• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Politik
  • Lifestyle
Narasi Utang Negara karena MBG: Betul atau Tidak?

Narasi Utang Negara karena MBG: Betul atau Tidak?

May 14, 2026
Penggerebekan Ponpes Ma’had Hamalatul Qur’an: Polisi Sebut Terkait Kasus Warung Mie Babi, Ponpes Soroti Cara Penanganan

Penggerebekan Ponpes Ma’had Hamalatul Qur’an: Polisi Sebut Terkait Kasus Warung Mie Babi, Ponpes Soroti Cara Penanganan

October 30, 2026
WNI Asal Surabaya Tentara Bayaran Rusia Tewas di Garis Depan Medan Tempur

WNI Asal Surabaya Tentara Bayaran Rusia Tewas di Garis Depan Medan Tempur

October 30, 2026
Ronaldo Cetak Hat-trick, Al-Nassr Tekuk Al-Kholood 5-3 dan CR7 Makin Dekat 1.000 Gol

Ronaldo Cetak Hat-trick, Al-Nassr Tekuk Al-Kholood 5-3 dan CR7 Makin Dekat 1.000 Gol

October 30, 2026
Ekoteologi dan Religious Diplomacy Indonesia Bakal Jadi Tema Besar Pertemuan Tokoh Agama Dunia

Ekoteologi dan Religious Diplomacy Indonesia Bakal Jadi Tema Besar Pertemuan Tokoh Agama Dunia

October 30, 2026
Ulama Masa Depan Harus Bisa Dialog dengan Dunia, Bukan Hanya Menjaga Tradisi

Ulama Masa Depan Harus Bisa Dialog dengan Dunia, Bukan Hanya Menjaga Tradisi

October 30, 2026
Terima Pindahan Napiter, Lapas Madiun Siapkan Program Khusus: Bangun Cinta Tanah Air, Bukan Sekadar Awasi

Terima Pindahan Napiter, Lapas Madiun Siapkan Program Khusus: Bangun Cinta Tanah Air, Bukan Sekadar Awasi

October 30, 2026
3 WN Prancis Anggota ISIS Divonis Penjara Seumur Hidup di Irak

3 WN Prancis Anggota ISIS Divonis Penjara Seumur Hidup di Irak

October 30, 2026
Polda Sulsel Perkuat Ideologi Kebangsaan dan Integritas Personel untuk Cegah Radikalisme

Polda Sulsel Perkuat Ideologi Kebangsaan dan Integritas Personel untuk Cegah Radikalisme

October 30, 2026
Malam Ini di Istiqlal: Santri Gelar Munajat Akbar, Titip Doa untuk Karhutla Sumatra-Kalimantan

Malam Ini di Istiqlal: Santri Gelar Munajat Akbar, Titip Doa untuk Karhutla Sumatra-Kalimantan

October 30, 2026
Konser Andrea Bocelli Tetap Digelar, MUI Pertanyakan Komitmen Pemerintah soal Palestina

Konser Andrea Bocelli Tetap Digelar, MUI Pertanyakan Komitmen Pemerintah soal Palestina

October 29, 2026
25 Anak di Lampung Terpapar Radikalisme, Kepala BNPT: Pendampingan Masih Berlangsung

25 Anak di Lampung Terpapar Radikalisme, Kepala BNPT: Pendampingan Masih Berlangsung

October 29, 2026
BNPT Regenerasi Duta Damai di Sumut, Anak Muda Disiapkan Lawan Narasi Radikal di Ruang Digital

BNPT Regenerasi Duta Damai di Sumut, Anak Muda Disiapkan Lawan Narasi Radikal di Ruang Digital

October 29, 2026
moderat.id
  • Home
  • News
    • All
    • Daerah
    • Ekonomi
    • Internasional
    • Nasional
    • Politik
    Penggerebekan Ponpes Ma’had Hamalatul Qur’an: Polisi Sebut Terkait Kasus Warung Mie Babi, Ponpes Soroti Cara Penanganan

