Tarutung – Keberagaman agama yang ada di Indonesia merupakan hal unik. Dan itu terus terjaga dengan baik dalam toleransi umat beragama di Indonesia. Karena itu, keberagaman keagamaan menjadi salah satu aset bangsa untuk tetap menjaga persatuan dan kerukunan persaudaraan serta sikap saling menghormati antarumat beragama.
“Bahwa keberagaman agama yang ada di Indonesia senantiasa dilindungi Undang-Undang dan Pancasila sebagai dasar negara, sehingga persatuan dan kesatuan antarumat beragama harus tetap terbina dan terjalin dengan baik, tidak boleh ada diskriminasi dan konflik-konflik,” kata Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia, Yaqut Cholil Qoumas saat kunjungan kerja ke Kantor Pusat HKBP di Pearaja, Tarutung, Tapanuli Utara (Taput) pada Sabtu (20/8/2022).
Sebelum mengunjungi Kantor HKPB Pusat di Tarutung, Menag lebih dulu melantik pengurus PW GP Ansor Sumut di Balige, Toba, Jumat (19/8/2022). Pada kesempatan itu, Menag yang juga Ketua umum GP Ansor mengingatkan kepada kader-kader Ansor dan Banser harus memiliki cita-cita besar di mana pun berada.
“Jika ingin melihat Indonesia jaya, bebas dari intoleransi, menjadi negara maju di dunia, cita-cita besar adalah syaratnya,” kata Menag .
Gus Yaqut membeberkan syarat untuk mewujudkan cita-cita besar, pertama harus berjiwa besar dan tidak pengecut. Kedua, harus berani berkorban demi cita-cita yang diperjuangkan.
“Jangan serakah, dan suka berbagi dengan yang lain. Kala ntidak mau berbagi, tandanya tidak memiliki cita-cita besar, tidak punya tujuan,” sebutnya.
































































