• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Politik
  • Lifestyle
Penegakkan Hukum Konsisten Kunci Tangani Penyebaran Radikalisme Gaya Baru ala HTI dan FPI

Muncul Narasi “Perang Akhir Zaman” di Konflik India-Pakistan, Akademisi: Skenario Eskatologis Global

May 15, 2025
Dosen STIS: Literasi Digital Harus Diperkuat dengan Nilai-Nilai Pancasila

Dosen STIS: Literasi Digital Harus Diperkuat dengan Nilai-Nilai Pancasila

November 2, 2026
Ketua MUI Bidang Fatwa Jelaskan Formula Indonesia Jaga Harmoni Agama dan Negara di Suriah

Ketua MUI Bidang Fatwa Jelaskan Formula Indonesia Jaga Harmoni Agama dan Negara di Suriah

November 2, 2026
80% Anak Indonesia Main Internet Tanpa Literasi, BNPT dan KPAI Perkuat Kolaborasi

80% Anak Indonesia Main Internet Tanpa Literasi, BNPT dan KPAI Perkuat Kolaborasi

November 2, 2026
Di Turki, MUI Tawarkan Konsep Moderat dan Pancasila sebagai Jawaban Polarisasi Global

Di Turki, MUI Tawarkan Konsep Moderat dan Pancasila sebagai Jawaban Polarisasi Global

November 2, 2026
Lewat Persembahyangan Saraswati, Polda Sulteng Perkuat Toleransi dan Dekati Warga Lintas Agama

Lewat Persembahyangan Saraswati, Polda Sulteng Perkuat Toleransi dan Dekati Warga Lintas Agama

November 2, 2026
Lawan Ekstremisme di Dunia Maya, BNPT Ajak Anak Muda Lampung Jadi Kreator Perdamaian

Lawan Ekstremisme di Dunia Maya, BNPT Ajak Anak Muda Lampung Jadi Kreator Perdamaian

November 2, 2026
BNPT Kukuhkan 50 Duta Damai di Sumut, Perkuat Benteng Generasi Muda dari Radikalisme Digital

BNPT Kukuhkan 50 Duta Damai di Sumut, Perkuat Benteng Generasi Muda dari Radikalisme Digital

October 30, 2026
Penggerebekan Ponpes Ma’had Hamalatul Qur’an: Polisi Sebut Terkait Kasus Warung Mie Babi, Ponpes Soroti Cara Penanganan

Penggerebekan Ponpes Ma’had Hamalatul Qur’an: Polisi Sebut Terkait Kasus Warung Mie Babi, Ponpes Soroti Cara Penanganan

October 30, 2026
WNI Asal Surabaya Tentara Bayaran Rusia Tewas di Garis Depan Medan Tempur

WNI Asal Surabaya Tentara Bayaran Rusia Tewas di Garis Depan Medan Tempur

October 30, 2026
Ronaldo Cetak Hat-trick, Al-Nassr Tekuk Al-Kholood 5-3 dan CR7 Makin Dekat 1.000 Gol

Ronaldo Cetak Hat-trick, Al-Nassr Tekuk Al-Kholood 5-3 dan CR7 Makin Dekat 1.000 Gol

October 30, 2026
Ekoteologi dan Religious Diplomacy Indonesia Bakal Jadi Tema Besar Pertemuan Tokoh Agama Dunia

Ekoteologi dan Religious Diplomacy Indonesia Bakal Jadi Tema Besar Pertemuan Tokoh Agama Dunia

October 30, 2026
Ulama Masa Depan Harus Bisa Dialog dengan Dunia, Bukan Hanya Menjaga Tradisi

Ulama Masa Depan Harus Bisa Dialog dengan Dunia, Bukan Hanya Menjaga Tradisi

October 30, 2026
moderat.id
  • Home
  • News
    • All
    • Daerah
    • Ekonomi
    • Internasional
    • Nasional
    • Politik
    Dosen STIS: Literasi Digital Harus Diperkuat dengan Nilai-Nilai Pancasila

