PROBOLINGGO – Pemerintah Kabupaten Probolinggo menegaskan pentingnya memperkuat wawasan kebangsaan sebagai benteng menghadapi ancaman radikalisme, intoleransi, dan penyalahgunaan narkotika yang dinilai semakin kompleks di tengah perkembangan zaman.
Pesan tersebut mengemuka dalam Silaturahmi Kebangsaan dan Dialog Interaktif Forkopimda yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Probolinggo di Pendopo Prasaja Ngesti Wibawa, Kamis (11/6/2026). Kegiatan ini melibatkan unsur Forkopimda, organisasi kemasyarakatan, perangkat daerah, hingga kader PKK.
Bupati Probolinggo Mohammad Haris mengatakan tantangan kebangsaan saat ini tidak hanya datang dari persoalan ekonomi maupun sosial, tetapi juga dari penyebaran paham radikal yang dapat mengikis persatuan dan memengaruhi generasi muda.
Menurutnya, penguatan nilai-nilai kebangsaan harus terus dilakukan agar masyarakat memiliki daya tahan terhadap berbagai ideologi yang bertentangan dengan semangat persatuan Indonesia.
“Nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia harus terus ditanamkan kepada seluruh lapisan masyarakat sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.
Selain isu radikalisme, dialog tersebut juga menyoroti ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Perwakilan Densus 88 Anti Teror Polri yang hadir sebagai narasumber menyebut narkotika tidak hanya merusak kesehatan individu, tetapi juga melemahkan ketahanan keluarga, mengganggu stabilitas sosial, hingga menghambat pembangunan nasional.
Karena itu, upaya pencegahan dinilai tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Mohammad Haris menekankan keluarga menjadi garda terdepan dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada anak sejak usia dini.
Ia menilai peran kader PKK sangat strategis untuk memperkuat ketahanan keluarga sekaligus membangun masyarakat yang harmonis dan memiliki daya saing.
“Ketika keluarga kuat, masyarakat akan lebih tangguh menghadapi berbagai tantangan. Dari keluarga pula nilai persatuan dan toleransi dapat tumbuh dan berkembang,” katanya.
Bupati Haris berharap seluruh peserta dialog dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing dengan mengedepankan pendekatan edukatif dan persuasif dalam mencegah berkembangnya paham radikal maupun penyalahgunaan narkotika.
Ia menegaskan sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat luas merupakan modal utama untuk menjaga Kabupaten Probolinggo tetap aman, damai, dan kondusif di tengah dinamika perkembangan zaman.































































