• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Politik
  • Lifestyle
Kayak Dagelan, Munculnya Romantisme Sejarah Kejayaan Masa Lalu Bisa Picu Konflik Sosial

Kayak Dagelan, Munculnya Romantisme Sejarah Kejayaan Masa Lalu Bisa Picu Konflik Sosial

January 30, 2020
Sekjen MUI: Ukhuwah Harus Diutamakan

Semangat Sumpah Pemuda Relevan untuk Menangkal Provokasi dan Perpecahan

October 28, 2026
Tokoh Agama Berperan Strategis Rawat Toleransi dan Moderasi Ciptakan Lingkungan Aman dan Damai

Tokoh Agama Berperan Strategis Rawat Toleransi dan Moderasi Ciptakan Lingkungan Aman dan Damai

October 28, 2026
Cegah Radikalisme, PWNU DKI Tekankan Toleransi Berbasis Keadilan dan Kesetaraan

Cegah Radikalisme, PWNU DKI Tekankan Toleransi Berbasis Keadilan dan Kesetaraan

October 28, 2026
Cegah Ekstremisme Digital, Densus 88 dan Pemkot Tanjungpinang Perkuat Sinergi dan Kolaborasi

Cegah Ekstremisme Digital, Densus 88 dan Pemkot Tanjungpinang Perkuat Sinergi dan Kolaborasi

October 28, 2026
Indonesia–Vatikan Perkuat Dialog Lintas Agama untuk Perdamaian Global

Indonesia–Vatikan Perkuat Dialog Lintas Agama untuk Perdamaian Global

October 28, 2026
Moderasi Beragama Tak Cukup Sebagai Wacana Akademik Tapi Harus Diwujudkan Dalam Cara Masyarakat Sikapi Perbedaan

Moderasi Beragama Tak Cukup Sebagai Wacana Akademik Tapi Harus Diwujudkan Dalam Cara Masyarakat Sikapi Perbedaan

October 28, 2026
Pengarusutamaan Pancasila Sebagai Vaksinasi Intoleransi, Radikalisme dan Terorisme

Pengamat UI: Waspadai Propaganda Ekstrem yang Membajak Isu Geopolitik Global

October 27, 2026
Harry Kane Raih Ballon d’Or 2026, Kalahkan Mbappe dan Yamal!

Harry Kane Raih Ballon d’Or 2026, Kalahkan Mbappe dan Yamal!

October 27, 2026
Persija Comeback, Taklukkan Persik 2-1 di JIS

Persija Comeback, Taklukkan Persik 2-1 di JIS

October 27, 2026
The Wonder of Harmony 2026: Ketika Toleransi Diwujudkan Lewat Perjumpaan, Bukan Sekadar Seruan

The Wonder of Harmony 2026: Ketika Toleransi Diwujudkan Lewat Perjumpaan, Bukan Sekadar Seruan

October 27, 2026
Cegah Radikalisme dan Intoleransi, Pelajar Lintas Agama di Paser DIperkuat Moderasi Beragama

Cegah Radikalisme dan Intoleransi, Pelajar Lintas Agama di Paser DIperkuat Moderasi Beragama

October 27, 2026
Moderasi Beragama Miliki Posisi Strategis Jaga Kehidupan Berbangsa dan Bernegara di Tengah Keberagaman Indonesia

Moderasi Beragama Miliki Posisi Strategis Jaga Kehidupan Berbangsa dan Bernegara di Tengah Keberagaman Indonesia

October 27, 2026
moderat.id
  • Home
  • News
    • All
    • Daerah
    • Ekonomi
    • Internasional
    • Nasional
    • Politik
    Sekjen MUI: Ukhuwah Harus Diutamakan

    Semangat Sumpah Pemuda Relevan untuk Menangkal Provokasi dan Perpecahan

    Tokoh Agama Berperan Strategis Rawat Toleransi dan Moderasi Ciptakan Lingkungan Aman dan Damai

