Jakarta – Wakil Ketua Komisi III DPR, Adies Kadir, memimpin rapat dengar pendapat dengan Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri, Komjen Ahmad Dofiri, Senin (28/3/2022).
Ahmad Dofiri menjelaskan terkait persoalan terorisme, radikalisme, dan intoleransi dan kerja sama dengan instansi lain dalam menanggulangi persoalan ini.
“Kami kerja sama sangat intens dengan BNPT dan juga Densus 88. Kami sepakat dengan Densus 88, tahun 2022 merupakan zero attack, mudah-mudahan tak ada lagi serangan teroris,” kata Ahmad Dofiri.
Dia menambahkan, terkait dengan penanganan terorisme, radikalisme dan intoleransi, ini menjadi program prioritas Badan Intelkam Polri. “Untuk terorisme, data (teroris) lebih lengkap, kapan mereka ditangkap, yang meninggal dunia (dan sebagainya) terdata dengan baik. Mereka yang keluar dari tahanan, napiter itu, kerja sama dengan kita, anggota Baintelkam, Kepolisian setempat dengan dengan kepala desa diantar kepada keluarganya. Jadi, untuk terorisme mudah-mudahan pendataan cukup rapi,” ungkapnya.
Menurutnya, yang menjadi persoalan adalah ketika menangani radikalisme dan intoleransi. Contohnya, saat pembubaran salah satu ormas. Dibubarkan organisasinya saja, sedangkan orang-orang yang mantan dari ormas ini masih bisa berceramah.
Masyarakat di bawah belum paham, yang dibubarkan itu hanya organisasinya tetapi orang-orang atau mantan anggotanya masih bisa melakukan aktivitas di masyarakat.
“Ini yang kadang-kadang menjadi benturan di lapangan dan kadang-kadang merugikan kita,” imbuhnya.
Tak hanya itu, Komisi III DPR juga mendalami optimalisasi penyelamatan keuangan negara serta peningkatan target penerimaan negara bukan pajak (PNBP) kepada Kabaintelkam dan Kakorlantas Polri yang rapat dengar pendapat secara bersamaan.
Komisi III meminta Kabaintelkam dan Kakorlantas Polri untuk meningkatkan capaian PNBP tahun 2023 dalam rangka menambah keuangan negara.

































































