sebagai klub yang selalu bersaing di level tertinggi, baik di kompetisi domestik maupun Eropa.
Reuni antara Real Madrid dan Jose Mourinho pun menjadi salah satu cerita paling menarik dalam bursa pelatih musim ini. Publik kini menanti apakah “The Special One” mampu kembali menorehkan sejarah dan mengakhiri paceklik gelar yang dialami Los Blancos dalam dua musim terakhir.
































































