JAKARTA – Konser Andrea Bocelli di Borobudur dan Jakarta dipastikan tetap jalan. Keputusan itu justru membuat Majelis Ulama Indonesia (MUI) kecewa berat.
MUI menilai pemerintah dan Polri tidak konsisten. Padahal, sebelumnya Kementerian Pariwisata disebut berkomitmen untuk menghormati dan mengikuti arahan MUI terkait konser tersebut.
“Saya sangat menyesalkan keputusan pemerintah yang ternyata tidak ‘tegak lurus’ dengan sikap dan pernyataan resmi MUI serta aspirasi masyarakat,” kata Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, Rabu (28/10/2026), dikutip dari MUI Digital.
Istilah “tegak lurus” itu sendiri disebut Sudarnoto berasal dari pernyataan pejabat Kementerian Pariwisata usai pertemuan dengan MUI. Kini, kata dia, janji itu tidak terbukti.
Sudarnoto menegaskan, penolakan MUI bukan soal kualitas musik Bocelli. Lirik-liriknya bahkan dinilai bagus. Yang dipersoalkan adalah rekam jejak Bocelli tampil dalam acara penggalangan dana untuk tentara Israel atau Israel Defense Forces (IDF) pada 2010. Informasi itu, menurut MUI, bersumber dari kelompok Zionis di Amerika Serikat.
“Bocelli memang bukan zionis dan lirik-lirik lagunya bagus, melainkan tindakannya tampil bernyanyi di acara penggalangan dana FIDF membuktikan dukungannya kepada mesin pembunuh zionis,” ujar Sudarnoto.
Sebagai penyanyi kelas dunia, kata dia, Bocelli pasti memahami konteks acara yang dihadapinya. Karena itu, MUI melihat penampilannya kala itu sebagai bentuk dukungan terhadap pihak yang dituding bertanggung jawab atas kekerasan terhadap warga Palestina.
“Saya sungguh heran Indonesia bisa dijadikan tempat konser bagi seseorang yang nyata telah memberikan dukungan kepada pasukan penjajah,” tuturnya.
Sudarnoto mengaitkan sikap itu dengan amanat Pembukaan UUD 1945 tentang penolakan penjajahan. Menurutnya, pemerintah seharusnya memegang prinsip tersebut, termasuk ketika ada acara yang memicu keberatan publik.
Promotor memang sudah mengumumkan inisiatif kemanusiaan: donasi 100 ribu pasang sepatu untuk anak-anak Palestina dan masyarakat di negara lain yang terdampak perang.
Namun bagi MUI, itu tidak menjawab masalah utama.
“Dan 100 ribu pasang sepatu sama sekali tidak sebanding dengan kebrutalan IDF membunuhi penduduk Gaza,” kata Sudarnoto.
MUI tetap berharap pemerintah meninjau kembali izin konser yang disebut telah dikeluarkan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto.
Sudarnoto juga menyampaikan permintaan langsung kepada Bocelli dan manajemennya: jika benar-benar cinta kemanusiaan, tunjukkan dengan pernyataan penyesalan atas keterlibatan dalam penggalangan dana untuk IDF tersebut.
“Jika Bocelli sekarang benar-benar cinta kemanusiaan, tolong tunjukkan tidak saja dari lagu-lagunya. Buatlah pernyataan penyesalan atas keikutsertaannya dalam penggalangan dana untuk IDF, meskipun itu kesalahan masa lalu,” katanya.
Di sisi lain, promotor Shoemaker Live memastikan tidak ada perubahan jadwal.
Konser Andrea Bocelli Romanza 30th Anniversary World Tour Indonesia tetap digelar pada 31 Oktober 2026 di kawasan Borobudur, Magelang, dan 3 November 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Founder Shoemaker Live, Prajna Murdaya, mengatakan keputusan itu diambil setelah mendengarkan berbagai pandangan masyarakat dan mempertimbangkan aspek pariwisata, kebudayaan, dan ekonomi kreatif.
“Kami mendengarkan setiap pandangan tersebut dengan hati terbuka. Maestro Bocelli senantiasa menjunjung nilai-nilai kemanusiaan dan ingin menyampaikan harapan akan perdamaian, terutama bagi mereka yang hingga hari ini belum dapat merasakannya,” ujar Prajna, Rabu (28/10/2026).
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah atas dukungan dan arahan sehingga konser dapat diselenggarakan dengan aman.
Menurut promotor, konser ini justru diharapkan menjadi momentum untuk menyuarakan perdamaian, persatuan, dan persaudaraan di tengah konflik kemanusiaan global. Musik akan menjadi medium solidaritas, terutama untuk anak-anak dan masyarakat yang hidup di tengah perang.
Namun hingga kini, polemiknya belum mereda. MUI tetap mendesak peninjauan ulang, sementara promotor memastikan pertunjukan jalan terus sesuai jadwal.
































































