Jakarta – Persija Jakarta harus menelan kekalahan pahit 1-2 dari rival abadinya, Persib Bandung, dalam laga El Clasico Super League Indonesia 2025-2026 di Stadion Segiri, Minggu (10/5/2026).
Hasil ini bukan sekadar kekalahan biasa bagi Macan Kemayoran. Tiga poin yang melayang membuat peluang Persija untuk mengejar gelar juara musim ini resmi tertutup.
Persija sebenarnya memulai laga dengan meyakinkan. Tim asuhan Mauricio Souza tampil agresif sejak menit awal dan berhasil membuka keunggulan melalui aksi individu brilian Alaaeddine Ajaraie pada menit ke-19. Penyerang asal Maroko itu melewati tiga pemain belakang Persib sebelum menaklukkan kiper Teja Paku Alam.
Namun keunggulan itu tak bertahan lama. Persib merespons cepat lewat Adam Alis yang menyamakan skor pada menit ke-28 usai memanfaatkan kesalahan lini belakang Persija.
Momentum pertandingan berubah total sembilan menit kemudian. Lagi-lagi Adam Alis menjadi mimpi buruk Persija setelah menyelesaikan umpan matang Thom Haye dan membawa Maung Bandung berbalik unggul 2-1 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Persija berusaha menekan habis-habisan. Peluang demi peluang tercipta lewat Ajaraie, Fabio Calonego, hingga Allano. Namun solidnya Teja Paku Alam di bawah mistar membuat seluruh usaha Macan Kemayoran gagal berbuah gol.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-1 tetap bertahan untuk kemenangan Persib.
Bagi Persija, hasil ini memastikan mereka tertahan di posisi ketiga klasemen dan tak lagi memiliki peluang matematis untuk menjadi juara.
Sebaliknya, kemenangan ini sangat krusial bagi Persib. Tim asuhan Bojan Hodak kini mengoleksi 75 poin dan kembali memperlebar jarak menjadi tiga poin dari Borneo FC di posisi kedua. Dua laga tersisa akan menjadi penentu siapa yang mengangkat trofi musim ini.
Tak hanya panas di lapangan, laga juga diwarnai kericuhan di tribun. Ketegangan pertama terjadi saat pertandingan berlangsung setelah diduga ada pendukung Persib yang masuk ke stadion, meski suporter tim tamu dilarang hadir.
Situasi kembali memanas seusai pertandingan ketika sejumlah penonton terlibat cekcok hingga pemukulan di area luar stadion. Aparat keamanan bergerak cepat untuk meredam situasi agar keributan tidak meluas.
Pelatih Persija, Mauricio Souza, mengaku kecewa dengan hasil pertandingan dan menyoroti beberapa keputusan wasit yang menurutnya merugikan timnya.
Sementara Fabio Calonego menilai kondisi lapangan di Stadion Segiri membuat permainan umpan pendek Persija tidak berkembang maksimal.
Di tengah tensi tinggi El Clasico, satu hal kini menjadi jelas: Persib semakin dekat dengan gelar, sementara Persija harus kembali menunda mimpi juara.
































