    Tokoh Agama Berperan Strategis Rawat Toleransi dan Moderasi Ciptakan Lingkungan Aman dan Damai

    Cegah Radikalisme, PWNU DKI Tekankan Toleransi Berbasis Keadilan dan Kesetaraan

    Cegah Radikalisme, PWNU DKI Tekankan Toleransi Berbasis Keadilan dan Kesetaraan

    Cegah Ekstremisme Digital, Densus 88 dan Pemkot Tanjungpinang Perkuat Sinergi dan Kolaborasi

    Cegah Ekstremisme Digital, Densus 88 dan Pemkot Tanjungpinang Perkuat Sinergi dan Kolaborasi

    Indonesia–Vatikan Perkuat Dialog Lintas Agama untuk Perdamaian Global

    Indonesia–Vatikan Perkuat Dialog Lintas Agama untuk Perdamaian Global

    Moderasi Beragama Tak Cukup Sebagai Wacana Akademik Tapi Harus Diwujudkan Dalam Cara Masyarakat Sikapi Perbedaan

    Moderasi Beragama Tak Cukup Sebagai Wacana Akademik Tapi Harus Diwujudkan Dalam Cara Masyarakat Sikapi Perbedaan

    Pengarusutamaan Pancasila Sebagai Vaksinasi Intoleransi, Radikalisme dan Terorisme

    Pengamat UI: Waspadai Propaganda Ekstrem yang Membajak Isu Geopolitik Global

    The Wonder of Harmony 2026: Ketika Toleransi Diwujudkan Lewat Perjumpaan, Bukan Sekadar Seruan

    The Wonder of Harmony 2026: Ketika Toleransi Diwujudkan Lewat Perjumpaan, Bukan Sekadar Seruan

    Cegah Radikalisme dan Intoleransi, Pelajar Lintas Agama di Paser DIperkuat Moderasi Beragama

    Cegah Radikalisme dan Intoleransi, Pelajar Lintas Agama di Paser DIperkuat Moderasi Beragama

    Trending Tags

    • Religi
      Menag Nasaruddin: Meneladani Nabi Juga Berarti Menjaga Alam

      Menag Nasaruddin: Meneladani Nabi Juga Berarti Menjaga Alam

      Maulid Nabi 1448 H, Menag Ajak Umat Teladani Rasulullah dalam Merawat Toleransi

      Maulid Nabi 1448 H, Menag Ajak Umat Teladani Rasulullah dalam Merawat Toleransi

      Ditjen Bimas Hindu Angkat Filosofi Lawar sebagai Simbol Persatuan dalam Keberagaman

      Ditjen Bimas Hindu Angkat Filosofi Lawar sebagai Simbol Persatuan dalam Keberagaman

      Kemenag Papua: Semangat Galungan Perkuat Toleransi, Harmoni Sosial, dan Bijak Bermedia Digital

      Kemenag Papua: Semangat Galungan Perkuat Toleransi, Harmoni Sosial, dan Bijak Bermedia Digital

      Penyuluh Agama Didorong Aktif Sebarkan Moderasi di Ruang Digital

      Penyuluh Agama Didorong Aktif Sebarkan Moderasi di Ruang Digital

      Potret Harmoni di Banyuwangi, Banser Bantu Amankan Perayaan Galungan-Kuningan

      Potret Harmoni di Banyuwangi, Banser Bantu Amankan Perayaan Galungan-Kuningan

      Sambut 1 Muharram, Wali Kota Bogor Tekankan Pentingnya Menjaga Toleransi di Tengah Keberagaman

      Sambut 1 Muharram, Wali Kota Bogor Tekankan Pentingnya Menjaga Toleransi di Tengah Keberagaman

      Imam Masjid Berperan Penting Menjaga Islam Moderat dan Perdamaian

      Imam Masjid Berperan Penting Menjaga Islam Moderat dan Perdamaian

      Kelenteng Kong Miao Litang Tak Hanya Tempat Ibadah, Tapi Simbol Keberagaman dan Toleransi

      Kelenteng Kong Miao Litang Tak Hanya Tempat Ibadah, Tapi Simbol Keberagaman dan Toleransi

    • Olahraga
      • All
      • Beladiri
      • Bola
      • Otomotif
      • Raket
      Harry Kane Raih Ballon d’Or 2026, Kalahkan Mbappe dan Yamal!