    Dosen STIS: Literasi Digital Harus Diperkuat dengan Nilai-Nilai Pancasila

    Ketua MUI Bidang Fatwa Jelaskan Formula Indonesia Jaga Harmoni Agama dan Negara di Suriah

    Ketua MUI Bidang Fatwa Jelaskan Formula Indonesia Jaga Harmoni Agama dan Negara di Suriah

    80% Anak Indonesia Main Internet Tanpa Literasi, BNPT dan KPAI Perkuat Kolaborasi

    80% Anak Indonesia Main Internet Tanpa Literasi, BNPT dan KPAI Perkuat Kolaborasi

    Di Turki, MUI Tawarkan Konsep Moderat dan Pancasila sebagai Jawaban Polarisasi Global

    Di Turki, MUI Tawarkan Konsep Moderat dan Pancasila sebagai Jawaban Polarisasi Global

    Lewat Persembahyangan Saraswati, Polda Sulteng Perkuat Toleransi dan Dekati Warga Lintas Agama

    Lewat Persembahyangan Saraswati, Polda Sulteng Perkuat Toleransi dan Dekati Warga Lintas Agama

    Lawan Ekstremisme di Dunia Maya, BNPT Ajak Anak Muda Lampung Jadi Kreator Perdamaian

    Lawan Ekstremisme di Dunia Maya, BNPT Ajak Anak Muda Lampung Jadi Kreator Perdamaian

    BNPT Kukuhkan 50 Duta Damai di Sumut, Perkuat Benteng Generasi Muda dari Radikalisme Digital

    BNPT Kukuhkan 50 Duta Damai di Sumut, Perkuat Benteng Generasi Muda dari Radikalisme Digital

    Penggerebekan Ponpes Ma’had Hamalatul Qur’an: Polisi Sebut Terkait Kasus Warung Mie Babi, Ponpes Soroti Cara Penanganan

    Penggerebekan Ponpes Ma’had Hamalatul Qur’an: Polisi Sebut Terkait Kasus Warung Mie Babi, Ponpes Soroti Cara Penanganan

    WNI Asal Surabaya Tentara Bayaran Rusia Tewas di Garis Depan Medan Tempur

    WNI Asal Surabaya Tentara Bayaran Rusia Tewas di Garis Depan Medan Tempur

    Trending Tags

    • Religi
      Menag Nasaruddin: Meneladani Nabi Juga Berarti Menjaga Alam

      Menag Nasaruddin: Meneladani Nabi Juga Berarti Menjaga Alam

      Maulid Nabi 1448 H, Menag Ajak Umat Teladani Rasulullah dalam Merawat Toleransi

      Maulid Nabi 1448 H, Menag Ajak Umat Teladani Rasulullah dalam Merawat Toleransi

      Ditjen Bimas Hindu Angkat Filosofi Lawar sebagai Simbol Persatuan dalam Keberagaman

      Ditjen Bimas Hindu Angkat Filosofi Lawar sebagai Simbol Persatuan dalam Keberagaman

      Kemenag Papua: Semangat Galungan Perkuat Toleransi, Harmoni Sosial, dan Bijak Bermedia Digital

      Kemenag Papua: Semangat Galungan Perkuat Toleransi, Harmoni Sosial, dan Bijak Bermedia Digital

      Penyuluh Agama Didorong Aktif Sebarkan Moderasi di Ruang Digital

      Penyuluh Agama Didorong Aktif Sebarkan Moderasi di Ruang Digital

      Potret Harmoni di Banyuwangi, Banser Bantu Amankan Perayaan Galungan-Kuningan

      Potret Harmoni di Banyuwangi, Banser Bantu Amankan Perayaan Galungan-Kuningan

      Sambut 1 Muharram, Wali Kota Bogor Tekankan Pentingnya Menjaga Toleransi di Tengah Keberagaman

      Sambut 1 Muharram, Wali Kota Bogor Tekankan Pentingnya Menjaga Toleransi di Tengah Keberagaman

      Imam Masjid Berperan Penting Menjaga Islam Moderat dan Perdamaian

      Imam Masjid Berperan Penting Menjaga Islam Moderat dan Perdamaian

      Kelenteng Kong Miao Litang Tak Hanya Tempat Ibadah, Tapi Simbol Keberagaman dan Toleransi

