Surabaya – Peringatan Kenaikan Yesus Kristus dimaknai Khofifah Indar Parawansa bukan sekadar momentum spiritual bagi umat Kristiani, tetapi juga pengingat pentingnya menjaga persaudaraan, toleransi, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat yang majemuk.
Dalam pesannya kepada umat Kristiani di Jawa Timur, Khofifah mengajak seluruh masyarakat menjadikan perayaan keagamaan ini sebagai ruang refleksi untuk memperkuat nilai kasih dan semangat hidup bersama dalam keberagaman.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, saya mengucapkan Selamat Memperingati Kenaikan Yesus Kristus kepada seluruh umat Kristiani. Semoga momentum ini memperkuat iman, menumbuhkan harapan, dan menginspirasi kita semua untuk terus menebarkan kasih kepada sesama,” ujar Khofifah di Surabaya, Kamis (15/5/2026).
Menurut Khofifah, nilai-nilai yang terkandung dalam peringatan Kenaikan Yesus Kristus—seperti kasih, pengorbanan, kerendahan hati, dan pengharapan—memiliki makna universal yang relevan bagi seluruh masyarakat, tanpa memandang latar belakang agama.
“Pesan kasih dan kepedulian terhadap sesama adalah fondasi penting untuk membangun kehidupan sosial yang harmonis dan damai,” katanya.
Ia menegaskan, keberagaman yang dimiliki Jawa Timur harus terus dijaga sebagai kekuatan sosial, bukan sumber perbedaan yang memecah belah.
“Jawa Timur adalah rumah besar bagi banyak suku, agama, dan budaya. Karena itu, semangat persaudaraan dan toleransi harus terus kita rawat bersama,” ujarnya.
Di tengah tantangan global dan dinamika sosial yang terus berkembang, Khofifah menilai nilai solidaritas dan gotong royong justru semakin penting.
Menurut dia, masyarakat perlu terus membangun empati sosial, saling membantu, dan hadir untuk sesama, terutama di tengah berbagai tantangan ekonomi maupun sosial yang dihadapi masyarakat saat ini.
“Semangat gotong royong harus tetap hidup. Kepedulian sosial adalah kunci untuk menjaga ketahanan sosial sekaligus memperkuat harmoni kehidupan berbangsa,” tegasnya.
Khofifah berharap tradisi kerukunan antarumat beragama yang selama ini tumbuh kuat di Jawa Timur dapat terus dipertahankan sebagai identitas sosial daerah.
“Semoga damai dan sukacita selalu menyertai kita semua, dan Jawa Timur tetap menjadi provinsi yang rukun, harmonis, dan penuh toleransi,” tuturnya. (Ant)
































































