• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Politik
  • Lifestyle
Cegah Paparan Virus Radikalisme, Pola Perekrutan CPNS Seperti Era Orde Baru Perlu Dilakukan Lagi

Pengamat Terorisme UI: Politik Identitas Sudah Tidak Relevan di Pilpres 2024

June 16, 2022
BNPT Kukuhkan 50 Duta Damai di Sumut, Perkuat Benteng Generasi Muda dari Radikalisme Digital

BNPT Kukuhkan 50 Duta Damai di Sumut, Perkuat Benteng Generasi Muda dari Radikalisme Digital

October 30, 2026
Penggerebekan Ponpes Ma’had Hamalatul Qur’an: Polisi Sebut Terkait Kasus Warung Mie Babi, Ponpes Soroti Cara Penanganan

Penggerebekan Ponpes Ma’had Hamalatul Qur’an: Polisi Sebut Terkait Kasus Warung Mie Babi, Ponpes Soroti Cara Penanganan

October 30, 2026
WNI Asal Surabaya Tentara Bayaran Rusia Tewas di Garis Depan Medan Tempur

WNI Asal Surabaya Tentara Bayaran Rusia Tewas di Garis Depan Medan Tempur

October 30, 2026
Ronaldo Cetak Hat-trick, Al-Nassr Tekuk Al-Kholood 5-3 dan CR7 Makin Dekat 1.000 Gol

Ronaldo Cetak Hat-trick, Al-Nassr Tekuk Al-Kholood 5-3 dan CR7 Makin Dekat 1.000 Gol

October 30, 2026
Ekoteologi dan Religious Diplomacy Indonesia Bakal Jadi Tema Besar Pertemuan Tokoh Agama Dunia

Ekoteologi dan Religious Diplomacy Indonesia Bakal Jadi Tema Besar Pertemuan Tokoh Agama Dunia

October 30, 2026
Ulama Masa Depan Harus Bisa Dialog dengan Dunia, Bukan Hanya Menjaga Tradisi

Ulama Masa Depan Harus Bisa Dialog dengan Dunia, Bukan Hanya Menjaga Tradisi

October 30, 2026
Terima Pindahan Napiter, Lapas Madiun Siapkan Program Khusus: Bangun Cinta Tanah Air, Bukan Sekadar Awasi

Terima Pindahan Napiter, Lapas Madiun Siapkan Program Khusus: Bangun Cinta Tanah Air, Bukan Sekadar Awasi

October 30, 2026
3 WN Prancis Anggota ISIS Divonis Penjara Seumur Hidup di Irak

3 WN Prancis Anggota ISIS Divonis Penjara Seumur Hidup di Irak

October 30, 2026
Polda Sulsel Perkuat Ideologi Kebangsaan dan Integritas Personel untuk Cegah Radikalisme

Polda Sulsel Perkuat Ideologi Kebangsaan dan Integritas Personel untuk Cegah Radikalisme

October 30, 2026
Malam Ini di Istiqlal: Santri Gelar Munajat Akbar, Titip Doa untuk Karhutla Sumatra-Kalimantan

Malam Ini di Istiqlal: Santri Gelar Munajat Akbar, Titip Doa untuk Karhutla Sumatra-Kalimantan

October 30, 2026
Konser Andrea Bocelli Tetap Digelar, MUI Pertanyakan Komitmen Pemerintah soal Palestina

Konser Andrea Bocelli Tetap Digelar, MUI Pertanyakan Komitmen Pemerintah soal Palestina

October 29, 2026
25 Anak di Lampung Terpapar Radikalisme, Kepala BNPT: Pendampingan Masih Berlangsung

25 Anak di Lampung Terpapar Radikalisme, Kepala BNPT: Pendampingan Masih Berlangsung

October 29, 2026
moderat.id
  • Home
  • News
    • All
    • Daerah
    • Ekonomi
    • Internasional
    • Nasional
    • Politik
    BNPT Kukuhkan 50 Duta Damai di Sumut, Perkuat Benteng Generasi Muda dari Radikalisme Digital