      Kelenteng Kong Miao Litang Tak Hanya Tempat Ibadah, Tapi Simbol Keberagaman dan Toleransi

    • Olahraga
      • All
      • Beladiri
      • Bola
      • Otomotif
      • Raket
      Ronaldo Cetak Hat-trick, Al-Nassr Tekuk Al-Kholood 5-3 dan CR7 Makin Dekat 1.000 Gol

      Ronaldo Cetak Hat-trick, Al-Nassr Tekuk Al-Kholood 5-3 dan CR7 Makin Dekat 1.000 Gol

      Harry Kane Raih Ballon d’Or 2026, Kalahkan Mbappe dan Yamal!

      Harry Kane Raih Ballon d’Or 2026, Kalahkan Mbappe dan Yamal!

      Persija Comeback, Taklukkan Persik 2-1 di JIS

      Persija Comeback, Taklukkan Persik 2-1 di JIS

      Mbappe Brace, Real Madrid Menang 2-1 atas Barcelona di El Clasico

      Mbappe Brace, Real Madrid Menang 2-1 atas Barcelona di El Clasico

      Liverpool Menang 2-0 atas Brighton, Masuk Empat Besar Premier League

      Liverpool Menang 2-0 atas Brighton, Masuk Empat Besar Premier League

      Tumbang 0-3 dari Bournemouth di Old Trafford, MU Tanpa Kemenangan dalam 8 Laga

      Tumbang 0-3 dari Bournemouth di Old Trafford, MU Tanpa Kemenangan dalam 8 Laga

      Adam Alis Jadi Pahlawan, Persib Curi 3 Poin dari Kandang Garudayaksa

      Adam Alis Jadi Pahlawan, Persib Curi 3 Poin dari Kandang Garudayaksa

      Ronaldo Jadi Pesepakbola Pertama dengan Harta Rp 36 Triliun, Dua Kali Lipat Messi

      Ronaldo Jadi Pesepakbola Pertama dengan Harta Rp 36 Triliun, Dua Kali Lipat Messi

      Como 1907 Hancurkan Manchester United 4-1, Nico Paz Cetak Brace di Liga Champions

      Como 1907 Hancurkan Manchester United 4-1, Nico Paz Cetak Brace di Liga Champions

    • Budaya
    • Lifestyle
      Roberto Carlos Bantah Jadi Mualaf, Ungkap Pernikahan Digelar dengan Dua Ritus

      Roberto Carlos Bantah Jadi Mualaf, Ungkap Pernikahan Digelar dengan Dua Ritus

      Nikahi Wanita Keturunan Maroko-Lebanon, Roberto Carlos Mualaf?

      Nikahi Wanita Keturunan Maroko-Lebanon, Roberto Carlos Mualaf?

      Denada Buka Suara, Akui Ressa Anak Kandung dan Sampaikan Permohonan Maaf

      Denada Buka Suara, Akui Ressa Anak Kandung dan Sampaikan Permohonan Maaf

      Ridwan Kamil Sampaikan Klarifikasi Publik Usai Resmi Cerai dari Atalia

      Ridwan Kamil Sampaikan Klarifikasi Publik Usai Resmi Cerai dari Atalia

      Sir David Beckham Resmi Dianugerahi Gelar Ksatria oleh Raja Charles III

      Sir David Beckham Resmi Dianugerahi Gelar Ksatria oleh Raja Charles III

      David Beckham: Dari Lapangan Hijau ke Kerajaan Bisnis Bernilai Triliunan

      David Beckham: Dari Lapangan Hijau ke Kerajaan Bisnis Bernilai Triliunan

      Artis Onadio Leonardo Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba, Ditemukan Ganja Saat Penggeledahan

      Artis Onadio Leonardo Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba, Ditemukan Ganja Saat Penggeledahan

