Bournemouth — Harapan Manchester City untuk mempertahankan gelar Premier League resmi berakhir di Vitality Stadium. Ditahan imbang 1-1 oleh AFC Bournemouth, The Citizens harus rela menyerahkan mahkota juara kepada Arsenal F.C.
Laga yang berlangsung Rabu (20/5/2026) itu sempat membuat City berada di ujung tanduk setelah tertinggal lebih dulu lewat gol Junior Kroupi pada menit ke-39. Gol telat Erling Haaland di masa injury time memang menyelamatkan City dari kekalahan, tetapi tidak cukup untuk menjaga peluang juara tetap hidup.
Sejak awal pertandingan, tim asuhan Pep Guardiola mencoba mengambil kendali permainan. Peluang pertama datang dari Jeremy Doku, namun tembakannya masih mampu diamankan kiper Bournemouth, Djordje Petkovic.
Alih-alih unggul, City justru dikejutkan Bournemouth yang tampil berani. Tuan rumah beberapa kali mengancam sebelum akhirnya memecah kebuntuan jelang turun minum.
Berawal dari umpan tarik Adrien Truffert, Junior Kroupi melepaskan sepakan melengkung yang tak mampu dijangkau Gianluigi Donnarumma. Stadion pun bergemuruh, sementara City mulai dihantui kehilangan gelar.
Memasuki babak kedua, City meningkatkan intensitas serangan. Nico O’Reilly nyaris menyamakan kedudukan, tetapi Bournemouth bertahan disiplin dan bahkan beberapa kali hampir menambah keunggulan.
Tekanan City baru membuahkan hasil pada menit ke-90+5. Dalam situasi kemelut di depan gawang, bola rebound hasil tendangan Rodri yang membentur tiang langsung disambar Haaland menjadi gol.
Namun peluit panjang tak membawa kegembiraan bagi City. Tambahan satu poin membuat mereka hanya mengoleksi 78 angka, tak mungkin lagi mengejar Arsenal yang unggul empat poin di puncak klasemen dengan satu laga tersisa.
Artinya, Arsenal resmi mengakhiri penantian panjang dan memastikan diri menjadi juara Liga Inggris musim 2025/2026.
Sementara bagi Bournemouth, hasil ini menjaga asa mereka menuju Liga Champions. The Cherries kini berada di posisi keenam dengan 56 poin, hanya terpaut tiga angka dari Liverpool F.C. di peringkat kelima.
Di Vitality Stadium malam itu, satu poin terasa sangat berbeda: cukup bagi Bournemouth untuk bermimpi, tetapi menjadi akhir dari era dominasi Manchester City.

































