    BNPT Kukuhkan 50 Duta Damai di Sumut, Perkuat Benteng Generasi Muda dari Radikalisme Digital

    Penggerebekan Ponpes Ma’had Hamalatul Qur’an: Polisi Sebut Terkait Kasus Warung Mie Babi, Ponpes Soroti Cara Penanganan

    Penggerebekan Ponpes Ma’had Hamalatul Qur’an: Polisi Sebut Terkait Kasus Warung Mie Babi, Ponpes Soroti Cara Penanganan

    WNI Asal Surabaya Tentara Bayaran Rusia Tewas di Garis Depan Medan Tempur

    WNI Asal Surabaya Tentara Bayaran Rusia Tewas di Garis Depan Medan Tempur

    Ekoteologi dan Religious Diplomacy Indonesia Bakal Jadi Tema Besar Pertemuan Tokoh Agama Dunia

    Ekoteologi dan Religious Diplomacy Indonesia Bakal Jadi Tema Besar Pertemuan Tokoh Agama Dunia

    Ulama Masa Depan Harus Bisa Dialog dengan Dunia, Bukan Hanya Menjaga Tradisi

    Ulama Masa Depan Harus Bisa Dialog dengan Dunia, Bukan Hanya Menjaga Tradisi

    Terima Pindahan Napiter, Lapas Madiun Siapkan Program Khusus: Bangun Cinta Tanah Air, Bukan Sekadar Awasi

    Terima Pindahan Napiter, Lapas Madiun Siapkan Program Khusus: Bangun Cinta Tanah Air, Bukan Sekadar Awasi

    3 WN Prancis Anggota ISIS Divonis Penjara Seumur Hidup di Irak

    3 WN Prancis Anggota ISIS Divonis Penjara Seumur Hidup di Irak

    Polda Sulsel Perkuat Ideologi Kebangsaan dan Integritas Personel untuk Cegah Radikalisme

    Polda Sulsel Perkuat Ideologi Kebangsaan dan Integritas Personel untuk Cegah Radikalisme

    Malam Ini di Istiqlal: Santri Gelar Munajat Akbar, Titip Doa untuk Karhutla Sumatra-Kalimantan

    Malam Ini di Istiqlal: Santri Gelar Munajat Akbar, Titip Doa untuk Karhutla Sumatra-Kalimantan

    Trending Tags

    • Religi
      Menag Nasaruddin: Meneladani Nabi Juga Berarti Menjaga Alam

      Menag Nasaruddin: Meneladani Nabi Juga Berarti Menjaga Alam

      Maulid Nabi 1448 H, Menag Ajak Umat Teladani Rasulullah dalam Merawat Toleransi

      Maulid Nabi 1448 H, Menag Ajak Umat Teladani Rasulullah dalam Merawat Toleransi

      Ditjen Bimas Hindu Angkat Filosofi Lawar sebagai Simbol Persatuan dalam Keberagaman

      Ditjen Bimas Hindu Angkat Filosofi Lawar sebagai Simbol Persatuan dalam Keberagaman

      Kemenag Papua: Semangat Galungan Perkuat Toleransi, Harmoni Sosial, dan Bijak Bermedia Digital

      Kemenag Papua: Semangat Galungan Perkuat Toleransi, Harmoni Sosial, dan Bijak Bermedia Digital

      Penyuluh Agama Didorong Aktif Sebarkan Moderasi di Ruang Digital

      Penyuluh Agama Didorong Aktif Sebarkan Moderasi di Ruang Digital

      Potret Harmoni di Banyuwangi, Banser Bantu Amankan Perayaan Galungan-Kuningan

      Potret Harmoni di Banyuwangi, Banser Bantu Amankan Perayaan Galungan-Kuningan

      Sambut 1 Muharram, Wali Kota Bogor Tekankan Pentingnya Menjaga Toleransi di Tengah Keberagaman

      Sambut 1 Muharram, Wali Kota Bogor Tekankan Pentingnya Menjaga Toleransi di Tengah Keberagaman