    Penggerebekan Ponpes Ma’had Hamalatul Qur’an: Polisi Sebut Terkait Kasus Warung Mie Babi, Ponpes Soroti Cara Penanganan

    WNI Asal Surabaya Tentara Bayaran Rusia Tewas di Garis Depan Medan Tempur

    WNI Asal Surabaya Tentara Bayaran Rusia Tewas di Garis Depan Medan Tempur

    Ekoteologi dan Religious Diplomacy Indonesia Bakal Jadi Tema Besar Pertemuan Tokoh Agama Dunia

    Ekoteologi dan Religious Diplomacy Indonesia Bakal Jadi Tema Besar Pertemuan Tokoh Agama Dunia

    Ulama Masa Depan Harus Bisa Dialog dengan Dunia, Bukan Hanya Menjaga Tradisi

    Ulama Masa Depan Harus Bisa Dialog dengan Dunia, Bukan Hanya Menjaga Tradisi

    Terima Pindahan Napiter, Lapas Madiun Siapkan Program Khusus: Bangun Cinta Tanah Air, Bukan Sekadar Awasi

    Terima Pindahan Napiter, Lapas Madiun Siapkan Program Khusus: Bangun Cinta Tanah Air, Bukan Sekadar Awasi

    3 WN Prancis Anggota ISIS Divonis Penjara Seumur Hidup di Irak

    3 WN Prancis Anggota ISIS Divonis Penjara Seumur Hidup di Irak

    Polda Sulsel Perkuat Ideologi Kebangsaan dan Integritas Personel untuk Cegah Radikalisme

    Polda Sulsel Perkuat Ideologi Kebangsaan dan Integritas Personel untuk Cegah Radikalisme

    Malam Ini di Istiqlal: Santri Gelar Munajat Akbar, Titip Doa untuk Karhutla Sumatra-Kalimantan

    Malam Ini di Istiqlal: Santri Gelar Munajat Akbar, Titip Doa untuk Karhutla Sumatra-Kalimantan

    Konser Andrea Bocelli Tetap Digelar, MUI Pertanyakan Komitmen Pemerintah soal Palestina

    Konser Andrea Bocelli Tetap Digelar, MUI Pertanyakan Komitmen Pemerintah soal Palestina

    Trending Tags

    • Religi
      Menag Nasaruddin: Meneladani Nabi Juga Berarti Menjaga Alam

      Menag Nasaruddin: Meneladani Nabi Juga Berarti Menjaga Alam

      Maulid Nabi 1448 H, Menag Ajak Umat Teladani Rasulullah dalam Merawat Toleransi

      Maulid Nabi 1448 H, Menag Ajak Umat Teladani Rasulullah dalam Merawat Toleransi

      Ditjen Bimas Hindu Angkat Filosofi Lawar sebagai Simbol Persatuan dalam Keberagaman

      Ditjen Bimas Hindu Angkat Filosofi Lawar sebagai Simbol Persatuan dalam Keberagaman

      Kemenag Papua: Semangat Galungan Perkuat Toleransi, Harmoni Sosial, dan Bijak Bermedia Digital

      Kemenag Papua: Semangat Galungan Perkuat Toleransi, Harmoni Sosial, dan Bijak Bermedia Digital

      Penyuluh Agama Didorong Aktif Sebarkan Moderasi di Ruang Digital

      Penyuluh Agama Didorong Aktif Sebarkan Moderasi di Ruang Digital

      Potret Harmoni di Banyuwangi, Banser Bantu Amankan Perayaan Galungan-Kuningan

      Potret Harmoni di Banyuwangi, Banser Bantu Amankan Perayaan Galungan-Kuningan

      Sambut 1 Muharram, Wali Kota Bogor Tekankan Pentingnya Menjaga Toleransi di Tengah Keberagaman

      Sambut 1 Muharram, Wali Kota Bogor Tekankan Pentingnya Menjaga Toleransi di Tengah Keberagaman