      8 Tahun Terlihat Harmonis, Raisa Gugat Cerai Hamish Daud

      8 Tahun Terlihat Harmonis, Raisa Gugat Cerai Hamish Daud

      Mantap Dalami Islam, Celine Evangelista: “Perubahan Ini Lahir dari Hati yang Tenang”

      Mantap Dalami Islam, Celine Evangelista: “Perubahan Ini Lahir dari Hati yang Tenang”

      Trending Tags

      • Opini
        MotoGP Mandalika 2026 Aman Terkendali, Bukti Hasil Sinergi Aparat Menjaga Ruang Nyata dan Ruang Digital dari Potensi Ancaman Teror

        MotoGP Mandalika 2026 Aman Terkendali, Bukti Hasil Sinergi Aparat Menjaga Ruang Nyata dan Ruang Digital dari Potensi Ancaman Teror

        Jaga MotoGP Mandalika dari Upaya Kelompok Anti-NKRI

        Jaga MotoGP Mandalika dari Upaya Kelompok Anti-NKRI

        TRADISI DAN BUDAYA LOMBOK: BENTENG PALING AMPUH TANGKAL PROVOKASI RADIKAL DI BALIK GEMURUH MOTOGP MANDALIKA

        TRADISI DAN BUDAYA LOMBOK: BENTENG PALING AMPUH TANGKAL PROVOKASI RADIKAL DI BALIK GEMURUH MOTOGP MANDALIKA

        Jelang MotoGP Mandalika: Merajut Kebersamaan dan Kedamaian Untuk Mewujudkan Kebangsaan Nasional

        Jelang MotoGP Mandalika: Merajut Kebersamaan dan Kedamaian Untuk Mewujudkan Kebangsaan Nasional

        MBG dan Gempa NTT: Langkah Nyata untuk Korban Bencana

        MBG dan Gempa NTT: Langkah Nyata untuk Korban Bencana

        Dampak Ekonomi MBG di Bawah Kendali Pimpinan BGN Baru

        Dampak Ekonomi MBG di Bawah Kendali Pimpinan BGN Baru

        Hantu Keracunan Kembali Hadir Saat MBG Pasca Libur Sekolah: Menunggu Janji Zero Tolerance BGN

        Hantu Keracunan Kembali Hadir Saat MBG Pasca Libur Sekolah: Menunggu Janji Zero Tolerance BGN

        Mencari Formula Ideal Program MBG: SPPG, Kantin Sekolah, Posyandu, dan Pesantren

        Mencari Formula Ideal Program MBG: SPPG, Kantin Sekolah, Posyandu, dan Pesantren

        Membaca Gebrakan Pertama Kepala BGN: Langkah Tegas dan Masa Depan MBG

        Membaca Gebrakan Pertama Kepala BGN: Langkah Tegas dan Masa Depan MBG

        Trending Tags

        No Result
        View All Result
        moderat.id
        No Result
        View All Result
        Home News Daerah

        Muncul Narasi “Perang Akhir Zaman” di Konflik India-Pakistan, Akademisi: Skenario Eskatologis Global

        by admin
        May 15, 2025
        in Daerah, Internasional, News
        0
        Penegakkan Hukum Konsisten Kunci Tangani Penyebaran Radikalisme Gaya Baru ala HTI dan FPI
        497
        SHARES
        1.4k
        VIEWS
        Share on FacebookShare on Twitter

        Cirebon – Konflik India-Pakistan yang terjadi belakangan ini, sejatinya adalah buah dari rentetan permasalahan di masa lalu, baik politik, sosial, budaya, hingga ekonomi yang hingga kini belum tuntas. Sayangnya, beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab malah menjadikan peristiwa ini seolah menjadi “nubuat” bahwa umat Islam (Pakistan) akan berperang dengan orang-orang kafir (India) di akhir zaman.   

        Guru Besar Sejarah Peradaban Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof. KH. Didin Nurul Rosidin, M.A., PhD., menilai dalam konteks konflik India–Pakistan, narasi “perang akhir zaman” tidak hanya keliru secara historis tetapi juga berbahaya secara sosial dan politik. Apocalyptic framing seperti ini memberi gambaran seolah-olah pertikaian berskala lokal antara kedua negara Muslim dan non‑Muslim adalah bagian dari skenario eskatologis global, padahal akar konflik jauh lebih kompleks dan spesifik secara sejarah dan geopolitik. 