      Harry Kane Raih Ballon d’Or 2026, Kalahkan Mbappe dan Yamal!

      Persija Comeback, Taklukkan Persik 2-1 di JIS

      Persija Comeback, Taklukkan Persik 2-1 di JIS

      Mbappe Brace, Real Madrid Menang 2-1 atas Barcelona di El Clasico

      Mbappe Brace, Real Madrid Menang 2-1 atas Barcelona di El Clasico

      Liverpool Menang 2-0 atas Brighton, Masuk Empat Besar Premier League

      Liverpool Menang 2-0 atas Brighton, Masuk Empat Besar Premier League

      Tumbang 0-3 dari Bournemouth di Old Trafford, MU Tanpa Kemenangan dalam 8 Laga

      Tumbang 0-3 dari Bournemouth di Old Trafford, MU Tanpa Kemenangan dalam 8 Laga

      Adam Alis Jadi Pahlawan, Persib Curi 3 Poin dari Kandang Garudayaksa

      Adam Alis Jadi Pahlawan, Persib Curi 3 Poin dari Kandang Garudayaksa

      Ronaldo Jadi Pesepakbola Pertama dengan Harta Rp 36 Triliun, Dua Kali Lipat Messi

      Ronaldo Jadi Pesepakbola Pertama dengan Harta Rp 36 Triliun, Dua Kali Lipat Messi

      Como 1907 Hancurkan Manchester United 4-1, Nico Paz Cetak Brace di Liga Champions

      Como 1907 Hancurkan Manchester United 4-1, Nico Paz Cetak Brace di Liga Champions

      Dibantai Lazio 0-3 di Kandang, Juventus Tertahan di Posisi Kedelapan

      Dibantai Lazio 0-3 di Kandang, Juventus Tertahan di Posisi Kedelapan

    • Budaya
    • Lifestyle
      Roberto Carlos Bantah Jadi Mualaf, Ungkap Pernikahan Digelar dengan Dua Ritus

      Roberto Carlos Bantah Jadi Mualaf, Ungkap Pernikahan Digelar dengan Dua Ritus

      Nikahi Wanita Keturunan Maroko-Lebanon, Roberto Carlos Mualaf?

      Nikahi Wanita Keturunan Maroko-Lebanon, Roberto Carlos Mualaf?

      Denada Buka Suara, Akui Ressa Anak Kandung dan Sampaikan Permohonan Maaf

      Denada Buka Suara, Akui Ressa Anak Kandung dan Sampaikan Permohonan Maaf

      Ridwan Kamil Sampaikan Klarifikasi Publik Usai Resmi Cerai dari Atalia

      Ridwan Kamil Sampaikan Klarifikasi Publik Usai Resmi Cerai dari Atalia

      Sir David Beckham Resmi Dianugerahi Gelar Ksatria oleh Raja Charles III

      Sir David Beckham Resmi Dianugerahi Gelar Ksatria oleh Raja Charles III

      David Beckham: Dari Lapangan Hijau ke Kerajaan Bisnis Bernilai Triliunan

      David Beckham: Dari Lapangan Hijau ke Kerajaan Bisnis Bernilai Triliunan

      Artis Onadio Leonardo Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba, Ditemukan Ganja Saat Penggeledahan

      Artis Onadio Leonardo Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba, Ditemukan Ganja Saat Penggeledahan

      8 Tahun Terlihat Harmonis, Raisa Gugat Cerai Hamish Daud

      8 Tahun Terlihat Harmonis, Raisa Gugat Cerai Hamish Daud

      Mantap Dalami Islam, Celine Evangelista: “Perubahan Ini Lahir dari Hati yang Tenang”