      Imam Masjid Berperan Penting Menjaga Islam Moderat dan Perdamaian

      Imam Masjid Berperan Penting Menjaga Islam Moderat dan Perdamaian

      Kelenteng Kong Miao Litang Tak Hanya Tempat Ibadah, Tapi Simbol Keberagaman dan Toleransi

      Kelenteng Kong Miao Litang Tak Hanya Tempat Ibadah, Tapi Simbol Keberagaman dan Toleransi

    • Olahraga
      • All
      • Beladiri
      • Bola
      • Otomotif
      • Raket
      Ronaldo Cetak Hat-trick, Al-Nassr Tekuk Al-Kholood 5-3 dan CR7 Makin Dekat 1.000 Gol

      Ronaldo Cetak Hat-trick, Al-Nassr Tekuk Al-Kholood 5-3 dan CR7 Makin Dekat 1.000 Gol

      Harry Kane Raih Ballon d’Or 2026, Kalahkan Mbappe dan Yamal!

      Harry Kane Raih Ballon d’Or 2026, Kalahkan Mbappe dan Yamal!

      Persija Comeback, Taklukkan Persik 2-1 di JIS

      Persija Comeback, Taklukkan Persik 2-1 di JIS

      Mbappe Brace, Real Madrid Menang 2-1 atas Barcelona di El Clasico

      Mbappe Brace, Real Madrid Menang 2-1 atas Barcelona di El Clasico

      Liverpool Menang 2-0 atas Brighton, Masuk Empat Besar Premier League

      Liverpool Menang 2-0 atas Brighton, Masuk Empat Besar Premier League

      Tumbang 0-3 dari Bournemouth di Old Trafford, MU Tanpa Kemenangan dalam 8 Laga

      Tumbang 0-3 dari Bournemouth di Old Trafford, MU Tanpa Kemenangan dalam 8 Laga

      Adam Alis Jadi Pahlawan, Persib Curi 3 Poin dari Kandang Garudayaksa

      Adam Alis Jadi Pahlawan, Persib Curi 3 Poin dari Kandang Garudayaksa

      Ronaldo Jadi Pesepakbola Pertama dengan Harta Rp 36 Triliun, Dua Kali Lipat Messi

      Ronaldo Jadi Pesepakbola Pertama dengan Harta Rp 36 Triliun, Dua Kali Lipat Messi

      Como 1907 Hancurkan Manchester United 4-1, Nico Paz Cetak Brace di Liga Champions

      Como 1907 Hancurkan Manchester United 4-1, Nico Paz Cetak Brace di Liga Champions

    • Budaya
    • Lifestyle
      Roberto Carlos Bantah Jadi Mualaf, Ungkap Pernikahan Digelar dengan Dua Ritus

      Roberto Carlos Bantah Jadi Mualaf, Ungkap Pernikahan Digelar dengan Dua Ritus

      Nikahi Wanita Keturunan Maroko-Lebanon, Roberto Carlos Mualaf?

      Nikahi Wanita Keturunan Maroko-Lebanon, Roberto Carlos Mualaf?

      Denada Buka Suara, Akui Ressa Anak Kandung dan Sampaikan Permohonan Maaf

      Denada Buka Suara, Akui Ressa Anak Kandung dan Sampaikan Permohonan Maaf

      Ridwan Kamil Sampaikan Klarifikasi Publik Usai Resmi Cerai dari Atalia

      Ridwan Kamil Sampaikan Klarifikasi Publik Usai Resmi Cerai dari Atalia

      Sir David Beckham Resmi Dianugerahi Gelar Ksatria oleh Raja Charles III

      Sir David Beckham Resmi Dianugerahi Gelar Ksatria oleh Raja Charles III

      David Beckham: Dari Lapangan Hijau ke Kerajaan Bisnis Bernilai Triliunan

      David Beckham: Dari Lapangan Hijau ke Kerajaan Bisnis Bernilai Triliunan

      Artis Onadio Leonardo Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba, Ditemukan Ganja Saat Penggeledahan

      Artis Onadio Leonardo Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba, Ditemukan Ganja Saat Penggeledahan