        “Narasi semacam ini cenderung menimbulkan polarisasi tajam, memicu radikalisasi, dan menggerus upaya perdamaian serta diplomasi yang sejatinya sangat diperlukan untuk menghindari eskalasi militer, bahkan nuklir, di kawasan Asia Selatan,” ulas Prof. Didin pada Rabu (14/5/2025).

        Dirinya menyimpulkan, penggunaan retorika akhir zaman hanya akan memperkuat “false moral clarity” atau keyakinan bahwa kekerasan adalah satu-satunya jalan benar, yang sering dieksploitasi oleh kelompok ekstremis untuk merekrut anggota baru. Dalam konteks India–Pakistan, apocalyptic framing juga meningkatkan risiko tindakan kekerasan spontan (lone wolf) karena individu yang termakan narasi merasa mendapatkan “panggilan ilahi” untuk beraksi sebelum “akhir zaman tiba.”

        Prof. Didin menyampaikan, narasi “perang akhir zaman antara Islam dengan kafir” yang ditautkan pada konflik India – Pakistan jelas salah alamat dan mencederai semangat pendirian Negara Kesatuan Republik Indonesia. Faktanya, kemerdekaan Indonesia adalah buah perjuangan seluruh elemen bangsa, terlepas dari suku, ras, golongan, ataupun agamanya. 

        “Tentang negara Indonesia, kalau kita bicara dari Sabang sampai Merauke, itu adalah bicara tentang keanekaragaman yang kemudian disimbolkan dengan istilah Bhinneka Tunggal Ika. Kunci Bhinneka Tunggal Ika adalah pengakuan akan realitas historis, sosiologis, plus antropologis yang ada di Indonesia, bahwa Indonesia dibangun dan akan selalu dibangun oleh keanekaragaman, tidak hanya budaya tetapi juga keimanan,” terang Prof. Didin.

        Ia pun mengkritik pihak-pihak yang menyamakan kondisi negara Indonesia dengan konflik India – Pakistan. Prof. Didin menegaskan bahwa peristiwa-peristiwa historis dari masing-masing bangsa dan negara tentu terlalu rumit dan unik jika harus dipandang sama rata.   

        Prof. Didin juga mencontohkan bagaimana kolaborasi antariman dalam sejarah Indonesia. Misalnya, bangsa Indonesia pernah melewati peristiwa Sumpah Pemuda, yang dalam penyusunannya tidak hanya melibatkan satu keimanan tertentu atau agama Islam saja, tetapi juga lintas keimanan. Para hadirin dalam peristiwa Sumpah Pemuda punya visi dan misi yang sama tentang bagaimana Indonesia lepas dari belenggu penjajahan.

        “Kemudian, fakta sejarah lain yang mungkin bisa kita rujuk adalah bagaimana kolaborasi lintas iman ini pada saat kemerdekaan dan perang revolusi. Perang mempertahankan kemerdekaan itu juga membahas kelompok-kelompok yang pro-Belanda, yang mencoba mempertahankan afiliasi dengan Belanda. Banyak juga yang Muslim, misalnya yang tercatat adalah Sultan Hamid II dari Kalimantan, yang memiliki afiliasi dengan Belanda dan cenderung menolak untuk Indonesia merdeka,” ungkap Prof. Didin.

        “Tetapi di sisi lain, kita mengenal ada Johannes Leimena dan kawan-kawan lainnya yang bukan berasal dari Muslim, justru ingin membangun Indonesia sebagai sebuah negara yang merdeka, lepas dari penjajahan. Jadi, banyak juga peristiwa-peristiwa lain yang bisa kita jadikan rujukan yang menunjukkan bahwa bangsa ini tidak bisa dibangun hanya dari satu kelompok iman tertentu atau agama tertentu,” imbuhnya.