      Imam Masjid Berperan Penting Menjaga Islam Moderat dan Perdamaian

      Imam Masjid Berperan Penting Menjaga Islam Moderat dan Perdamaian

      Kelenteng Kong Miao Litang Tak Hanya Tempat Ibadah, Tapi Simbol Keberagaman dan Toleransi

      Kelenteng Kong Miao Litang Tak Hanya Tempat Ibadah, Tapi Simbol Keberagaman dan Toleransi

    • Olahraga
      • All
      • Beladiri
      • Bola
      • Otomotif
      • Raket
      Ronaldo Cetak Hat-trick, Al-Nassr Tekuk Al-Kholood 5-3 dan CR7 Makin Dekat 1.000 Gol

      Ronaldo Cetak Hat-trick, Al-Nassr Tekuk Al-Kholood 5-3 dan CR7 Makin Dekat 1.000 Gol

      Harry Kane Raih Ballon d’Or 2026, Kalahkan Mbappe dan Yamal!

      Harry Kane Raih Ballon d’Or 2026, Kalahkan Mbappe dan Yamal!

      Persija Comeback, Taklukkan Persik 2-1 di JIS

      Persija Comeback, Taklukkan Persik 2-1 di JIS

      Mbappe Brace, Real Madrid Menang 2-1 atas Barcelona di El Clasico

      Mbappe Brace, Real Madrid Menang 2-1 atas Barcelona di El Clasico

      Liverpool Menang 2-0 atas Brighton, Masuk Empat Besar Premier League

      Liverpool Menang 2-0 atas Brighton, Masuk Empat Besar Premier League

      Tumbang 0-3 dari Bournemouth di Old Trafford, MU Tanpa Kemenangan dalam 8 Laga

      Tumbang 0-3 dari Bournemouth di Old Trafford, MU Tanpa Kemenangan dalam 8 Laga

      Adam Alis Jadi Pahlawan, Persib Curi 3 Poin dari Kandang Garudayaksa

      Adam Alis Jadi Pahlawan, Persib Curi 3 Poin dari Kandang Garudayaksa

      Ronaldo Jadi Pesepakbola Pertama dengan Harta Rp 36 Triliun, Dua Kali Lipat Messi

      Ronaldo Jadi Pesepakbola Pertama dengan Harta Rp 36 Triliun, Dua Kali Lipat Messi

      Como 1907 Hancurkan Manchester United 4-1, Nico Paz Cetak Brace di Liga Champions

      Como 1907 Hancurkan Manchester United 4-1, Nico Paz Cetak Brace di Liga Champions

    • Budaya
    • Lifestyle
      Roberto Carlos Bantah Jadi Mualaf, Ungkap Pernikahan Digelar dengan Dua Ritus

      Roberto Carlos Bantah Jadi Mualaf, Ungkap Pernikahan Digelar dengan Dua Ritus

      Nikahi Wanita Keturunan Maroko-Lebanon, Roberto Carlos Mualaf?

      Nikahi Wanita Keturunan Maroko-Lebanon, Roberto Carlos Mualaf?

      Denada Buka Suara, Akui Ressa Anak Kandung dan Sampaikan Permohonan Maaf

      Denada Buka Suara, Akui Ressa Anak Kandung dan Sampaikan Permohonan Maaf

      Ridwan Kamil Sampaikan Klarifikasi Publik Usai Resmi Cerai dari Atalia

      Ridwan Kamil Sampaikan Klarifikasi Publik Usai Resmi Cerai dari Atalia

      Sir David Beckham Resmi Dianugerahi Gelar Ksatria oleh Raja Charles III

      Sir David Beckham Resmi Dianugerahi Gelar Ksatria oleh Raja Charles III

      David Beckham: Dari Lapangan Hijau ke Kerajaan Bisnis Bernilai Triliunan

      David Beckham: Dari Lapangan Hijau ke Kerajaan Bisnis Bernilai Triliunan

      Artis Onadio Leonardo Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba, Ditemukan Ganja Saat Penggeledahan

      Artis Onadio Leonardo Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba, Ditemukan Ganja Saat Penggeledahan