      8 Tahun Terlihat Harmonis, Raisa Gugat Cerai Hamish Daud

      8 Tahun Terlihat Harmonis, Raisa Gugat Cerai Hamish Daud

      Mantap Dalami Islam, Celine Evangelista: “Perubahan Ini Lahir dari Hati yang Tenang”

      Mantap Dalami Islam, Celine Evangelista: “Perubahan Ini Lahir dari Hati yang Tenang”

      Trending Tags

      • Opini
        MotoGP Mandalika 2026 Aman Terkendali, Bukti Hasil Sinergi Aparat Menjaga Ruang Nyata dan Ruang Digital dari Potensi Ancaman Teror

        MotoGP Mandalika 2026 Aman Terkendali, Bukti Hasil Sinergi Aparat Menjaga Ruang Nyata dan Ruang Digital dari Potensi Ancaman Teror

        Jaga MotoGP Mandalika dari Upaya Kelompok Anti-NKRI

        Jaga MotoGP Mandalika dari Upaya Kelompok Anti-NKRI

        TRADISI DAN BUDAYA LOMBOK: BENTENG PALING AMPUH TANGKAL PROVOKASI RADIKAL DI BALIK GEMURUH MOTOGP MANDALIKA

        TRADISI DAN BUDAYA LOMBOK: BENTENG PALING AMPUH TANGKAL PROVOKASI RADIKAL DI BALIK GEMURUH MOTOGP MANDALIKA

        Jelang MotoGP Mandalika: Merajut Kebersamaan dan Kedamaian Untuk Mewujudkan Kebangsaan Nasional

        Jelang MotoGP Mandalika: Merajut Kebersamaan dan Kedamaian Untuk Mewujudkan Kebangsaan Nasional

        MBG dan Gempa NTT: Langkah Nyata untuk Korban Bencana

        MBG dan Gempa NTT: Langkah Nyata untuk Korban Bencana

        Dampak Ekonomi MBG di Bawah Kendali Pimpinan BGN Baru

        Dampak Ekonomi MBG di Bawah Kendali Pimpinan BGN Baru

        Hantu Keracunan Kembali Hadir Saat MBG Pasca Libur Sekolah: Menunggu Janji Zero Tolerance BGN

        Hantu Keracunan Kembali Hadir Saat MBG Pasca Libur Sekolah: Menunggu Janji Zero Tolerance BGN

        Mencari Formula Ideal Program MBG: SPPG, Kantin Sekolah, Posyandu, dan Pesantren

        Mencari Formula Ideal Program MBG: SPPG, Kantin Sekolah, Posyandu, dan Pesantren

        Membaca Gebrakan Pertama Kepala BGN: Langkah Tegas dan Masa Depan MBG

        Membaca Gebrakan Pertama Kepala BGN: Langkah Tegas dan Masa Depan MBG

        Trending Tags

        No Result
        View All Result
        moderat.id
        No Result
        View All Result
        Home Opini

        Narasi Utang Negara karena MBG: Betul atau Tidak?

        by admin
        May 14, 2026
        in Opini
        0
        Narasi Utang Negara karena MBG: Betul atau Tidak?
        795
        SHARES
        2.3k
        VIEWS
        Share on FacebookShare on Twitter

        Oleh: Agus Wibowo

        Belakangan ini, muncul narasi yang cukup kuat di ruang publik bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi penyebab meningkatnya utang negara. Narasi ini terdengar sederhana, mudah dipahami, dan karena itu cepat menyebar. Logikanya tampak lurus: program besar membutuhkan anggaran besar, anggaran besar berarti negara harus berutang lebih banyak. Selesai. Namun, apakah persoalannya sesederhana itu? Jawabannya: tidak.

        Dalam diskursus ekonomi publik, menghubungkan satu program dengan utang negara secara langsung tanpa melihat keseluruhan struktur fiskal adalah penyederhanaan yang berlebihan. Bahkan, dalam banyak kasus, cara pandang seperti ini justru menyesatkan publik.

