Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan kebijakan yang bersifat memaksa. Menurutnya, pemerintah justru memprioritaskan kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan manfaat program tersebut.
“Yang tidak perlu, nggak apa-apa. Kalau anak-anak orang kaya nggak perlu MBG, nggak apa-apa. Nggak dipaksa,” ujar Prabowo saat meninjau Kampung Nelayan Merah Putih, Leato Selatan, Gorontalo pada akhir pekan lalu (10/5/2026).
Prabowo menekankan, esensi utama program MBG adalah memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat, kuat, dan memiliki semangat belajar yang tinggi.
“Kita ingin anak-anak kita kuat, kita ingin anak-anak kita semangat, kita ingin anak-anak kita pintar, kita ingin anak-anak rajin belajar,” katanya disambut antusias warga.
Pemerintah sendiri menargetkan sebanyak 82,9 juta penerima manfaat dalam program MBG. Sasaran program mencakup anak sekolah, ibu hamil, hingga balita sebagai bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia jangka panjang.
Menurut Prabowo, saat ini sekitar 60 juta penerima manfaat telah menerima makanan bergizi gratis setiap hari, dan cakupan program akan terus diperluas.
Dalam kunjungannya ke Leato Selatan, Prabowo juga meminta jajarannya segera mendata sekolah-sekolah yang belum tersentuh program MBG agar distribusi manfaat dapat lebih merata.
“Yang belum dicatat segera didata. Pokoknya tahun ini semua sekolah yang merasa perlu akan kami berikan MBG. Semuanya,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menegaskan arah kebijakan pemerintah: MBG dirancang bukan sekadar program bantuan, tetapi investasi negara untuk menyiapkan generasi Indonesia yang lebih sehat dan kompetitif di masa depan.
































