      8 Tahun Terlihat Harmonis, Raisa Gugat Cerai Hamish Daud

      8 Tahun Terlihat Harmonis, Raisa Gugat Cerai Hamish Daud

      Mantap Dalami Islam, Celine Evangelista: “Perubahan Ini Lahir dari Hati yang Tenang”

      Mantap Dalami Islam, Celine Evangelista: “Perubahan Ini Lahir dari Hati yang Tenang”

      Trending Tags

      • Opini
        MotoGP Mandalika 2026 Aman Terkendali, Bukti Hasil Sinergi Aparat Menjaga Ruang Nyata dan Ruang Digital dari Potensi Ancaman Teror

        MotoGP Mandalika 2026 Aman Terkendali, Bukti Hasil Sinergi Aparat Menjaga Ruang Nyata dan Ruang Digital dari Potensi Ancaman Teror

        Jaga MotoGP Mandalika dari Upaya Kelompok Anti-NKRI

        Jaga MotoGP Mandalika dari Upaya Kelompok Anti-NKRI

        TRADISI DAN BUDAYA LOMBOK: BENTENG PALING AMPUH TANGKAL PROVOKASI RADIKAL DI BALIK GEMURUH MOTOGP MANDALIKA

        TRADISI DAN BUDAYA LOMBOK: BENTENG PALING AMPUH TANGKAL PROVOKASI RADIKAL DI BALIK GEMURUH MOTOGP MANDALIKA

        Jelang MotoGP Mandalika: Merajut Kebersamaan dan Kedamaian Untuk Mewujudkan Kebangsaan Nasional

        Jelang MotoGP Mandalika: Merajut Kebersamaan dan Kedamaian Untuk Mewujudkan Kebangsaan Nasional

        MBG dan Gempa NTT: Langkah Nyata untuk Korban Bencana

        MBG dan Gempa NTT: Langkah Nyata untuk Korban Bencana

        Dampak Ekonomi MBG di Bawah Kendali Pimpinan BGN Baru

        Dampak Ekonomi MBG di Bawah Kendali Pimpinan BGN Baru

        Hantu Keracunan Kembali Hadir Saat MBG Pasca Libur Sekolah: Menunggu Janji Zero Tolerance BGN

        Hantu Keracunan Kembali Hadir Saat MBG Pasca Libur Sekolah: Menunggu Janji Zero Tolerance BGN

        Mencari Formula Ideal Program MBG: SPPG, Kantin Sekolah, Posyandu, dan Pesantren

        Mencari Formula Ideal Program MBG: SPPG, Kantin Sekolah, Posyandu, dan Pesantren

        Membaca Gebrakan Pertama Kepala BGN: Langkah Tegas dan Masa Depan MBG

        Membaca Gebrakan Pertama Kepala BGN: Langkah Tegas dan Masa Depan MBG

        Trending Tags

        No Result
        View All Result
        moderat.id
        No Result
        View All Result
        Home News Nasional

        Pengamat Terorisme UI: Politik Identitas Sudah Tidak Relevan di Pilpres 2024

        by admin
        June 16, 2022
        in Nasional, News
        0
        Cegah Paparan Virus Radikalisme, Pola Perekrutan CPNS Seperti Era Orde Baru Perlu Dilakukan Lagi
        499
        SHARES
        1.4k
        VIEWS
        Share on FacebookShare on Twitter

        Jakarta – Pemilu 2024 masih lama, tetapi nuansa kontestasi mulai terasa dari tingkat elite hingga masyarakat. Arus dukungan, afiliasi, dan deklarasi bermunculan di mana-mana. Permainan simbolisasi dan politisasi agama dalam ranah politik nampaknya mulai terasa. Indonesia memiliki pengalaman pahit dari kontestasi politik yang diwarnai politik identitas. Akankah politik identitas yang memecah belah masih akan menjadi ‘mainan’ menarik di tahun-tahun kedepan?