        Pertama, kita harus memahami dulu apa itu utang negara. Utang negara bukanlah sesuatu yang otomatis buruk. Hampir semua negara di dunia menggunakan instrumen utang untuk membiayai pembangunan. Amerika Serikat, Jepang, hingga negara-negara Eropa melakukannya. Indonesia pun demikian. Dalam sistem pengelolaan fiskal modern, utang adalah alat—bukan tujuan. Yang penting bukan ada atau tidak adanya utang, tetapi untuk apa utang itu digunakan, bagaimana dikelola, dan apakah manfaatnya lebih besar daripada bebannya.

        Masalah muncul ketika publik melihat angka utang secara absolut tanpa konteks. Ketika angka utang naik, lalu dikaitkan langsung dengan satu program tertentu, seolah-olah program itulah penyebab tunggalnya. Padahal, struktur APBN jauh lebih kompleks. Ada belanja infrastruktur, subsidi energi, pendidikan, kesehatan, transfer ke daerah, pembayaran bunga utang lama, hingga kebutuhan menghadapi dinamika ekonomi global. Artinya, jika utang bertambah, tidak otomatis karena MBG.

        Kedua, kita harus membedakan antara biaya dan investasi.

        Banyak orang melihat MBG hanya sebagai pengeluaran negara: pemerintah membeli makanan, mendistribusikannya, lalu uang habis. Padahal pendekatan seperti ini terlalu sempit.

        MBG adalah investasi sumber daya manusia.

        Mengapa? Karena program ini menyasar anak-anak usia sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui—kelompok yang sangat menentukan kualitas generasi masa depan. Ketika negara memastikan mereka mendapatkan gizi yang cukup, negara sedang berinvestasi pada kualitas otak, kesehatan, produktivitas, dan daya saing bangsa di masa depan.

        Banyak penelitian global menunjukkan bahwa kekurangan gizi pada anak berdampak langsung pada rendahnya kemampuan belajar, produktivitas kerja yang buruk saat dewasa, serta meningkatnya beban kesehatan nasional. Dalam jangka panjang, biaya akibat stunting, malnutrisi, dan rendahnya kualitas SDM justru jauh lebih mahal dibanding biaya intervensi gizi sejak dini.

        Jadi pertanyaannya bukan “berapa biaya MBG?”, tetapi “berapa kerugian negara jika MBG tidak dilakukan?”

        Ketiga, ada efek ekonomi yang sering diabaikan: multiplier effect.

        Uang yang digunakan dalam MBG tidak hilang begitu saja. Ia berputar.

        Petani menjual beras.

        Peternak menjual telur dan ayam.

        Nelayan menjual ikan.

        UMKM memasok bahan makanan.

        Jasa logistik bergerak.

        Tenaga kerja lokal terserap.

        Artinya, uang negara yang masuk ke MBG kembali ke masyarakat dalam bentuk aktivitas ekonomi.

        Inilah yang disebut efek berganda ekonomi.

        Jika satu rupiah dibelanjakan negara lalu menciptakan aktivitas ekonomi dua atau tiga kali lipat, maka program tersebut tidak bisa dinilai sekadar sebagai beban anggaran.

        Dalam konteks ini, MBG bukan sekadar program makan; ia adalah instrumen ekonomi lokal.

        Di banyak daerah, terutama pedesaan, kehadiran program seperti ini justru membuka pasar baru bagi petani dan pelaku usaha kecil. Permintaan yang stabil dari program pemerintah membuat produksi lebih terencana dan harga lebih terjaga.

        Keempat, kritik terhadap MBG tentu sah—tetapi kritik harus tepat sasaran.

        Kalau ada kritik soal tata kelola, silakan.

        Kalau ada kritik soal distribusi yang belum merata, itu valid.

        Kalau ada kritik soal kualitas menu atau pengawasan, itu penting.

        Tetapi mengatakan “utang negara naik karena MBG” tanpa data fiskal yang lengkap adalah simplifikasi politik, bukan analisis ekonomi.