      Mantap Dalami Islam, Celine Evangelista: “Perubahan Ini Lahir dari Hati yang Tenang”

      Trending Tags

      • Opini
        MotoGP Mandalika 2026 Aman Terkendali, Bukti Hasil Sinergi Aparat Menjaga Ruang Nyata dan Ruang Digital dari Potensi Ancaman Teror

        MotoGP Mandalika 2026 Aman Terkendali, Bukti Hasil Sinergi Aparat Menjaga Ruang Nyata dan Ruang Digital dari Potensi Ancaman Teror

        Jaga MotoGP Mandalika dari Upaya Kelompok Anti-NKRI

        Jaga MotoGP Mandalika dari Upaya Kelompok Anti-NKRI

        TRADISI DAN BUDAYA LOMBOK: BENTENG PALING AMPUH TANGKAL PROVOKASI RADIKAL DI BALIK GEMURUH MOTOGP MANDALIKA

        TRADISI DAN BUDAYA LOMBOK: BENTENG PALING AMPUH TANGKAL PROVOKASI RADIKAL DI BALIK GEMURUH MOTOGP MANDALIKA

        Jelang MotoGP Mandalika: Merajut Kebersamaan dan Kedamaian Untuk Mewujudkan Kebangsaan Nasional

        Jelang MotoGP Mandalika: Merajut Kebersamaan dan Kedamaian Untuk Mewujudkan Kebangsaan Nasional

        MBG dan Gempa NTT: Langkah Nyata untuk Korban Bencana

        MBG dan Gempa NTT: Langkah Nyata untuk Korban Bencana

        Dampak Ekonomi MBG di Bawah Kendali Pimpinan BGN Baru

        Dampak Ekonomi MBG di Bawah Kendali Pimpinan BGN Baru

        Hantu Keracunan Kembali Hadir Saat MBG Pasca Libur Sekolah: Menunggu Janji Zero Tolerance BGN

        Hantu Keracunan Kembali Hadir Saat MBG Pasca Libur Sekolah: Menunggu Janji Zero Tolerance BGN

        Mencari Formula Ideal Program MBG: SPPG, Kantin Sekolah, Posyandu, dan Pesantren

        Mencari Formula Ideal Program MBG: SPPG, Kantin Sekolah, Posyandu, dan Pesantren

        Membaca Gebrakan Pertama Kepala BGN: Langkah Tegas dan Masa Depan MBG

        Membaca Gebrakan Pertama Kepala BGN: Langkah Tegas dan Masa Depan MBG

        Trending Tags

        No Result
        View All Result
        moderat.id
        No Result
        View All Result
        Home News Nasional

        Kayak Dagelan, Munculnya Romantisme Sejarah Kejayaan Masa Lalu Bisa Picu Konflik Sosial

        by admin
        January 30, 2020
        in Nasional, News
        0
        Kayak Dagelan, Munculnya Romantisme Sejarah Kejayaan Masa Lalu Bisa Picu Konflik Sosial
        498
        SHARES
        1.4k
        VIEWS
        Share on FacebookShare on Twitter

        Jakarta – Munculnya romantisme sejarah kejayaan masa lalu berupa seperti Keraton Agung Sejagat, Sunda Empire, Kesultanan Selacau, dan lain-lain, kelihatannya memang dagelan. Tapi itu tetap harus diwaspadai, karena munculnya klaim-klaim kekuasaan itu, bisa memicu terjadinya konflik sosial di masyarakat.

        “Walaupun bentuknya adalah sistem pemerintahan alternatif dan kelihatannya seperti dagelan, tapi fenomena ini bisa menjadi alat baca bahwa barangkali tak sedikit masyarakat yang muak dengan politik pemerintahan hari ini. Apalagi diperparah dengan situasi sosial dan ekonomi yang mereka hadapi,” ujar Pengamat Komunikasi Politik Dr. Hendri Satrio di Jakarta, Senin (27/1/2020).