        Prof. Didin menambahkan bahwa penafsiran agama sebenarnya seringkali tidak membahas soal rasionalitas semata, melainkan kemampuan orang atau kelompok mencerna teks-teks agama melalui kemampuan kognitifnya. Hal ini dijelaskan dengan kaidah addinu huwal aqlu, bahwa agama itu adalah akal. Artinya, memahami agama memang memahami secara kognitif.

        “Jika kita mampu memahami secara kognitif, baru kemudian masuk tingkatan yang dibahasakan oleh Ibn Arabi sebagai level mahabbah, artinya cinta. Nah, kalau cinta berdasarkan agama, seharusnya juga cinta terhadap sesama manusia. Jadi, kalau misalnya agama itu dihadirkan untuk merusak manusia, justru itu melenceng dari misi agama yang sesungguhnya,” ujar Prof. Didin.

        Melalui penjelasannya, Prof. Didin mengajak masyarakat Indonesia untuk memahami bahwa hakikat manusia adalah sebagai hamba yang lemah di hadapan Yang Maha Kuasa. Kemudian di sisi yang lain, bahwa manifestasi dari kita menghamba kepada Tuhan adalah menghormati, mencintai, melestarikan, serta memelihara semua makhluk-Nya, termasuk sesama manusia.

        “Kalau kemudian ajaran agama dimaknai dengan hitam putih, bahwa A itu lawan saya, B kawan saya, sesungguhnya kita tidak mendefinisikan Tuhan sebagai yang sempurna dan Maha Pengasih. Saya khawatir, justru yang ditunjukkan adalah keegoisan kita sebagai manusia yang merasa benar sendiri. Jangan sampai kita mengambil posisi Tuhan melalui ayat-ayat Nya sebagai legalisasi untuk bertindak semaunya,” pungkas Prof. Didin.

        Tags: esktologis globalkonflik india-pakistanperang akhir zamanPolarisasiProf Didin Nurul Rosidinradikalisasi
        Share199Tweet124Share50
        • Trending
        • Comments
        • Latest
        Program Makan Bergizi Gratis: Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan dan Memberdayakan Tenaga Kerja Lokal

        Program Makan Bergizi Gratis: Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan dan Memberdayakan Tenaga Kerja Lokal

        November 11, 2025
        Program Makan Bergizi Gratis Gerakkan Ekonomi Petani, Nelayan, dan Peternak

        Program Makan Bergizi Gratis Gerakkan Ekonomi Petani, Nelayan, dan Peternak

        November 6, 2025
        MBG Libur Sekolah: Antara Efisiensi Anggaran dan Kondisi Pasar

        MBG Libur Sekolah: Antara Efisiensi Anggaran dan Kondisi Pasar

        June 30, 2026
        Dosen STIS: Literasi Digital Harus Diperkuat dengan Nilai-Nilai Pancasila

        Dosen STIS: Literasi Digital Harus Diperkuat dengan Nilai-Nilai Pancasila

        0

        Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

        0

        Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

        0
        Dosen STIS: Literasi Digital Harus Diperkuat dengan Nilai-Nilai Pancasila

        Dosen STIS: Literasi Digital Harus Diperkuat dengan Nilai-Nilai Pancasila

        November 2, 2026
        Ketua MUI Bidang Fatwa Jelaskan Formula Indonesia Jaga Harmoni Agama dan Negara di Suriah

        Ketua MUI Bidang Fatwa Jelaskan Formula Indonesia Jaga Harmoni Agama dan Negara di Suriah

        November 2, 2026
        80% Anak Indonesia Main Internet Tanpa Literasi, BNPT dan KPAI Perkuat Kolaborasi

        80% Anak Indonesia Main Internet Tanpa Literasi, BNPT dan KPAI Perkuat Kolaborasi

        November 2, 2026
        moderat.id

        Copyright © 2019

        Navigate Site

        • Privacy & Policy
        • Contact
        • About

        Follow Us

        No Result
        View All Result
        • Home
        • Entertainment/Lifestyle
        • Olahraga
        • Otomotif
        • Lifestyle
        • News
          • Internasional
          • Nasional
          • Politik
          • Ekonomi
        • Religi

        Copyright © 2019