Jakarta – Menteri Koordinator bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu kebijakan strategis pemerintah dalam menjawab persoalan gizi anak di Indonesia. Menurutnya, MBG hadir bukan sekadar untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, melainkan juga sebagai solusi atas pola konsumsi anak yang kerap tidak sehat.
“Program MBG ini amat strategis untuk mengatasi kekurangan gizi,” ujar Cak Imin di Jakarta, beberapa hari lalu.
Ia menyoroti fenomena anak-anak usia sekolah dasar yang dalam kesehariannya lebih banyak mengonsumsi makanan instan dan mengandung penyedap rasa. Bahkan, ia menegaskan penggunaan monosodium glutamat (MSG) yang berlebihan bisa berdampak serius bagi kesehatan anak.
“Jujur saja, banyak adik-adik kita di bawah kelas 2 SD yang makanan sehari-harinya penuh vetsin. Itu realitas, MSG sudah meracuni anak-anak kita,” ungkapnya.
Karena itu, Cak Imin menekankan MBG perlu dipandang sebagai langkah preventif sekaligus kuratif. Selain memberikan asupan gizi seimbang, program ini juga bertujuan mengubah kebiasaan makan anak agar tidak lagi bergantung pada makanan cepat saji yang rendah nutrisi.
“MBG adalah solusi bagi jutaan anak Indonesia agar pagi dan siangnya tidak lagi terjebak pada gizi buruk akibat racun MSG,” tambahnya.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa program ini tidak boleh berhenti hanya karena menghadapi kendala teknis. Pemerintah bersama masyarakat diminta untuk bekerja sama menyelesaikan hambatan agar manfaat MBG bisa dirasakan secara maksimal.
“Kalau ada hambatan, mari kita cari jalan keluar bersama-sama,” tegasnya.

































