        “Sudah tidak relevan (politik identitas) untuk Pilpres 2024 nanti. Kenapa? Karena masyarakat sudah makin cerdas, literasi masyarakat tentang hoax, berita palsu, berita bohong itu sudah makin pintar. Mungkin di 2014, 2019 berita hoax masih bisa dan banyak beredar di WA grup, tapi di 2024 saya tidak yakin,” ujar Pengamat Terorisme dari Universitas Indonesia, Ridlwan Habib di Jakarta, Rabu (15/6/2022).

        Ia melanjutkan, hal ini juga terkait faktor banyaknya generasi Z atau millenial yang saat ini yang sudah ‘melek’ digital dan unggul dalam literasi, sehingga generasi ini sudah memahami mana berita palsu, hoax dan bohong. Dengan demikian, narasi politik identitas yang negatif sudah harus ditinggalkan.

        Namun ia mengakui berpolitik identitas itu boleh boleh saja. Misalnya kampanye dengan menggunakan jargon agama itu sah-sah saja. Tapi yang tidak boleh adalah jika menggunakan politik identitas untuk menyalahkan pihak lain diluar kelompoknya bahkan mengkampanyekan khilafah.

        Termasuk mengkampanyekan atau mempromosikan bahwa Indonesia harus menganut hukum agama tertentu. Hal Itu sudah menyalahi serta melanggar konsensus nasional yang telah disepakati para founding fathers bangsa.

        “Jadi, politik identitas itu boleh saja asal yang positif, yang tidak bertentangan dengan agama, yang bertujuan memajukan bangsa, dan tidak mengganggu orang lain, itu positif. Jadi politik identitas jangan selalu dipahami negatif,” katanya.

        Dirinya juga menyebut dalam perjalanan demokrasi di Indonesia, seringkali ditemui oknum dengan kepentingan yang memanfaatkan isu sentimen agama yang justru menimbulkan reaksi balik dari segolongan masyarakat. Hal ini mengakibatkan kerukunan, persatuan, kemajemukan, tenggangrasa bangsa ini tercederai oleh narasi keagamaan yang dipaksakan dalam politik.

        “Bahwa Indonesia menganut kebebasan demokrasi, tiap orang boleh berekspresi itu wajib dijaga, akan tetapi kebebasan berekspresi itu tidak boleh melanggar kebebasan orang lain, nah termasuk dalam hal berpolitik itu tadi,” tutur Ridlwan.

        Tidak hanya itu, kondisi iklim demokrasi yang dirusak dengan pertarungan sentimen agama justru akan semakin melanggengkan jalan bagi kelompok radikal guna mewujudkan visi misinya guna mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi atau system yang mereka percayai.

        “Kalau negara ini chaos, maka mereka akan bilang ‘inilah bukti bahwa Pancasila gagal dan tidak relevan lagi bagi bangsa Indonesia, negara ini gagal, maka gantilah Pancasila ke system khilafah, karena terbukti bangsa ini pecah, maka ayo ganti ke system agama’, Tentunya hal itu yang menjadi tujuan mereka,” jelasnya.

        Tidak hanya itu, kondisi adu domba dan polarisasi yang semakin parah ditengah masyarakat Indonesia yang beragam. Ini juga menjadi kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat tentang bangkitnya gerakan-gerakan terror menjelang tahun politik 2024, yang belakangan ini kelompok teror seperti sudah samar terdengar keberadannya bagi masyarakat.

        “Kalau tindak terorisme sekarang ini sebenarnya sudah dalam tahap minimal, karena kelompok ini di Timur Tengah sudah tidak punya basis dan wilayah serta tidak ada perintah serta fatwa untuk membuat teror. Tapi kelompok ini paham bahwa kalau mereka membuat teror maka masyarakat akan antipati, maka dari itu mereka mengubah startegi menjadi strategi soft,” terang Ridlwan.

        Strategi soft atau halus yang dimaksud yaitu dengan cara konvoi, membagikan selebaran, membuat acara menarik yang tidak menakutkan, tetapi tetap dengan tujuan yang sebenarnya yaitu untuk mengganti ideologi bangsa. Sehingga mereka telah memahami bahwa metode menyerang rumah ibadah atau melakukan pengeboman bukan lagi metode yang efektif, justru masyarkat akan jengkel dan sulit bagi mereka mencapai tujuannya.

