Jakarta – Dinas intelijen domestik Israel, Shin Bet, telah menangkap seorang warganya yang diduga direkrut oleh intelijen Iran untuk merencanakan pembunuhan terhadap tokoh-tokoh penting, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Penangkapan ini dilakukan oleh Shin Bet bekerja sama dengan Kepolisian Israel. Identitas warga Israel yang ditangkap tidak diungkap ke publik.
“Seorang warga negara Israel direkrut oleh intelijen Iran untuk mengoordinasikan pembunuhan terhadap tokoh-tokoh Israel,” demikian pernyataan bersama dari Kepolisian Israel dan Shin Bet.
“Warga tersebut diselundupkan ke Iran sebanyak dua kali dan telah menerima pembayaran untuk melaksanakan misinya,” tambah pernyataan tersebut, tanpa memberikan rincian mengenai jumlah uang yang diterima.
Pernyataan itu juga menyebutkan bahwa selain Netanyahu, target pembunuhan termasuk Menteri Pertahanan Yoav Gallant, Direktur Shin Bet Ronen Bar, serta pejabat tinggi Israel lainnya.
Kepolisian setempat mengungkapkan bahwa warga Israel yang ditangkap adalah “seorang pengusaha yang telah tinggal di Turki dalam waktu yang lama” dan diketahui memiliki hubungan dekat dengan beberapa individu asal Turki dan Iran.
Laporan media lokal Israel menyebut pria yang ditangkap itu merupakan seorang warga Yahudi dari kota Ashkelon. Penangkapan itu, menurut laporan Reuters, dilakukan bulan lalu.
Kepolisian Israel dalam pernyataannya menyebut pria itu mengaku dirinya awal diminta untuk menjalankan misi keamanan Teheran di Israel, termasuk mentransfer “uang atau senjata” dan mengancam warga Israel lainnya yang direkrut oleh Iran, sebelum kemudian diminta merencanakan pembunuhan.
“Ini merupakan kasus yang sangat serius yang menjadi contoh upaya besar agen intelijen Iran untuk merekrut warga Israel, guna mempromosikan kegiatan teroris di Israel,” sebut seorang pejabat senior Shin Bet, yang tidak disebut namanya.

































































