Jakarta – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie meyakini Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi memberikan tambahan signifikan terhadap pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) nasional, bahkan mencapai 3,5 persen.
Anindya menilai potensi tersebut bersumber dari besarnya aktivitas ekonomi yang tercipta sepanjang rantai pasok pangan dalam pelaksanaan program MBG, mulai dari sektor hulu hingga hilir.
“Berdasarkan ukuran ekonomi, program ini bisa memberikan tambahan pertumbuhan PDB hingga 3,5 persen,” kata Anindya usai menghadiri acara MBG Outlook di Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Menurutnya, tambahan pertumbuhan tersebut bukan sekadar proyeksi optimistis, melainkan target yang realistis apabila program MBG dijalankan secara konsisten, terukur, dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
Ia menilai MBG juga dapat menjadi salah satu penopang utama untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto sebesar 8 persen.
Selain dampak ekonomi, Anindya menekankan MBG memiliki nilai strategis dalam pembangunan sumber daya manusia. Program ini dinilai sebagai investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi Indonesia yang lebih sehat dan produktif.
“Kita ingin mencetak lebih banyak insinyur, dokter, guru, sampai atlet. Semua itu dimulai dari gizi yang baik sejak dini,” ujarnya.
Dari sisi implementasi, Anindya menyebut pemerintah menargetkan pembangunan sekitar 32.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di seluruh Indonesia. Hingga saat ini, lebih dari 20.000 SPPG telah terbangun.
Kadin, kata dia, turut ambil bagian dengan berkontribusi dalam pembangunan sekitar 1.000 dapur MBG di berbagai daerah sebagai bentuk dukungan dunia usaha terhadap program prioritas pemerintah.
Anindya juga menilai MBG menjadi pintu masuk penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Menurutnya, ketahanan pangan hanya bisa terwujud jika sektor pertanian dan pangan memiliki kepastian pasar yang berkelanjutan.
“MBG memberikan kepastian permintaan. Ini sangat penting untuk mendorong hilirisasi pertanian yang kuat dan berkelanjutan,” jelasnya.
Program MBG, lanjut Anindya, membuka peluang usaha yang luas bagi pelaku usaha daerah dan anggota Kadin, baik di sektor pangan maupun sektor pendukung.
Peluang tersebut mencakup penyediaan ayam, telur, tahu, tempe, sayuran, buah-buahan, hingga susu. Selain itu, sektor pendukung seperti logistik pangan, cold chain, pengolahan protein, dan industri hulu pertanian juga diproyeksikan ikut tumbuh.
“Ini bukan hanya soal makan bergizi, tetapi tentang membangun ekosistem ekonomi nasional yang kuat dan berkelanjutan,” pungkasnya.

































