        Menurut Hendri, hal-hal seperti itu sebenarnya bukan hal baru. Sebelumnya juga pernah muncul kerajaan-kerajaan imajinatif dan tak sedikit masyarakat yang percaya dengan imajinasi kejayaan masa lalu. Seperti SwissIndo, yang bisa melunasi hutang Indonesia dan masyarakat, atau harta karun peninggalan masa lalu. Tahun 2002, Menteri Agama Republik Indonesia bahkan menggali Istana Batu Tulis untuk mendapatkan harta karun. Lalu Kerajaan Ubur-Ubur, Gafatar, bahkan Kerajaan Lia Eden yang sempat gempar dengan membawa isu agama.

        “Saya pikir ada dua hal yang memang menjadi pemicu maraknya narasi semacam ini. Pertama kondisi ekonomi dan sosial yang makin rumit bagi masyarakat, mereka butuh alternatif. Kedua literasi sains kita begitu rendah,” ungkap Hendri.

        Selain itu, lanjut Hendri, gejala kerinduan kejayaan masa lalu dengan kembali ke identitas promordial seperti suku, kerajaan yang pernah jaya, bahkan agama serta ras seperti white supremacy di Amerika, supremasi Hindu di India, dan gerakan Neo Nazi di Eropas, merupakan reaksi atas kekecewaan masyarakat. Mereka proses terhadap modernisasi dan globalisasi yang tak kunjung menyejahterakan.

        Founder lembaga survei KedaiKOPI ini juga mengungkapkan, perlu digarisbawahi terkait literasi sains dan nalar kritis masyarakat. Beberapa tahun lalu misalnya atau bahkan hingga sekarang, masih banyak orang percaya flat earth atau teori konspirasi lain. Ini fenomena yang landasannya mirip, yaitu memanfaatkan ketidakmampuan masyarakat mengkonfirmasi suatu narasi dengan landasan sains.

        “Bila flat earth terkait fisika dan astronomi, maka kesultanan dan segala kerajaan itu terkait dengan disiplin ilmu sejarah. Sejarawan-sejarawan kita mesti berbicara dan mengkonfirmasi dagelan ini,” imbuh Hendri.

        Ia menguraikan, mental atau psikologisme masyarakat itu hanyalah sebentuk gejala. Justru hal yang perlu dilihat adalah situasi dan kondisi macam apa yang membuat masyarakat bisa mempercayai itu. Dalam pandangannya, jawabannya bisa terkait fatalisme yang berkombinasi dengan nostalgia, sehingga mereka benar-benar muak dengan situasi yang mereka hadapi hari ini sepeti kondisi sosial, ekonomi, dan seterusnya. Atau mereka butuh alternatif lain, untuk mengubah situasi hidup mereka, yang mana sayangnya tidak perlu ada jawaban atau penjelasan ilmiah atas hal tersebut.

        “Ada alasan kenapa masyarakat kita tak sedikit yang terjebak pada penipuan dengan bentuk MLM atau penipuan cara cepat untuk menjadi kaya yang lain. Apa yang ditawarkan inisiator kerajaan imajinatif itu juga mirip pada pengikutnya yaitu kekuasaan dan kekayaan dengan cara cepat,” tutur akademisi di Universitas Paramadina ini.

        Terkait peran media sosial dalam kasus ini, Hendri menilai sangat kecil. Menurutnya, media sosial memantik masyarakat di Jakarta tahu tentang apa yang terjadi di daerah, bahwa di sana ada orang-orang yang percaya terhadap kerajaan atau kesultanan dari masa lalu. Tapi bukan, sebagai sarana utama mereka mendulang pengikut.