        Ridlwan mewanti-wanti masyarakat khususnya aktor politik nasional untuk tidak mudah terpancing dengan narasi negatif yang diumpankan oleh sebagian oknum berkepentingan. Termasuk narasi khilafah yang dewasa ini ramai diperbincangkan. Mereka juga harus bijaksana dalam membalas isu dan narasi yang dikeluarkan oleh kelompok radikal.

        “Tidak perlu lah kita menciptakan musuh sendiri, kecuali ketika mereka melakukan manuver, barulah direspon. Kalau tidak bermanuver kan semakin baik, apalagi kelompok radikal ini mau berdemokrasi dan berkompetisi itu kan semakin baik bagi Indonesia,” tutur Ridlwan.

        Ridlwan juga berharap para aktor politik dan para pendukungnya mampu mengubah cara kompetisinya  dengan mengesampingkan politik identitas yang negatif dan mulai mengedepankan kualitas program, prestasi dan visi misinya untuk kemajuan Indonesia.

        “Kalau mau makin baik, maka bicaralah tentang program, tentang prestasi, jangan melulu tentang isu agama. Kalau tetap seperti itu maka 2024 akan terjadi politik identitas lagi. Ayo kita kembali bermain fair saja, tinggalkan narasi politik identitas negatif kepada program dan prestasi,” kata Ridlwan Habib mengakhiri.

        Tags: khilafahPemilu 2024pengamat terorismepolitik identitasRidlwan HabibUI
        Share200Tweet125Share50
        • Trending
        • Comments
        • Latest
        Program Makan Bergizi Gratis: Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan dan Memberdayakan Tenaga Kerja Lokal

        Program Makan Bergizi Gratis: Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan dan Memberdayakan Tenaga Kerja Lokal

        November 11, 2025
        Program Makan Bergizi Gratis Gerakkan Ekonomi Petani, Nelayan, dan Peternak

        Program Makan Bergizi Gratis Gerakkan Ekonomi Petani, Nelayan, dan Peternak

        November 6, 2025
        MBG Libur Sekolah: Antara Efisiensi Anggaran dan Kondisi Pasar

        MBG Libur Sekolah: Antara Efisiensi Anggaran dan Kondisi Pasar

        June 30, 2026
        BNPT Kukuhkan 50 Duta Damai di Sumut, Perkuat Benteng Generasi Muda dari Radikalisme Digital

        BNPT Kukuhkan 50 Duta Damai di Sumut, Perkuat Benteng Generasi Muda dari Radikalisme Digital

        0

        Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

        0

        Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

        0
        BNPT Kukuhkan 50 Duta Damai di Sumut, Perkuat Benteng Generasi Muda dari Radikalisme Digital

        BNPT Kukuhkan 50 Duta Damai di Sumut, Perkuat Benteng Generasi Muda dari Radikalisme Digital

        October 30, 2026
        Penggerebekan Ponpes Ma’had Hamalatul Qur’an: Polisi Sebut Terkait Kasus Warung Mie Babi, Ponpes Soroti Cara Penanganan

        Penggerebekan Ponpes Ma’had Hamalatul Qur’an: Polisi Sebut Terkait Kasus Warung Mie Babi, Ponpes Soroti Cara Penanganan

        October 30, 2026
        WNI Asal Surabaya Tentara Bayaran Rusia Tewas di Garis Depan Medan Tempur

        WNI Asal Surabaya Tentara Bayaran Rusia Tewas di Garis Depan Medan Tempur

        October 30, 2026
        moderat.id

        Copyright © 2019

        Navigate Site

        • Privacy & Policy
        • Contact
        • About

        Follow Us

        No Result
        View All Result
        • Home
        • Entertainment/Lifestyle
        • Olahraga
        • Otomotif
        • Lifestyle
        • News
          • Internasional
          • Nasional
          • Politik
          • Ekonomi
        • Religi

        Copyright © 2019