Jakarta – Tindakan Israel yang mencegat armada kapal Global Sumud, pengangkut bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza, memicu gelombang kecaman dari masyarakat internasional. Demonstrasi berlangsung di berbagai belahan dunia—dari Eropa, Amerika, hingga Asia—dengan satu seruan yang sama: hentikan blokade Gaza dan bebaskan para aktivis yang ditahan.
Armada Global Sumud sendiri berangkat dari Barcelona beberapa bulan lalu dengan misi menyalurkan bantuan ke Gaza. Namun, perjalanan mereka terhenti setelah dicegat otoritas Israel. Sejumlah tokoh dunia ikut terdampak, di antaranya mantan Wali Kota Barcelona Ada Colau hingga cucu Nelson Mandela, Mandla Mandela, yang kini terancam dideportasi.
Di Barcelona, sekitar 15.000 orang turun ke jalan meneriakkan “Gaza, kamu tidak sendirian” dan “Boikot Israel”. Polisi anti huru-hara sempat membubarkan massa yang mencoba melewati barikade. Dukungan juga datang dari Dublin, Irlandia, di mana demonstrasi dipenuhi nuansa historis, mengaitkan perjuangan Palestina dengan pengalaman panjang rakyat Irlandia melawan kolonialisme Inggris.
Aksi serupa terjadi di Prancis. Di Paris, 1.000 orang memenuhi Place de la Republique, sementara di Marseille, polisi menangkap 100 demonstran yang berusaha memblokir kantor perusahaan senjata yang dituding memasok Israel. Di Italia, ribuan orang berbaris di Roma, Milan, hingga Bologna. Serikat buruh bahkan menyerukan mogok nasional sebagai bentuk solidaritas.
Gelombang protes meluas ke Berlin, Den Haag, Brasilia, Buenos Aires, hingga Tunis. Di Turki, ribuan warga berkumpul di depan Kedutaan Israel di Istanbul membawa spanduk bertuliskan “embargo total terhadap pendudukan”.
Di Brussels, Belgia, 3.000 orang berunjuk rasa di depan Parlemen Eropa sambil menyalakan bom asap. Mereka menuntut Uni Eropa menghentikan aliran dana besar yang masih dikucurkan ke Israel. Sementara di Jenewa, Swiss, pengunjuk rasa muda membakar api unggun di jalan dan bentrok dengan polisi di jembatan Mont Blanc.
Di Athena, Yunani, kelompok antirasisme menuding Israel melakukan “eskalasi biadab” dengan menutup akses bantuan. Di Malaysia, puluhan orang berunjuk rasa di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat. “Mereka hanya membawa bantuan dan makanan bayi, penangkapan ini tidak adil,” kata Ili Farhan (43), salah satu peserta aksi.
Gelombang demonstrasi ini menandai meningkatnya tekanan global terhadap Israel di tengah krisis kemanusiaan di Gaza. Pesannya seragam: blokade harus dihentikan, jalur bantuan kemanusiaan dibuka, dan aktivis armada Global Sumud segera dibebaskan.

































































