Jakarta – Keberhasilan Indonesia dalam mengelola jaminan kesehatan kembali menjadi sorotan dunia. Pada Jumat (29/11), BPJS Kesehatan menerima kunjungan dari The National Healthcare Security Administration (NHSA) Tiongkok. Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, menyambut delegasi tersebut dan memaparkan pencapaian Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) selama satu dekade terakhir.
Ghufron menjelaskan, pencapaian Universal Health Coverage (UHC) di Indonesia dalam waktu 10 tahun merupakan prestasi besar. Sebagai perbandingan, negara-negara seperti Jerman memerlukan waktu hingga 127 tahun untuk mencapai cakupan jaminan kesehatan menyeluruh. “Dengan tantangan sebagai negara kepulauan dan populasi terbesar keempat dunia, pencapaian ini berkat kolaborasi lintas pemangku kepentingan,” ujarnya. Saat ini, lebih dari 98% penduduk Indonesia telah terlindungi oleh JKN.
Kesuksesan JKN menarik perhatian berbagai negara, termasuk Tiongkok. Sebelumnya, BPJS Kesehatan juga diundang untuk berbagi pengalaman di Universitas Melbourne dan Universitas Monash di Australia. Selain itu, Ghufron menyoroti pentingnya akses yang lebih luas ke layanan kesehatan, termasuk kontrak dengan rumah sakit terapung untuk melayani wilayah terpencil.
Per 1 November 2024, BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan 32.790 fasilitas kesehatan, termasuk FKTP, FKRTL, dan fasilitas pendukung seperti laboratorium dan apotek. Kolaborasi ini juga mendukung pertumbuhan fasilitas kesehatan swasta, yang kini menyumbang lebih dari 66% FKRTL mitra BPJS.
Kunjungan NHSA Tiongkok yang dihadiri oleh Xu Na, Deputy Director General of the Department of Pharmaceuticals and Medical Service Management NHSA, beserta perwakilan UNICEF Cina, menunjukkan ketertarikan internasional terhadap pendekatan BPJS Kesehatan dalam pengelolaan jaminan kesehatan.

































































