Jakarta – PSSI mengonfirmasi bahwa salah satu kandidat pelatih kepala Timnas Indonesia berasal dari Belanda. Namun, Wakil Ketua Umum PSSI, Zainudin Amali, menegaskan bahwa federasi belum akan mengungkap identitas sang calon.
Salah satu nama yang ramai disebut publik adalah Giovanni van Bronckhorst, yang saat ini menjadi bagian dari staf kepelatihan Arne Slot di Liverpool. Namun Amali tidak membenarkan maupun membantah spekulasi tersebut.
“Ada (kandidat) dari Belanda, tapi jangan tanya orangnya siapa,” kata Amali kepada wartawan di Stadion Madya, Jakarta, Rabu (26/11/2025).
Amali juga menyebut bahwa kandidat lain berasal dari beberapa negara Eropa, termasuk Inggris dan Spanyol. Meski demikian, nama-nama mereka tetap dirahasiakan untuk menjaga etika dan kenyamanan para kandidat.
“Ya, ada dari Inggris, ada dari Spanyol. Negara saja yang saya sebut. Orangnya tidak,” lanjut Amali.
Menurut Amali, PSSI ingin menghindari situasi di mana calon pelatih merasa tidak nyaman karena identitasnya terungkap sebelum ada kesepakatan. Ia menegaskan bahwa federasi berkewajiban menjaga privasi para kandidat hingga proses seleksi selesai.
“Jangan sampai yang namanya sudah disebut malah menolak. Jadi kami jaga privasinya,” ujarnya.
Rencananya, Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji dan Direktur Teknik PSSI, Alexander Zwiers, akan terbang ke Eropa dalam waktu dekat. Keduanya dijadwalkan melakukan pertemuan dan wawancara langsung dengan para kandidat pelatih tim nasional.
Giovanni van Bronckhorst lahir di Rotterdam, Belanda, 5 Februari 1975. Ia punya darah Indonesia dari orang tuanya. Ayahnya yang bernama Victor van Bronckhorst berdarah Indonesia-Belanda. Sementara, ibunya yaitu Fransien Sapulette berasal dari Maluku.
Selama karirnya, Gio pernah memperkuat Feyenoord, RKC Waalwijk, Glasgow Rangers, Arsenal, Barcelona.
Selama kariernya, Van Bronckhorst juga tercatat 106 kali membela Timnas Belanda dengan torehan enam gol dan lima assists.
Salah satu golnya tercipta dari tendangan jarak jauh saat melawan Uruguay di semifinal Piala Dunia 2010. Pada 2022, gol itu termasuk 22 gol terhebat dalam sejarah Piala Dunia versi FIFA.

































































