Jakarta – Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda antara Banten dan Lampung meletus Jumat malam 10 April 2020. Informasi yang disiarkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) ketinggian letusan kolom abu mencapai 500 meter di atas puncak permukaan laut.
Berdasarkan informasi dari situs Magma Kementerian ESDM, letusan Gunung Anak Krakatau terjadi pada Jumat (10/4/2020) malam. Letusan pertama terjadi pukul 21.58 WIB.
“Terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau pada hari Jumat, 10 April 2020, pukul 21.58 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 200 m di atas puncak (± 357 m di atas permukaan laut),” tulis situs tersebut.
Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah selatan. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitude maksimum 40 mm dan durasi 72 detik.
Data PVMBG, tingka aktivitas Gunung Anak Krakatau pada Level II (Waspada) sejak 25 Maret 2019. Gunung api berketinggian 157 m dpl ini mengalami peningkatan aktivitas vulkanik sejak 18 Juni 2018 dan diikuti rangkaian erupsi pada periode September 2018 hingga Februari 2019.
Letusan terakhir sebelumnya terjadi pada 18 Maret 2020 dengan tinggi kolom erupsi 300 meter di atas puncak. PVMBG meminta masyarakat/wisatawan tidak mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah.(FER)

































