        Ia mengungkapkan, kaum revivalis adalah mereka yang membenci hari ini, mereka bernostalgia pada masa lalu dan membutuhkan penyelamat yang bisa mengantarkan pada kejayaan pada masa lalu tersebut. Sayangnya mereka bernostalgia pada imajinasi, yang bahkan di masa lalunya bukan hanya tidak relevan, tetapi memang tidak ada.

        Hendri melanjutkan, eskalasi post-truth yang terjadi pasca 2013/2014 membuat masyarakat dekat dengan misinformasi dan disinformasi. Ini berkontribusi cukup besar dalam kemunculan-kemunculan klaim kejayaan masa lalu itu, meski bukan variabel utama.

        Ia menguraikan, imbas dari post truth itu ada hubungan dengan hoaks. Itu terlihat dari pendekatan yang dilakukan oleh pelaku-pelakunya (Keraton Djipang, Keraton Agung Sejagat, Sunda Empire). Pertama, melibatkan emosi masyarakat. Kedua, menggabungkan dengan gerakan populer. Bahkan salah satu kerajaan imajinatif ini menggunakan logo mirip Nazi dan bintang Daud, atau Sunda Empire yang menyomot nama NATO. Tujuannya, tentu untuk menyamarkan mana yang fakta dan mana yang fiktif.

        Hendri menegaskan, meski terkesan seperti dagelan, kemunculan orang-orang dengan klaim dan simbol kejayaan masa lalu, harus diwaspadai. Bisa saja hal-hal semacam ini akan ditunggangi kelompok tertentu yang ingin memecah belah Indonesia. Apalagi hoaks dan ujaran kebencian masih menjadi momok bagi bangsa kita.

        “Justru ini glorifikasi karena kita kalah di masa sekarang. Tapi dampaknya bisa akan besar bila glorifikasi ini terus terjadi,” tukas Hendri Satrio.

        Tags: fenomena haluhendri satriokeraton agung sejagatmoderatromantisme masa lalusunda empire
        Share199Tweet125Share50
        • Trending
        • Comments
        • Latest
        Program Makan Bergizi Gratis: Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan dan Memberdayakan Tenaga Kerja Lokal

        Program Makan Bergizi Gratis: Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan dan Memberdayakan Tenaga Kerja Lokal

        November 11, 2025
        Program Makan Bergizi Gratis Gerakkan Ekonomi Petani, Nelayan, dan Peternak

        Program Makan Bergizi Gratis Gerakkan Ekonomi Petani, Nelayan, dan Peternak

        November 6, 2025
        MBG Libur Sekolah: Antara Efisiensi Anggaran dan Kondisi Pasar

        MBG Libur Sekolah: Antara Efisiensi Anggaran dan Kondisi Pasar

        June 30, 2026
        Sekjen MUI: Ukhuwah Harus Diutamakan

        Semangat Sumpah Pemuda Relevan untuk Menangkal Provokasi dan Perpecahan

        0

        Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

        0

        Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

        0
        Sekjen MUI: Ukhuwah Harus Diutamakan

        Semangat Sumpah Pemuda Relevan untuk Menangkal Provokasi dan Perpecahan

        October 28, 2026
        Tokoh Agama Berperan Strategis Rawat Toleransi dan Moderasi Ciptakan Lingkungan Aman dan Damai

        Tokoh Agama Berperan Strategis Rawat Toleransi dan Moderasi Ciptakan Lingkungan Aman dan Damai

        October 28, 2026
        Cegah Radikalisme, PWNU DKI Tekankan Toleransi Berbasis Keadilan dan Kesetaraan

        Cegah Radikalisme, PWNU DKI Tekankan Toleransi Berbasis Keadilan dan Kesetaraan

        October 28, 2026
        moderat.id

        Copyright © 2019

        Navigate Site

        • Privacy & Policy
        • Contact
        • About

        Follow Us

        No Result
        View All Result
        • Home
        • Entertainment/Lifestyle
        • Olahraga
        • Otomotif
        • Lifestyle
        • News
          • Internasional
          • Nasional
          • Politik
          • Ekonomi
        • Religi

        Copyright © 2019