Jakarta — Malam ini, Masjid Istiqlal tidak hanya akan dipenuhi lantunan doa. Ribuan santri dari berbagai pesantren akan berkumpul dalam satu munajat akbar, memanjatkan harapan agar Indonesia dijauhkan dari bencana dan diberi jalan menuju masa depan yang lebih baik.
Acara bertajuk Munajat Santri untuk Negeri ini menjadi penutup rangkaian Hari Santri 2026. Namun tahun ini, munajat terasa lebih dari sekadar seremoni tahunan.
Di tengah kabar kebakaran hutan dan lahan yang masih mengepung sejumlah wilayah di Sumatra dan Kalimantan, para santri datang membawa satu misi tambahan: mendoakan saudara-saudara mereka yang tengah berjuang melawan asap dan api.
Direktur Jenderal Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said, menyebut doa sebagai bentuk bakti paling tulus yang bisa diberikan santri untuk bangsanya.
Menurutnya, santri tidak hanya ingin hadir lewat aksi sosial, tetapi juga lewat ikhtiar spiritual — menitipkan keselamatan Indonesia dalam doa-doa terbaik mereka.
“Munajat ini adalah cara santri menunjukkan cintanya pada negeri. Kami ingin Indonesia selalu diberi keselamatan, kedamaian, dan keberkahan,” ujar Basnang, Kamis (29/10/2026).
Ia menambahkan, munajat kali ini juga menjadi ungkapan empati yang mendalam. Para santri berharap musibah karhutla segera berakhir, dan warga terdampak diberi kekuatan untuk bangkit kembali.
“Kami mendoakan saudara-saudara kita di Kalimantan dan Sumatra agar diberi kesehatan, kemudahan, dan kekuatan menghadapi musibah ini,” katanya.
Rangkaian Acara Malam Ini
Kegiatan akan dibuka sejak pukul 18.00 WIB dengan peluncuran sejumlah program pesantren, dilanjutkan istighosah bersama hingga menjelang Isya.
Setelah salat Isya, acara puncak dimulai pukul 20.05 WIB. Panggung Istiqlal akan diisi pidato kebudayaan oleh Ketua Umum PBNU, KH Abdul Hakim Mahfudz, serta sambutan Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Salah satu momen yang paling dinanti adalah pembacaan surat santri untuk Presiden Prabowo Subianto. Surat itu akan menjadi suara langsung dari pesantren untuk kepala negara, sebelum Presiden menyampaikan taklimatnya. Malam itu akan ditutup dengan Malam Inaugurasi Direktorat Jenderal Pesantren.
Bagi masyarakat yang tidak bisa hadir langsung ke Istiqlal, seluruh rangkaian acara dapat diikuti melalui siaran langsung di kanal YouTube Pesantren Kemenag. Informasi terbaru juga dibagikan melalui akun @pesantrenkemenag. (kemenag.go.id)
































