        Dalam ruang demokrasi, kritik yang sehat adalah kritik berbasis data.

        Misalnya:

        Berapa sebenarnya porsi anggaran MBG terhadap total APBN?

        Apakah pembiayaannya murni dari utang baru?

        Apakah ada realokasi anggaran dari pos lain?

        Bagaimana proyeksi manfaat ekonominya dalam 5–10 tahun?

        Tanpa menjawab pertanyaan itu, narasi “utang karena MBG” hanya menjadi slogan.

        Kelima, kita juga perlu jujur bahwa semua program besar pasti punya konsekuensi fiskal.

        Tidak ada program nasional tanpa biaya.

        Pendidikan gratis butuh biaya.

        BPJS butuh biaya.

        Subsidi pupuk butuh biaya.

        Pembangunan jalan butuh biaya.

        Apakah karena itu semua harus dihentikan?

        Tentu tidak.

        Yang harus dilakukan adalah memastikan program berjalan efektif dan efisien.

        Begitu juga dengan MBG.

        Jika ada kebocoran, perbaiki.

        Jika ada salah sasaran, evaluasi.

        Jika ada mitra yang tidak profesional, ganti.

        Tetapi jangan buru-buru menyimpulkan bahwa programnya salah hanya karena biayanya besar.

        Negara besar harus berani berinvestasi besar.

        Keenam, ada dimensi politik dalam narasi ini yang tidak boleh diabaikan.

        Program besar seperti MBG pasti menjadi arena tarik-menarik opini. Pendukung akan menonjolkan manfaatnya. Penentang akan mencari celah kelemahannya.

        Itu wajar.

        Masalahnya muncul ketika perdebatan berubah dari data menjadi propaganda.

        Kalimat seperti “MBG bikin negara bangkrut” terdengar dramatis, tetapi belum tentu benar.

        Narasi semacam ini sering efektif secara politik karena memancing emosi publik: takut utang, takut krisis, takut ekonomi runtuh.

        Padahal, kebijakan publik tidak bisa dinilai dari rasa takut semata.

        Ia harus dinilai dari angka, hasil, dan dampaknya.

        Ketujuh, kalau kita bicara soal masa depan bangsa, investasi pada anak adalah investasi paling strategis.

        Negara bisa kehilangan jalan tol dan membangunnya lagi.

        Negara bisa memperbaiki gedung yang rusak.

        Negara bisa mengganti teknologi yang usang.

        Tetapi negara tidak bisa mengulang masa tumbuh kembang anak.

        Jika anak hari ini kekurangan gizi, dampaknya bisa permanen.

        Karena itu, intervensi seperti MBG memiliki urgensi yang berbeda dibanding program lain.

        Ia menyentuh fondasi bangsa.

        Dan fondasi yang kuat selalu membutuhkan investasi besar.

        Jadi, apakah utang negara karena MBG?

        Jawaban paling jujur adalah: tidak sesederhana itu.

        MBG memang membutuhkan anggaran besar. Itu fakta.

        Tetapi mengatakan bahwa MBG adalah biang kerok utang negara adalah klaim yang terlalu berlebihan dan tidak utuh.

        Utang negara dipengaruhi banyak faktor: kondisi ekonomi global, penerimaan pajak, harga komoditas, subsidi, belanja negara, hingga kewajiban utang lama.

        MBG hanyalah salah satu bagian kecil dari puzzle fiskal nasional.

        Justru pertanyaan yang lebih relevan adalah:

        Apakah MBG dikelola dengan baik?

        Apakah manfaatnya nyata?

        Apakah hasilnya sepadan dengan biayanya?

        Jika jawabannya iya, maka MBG bukan beban.

        Ia adalah investasi.

        Dan bangsa yang takut berinvestasi pada generasi mudanya sendiri adalah bangsa yang sedang menunda masa depannya.

        Tags: inflasiMakan Bergizi GratisMBGnarasiUtang Negara
        Share318Tweet199Share80
        • Trending
        • Comments
        • Latest
        Program Makan Bergizi Gratis: Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan dan Memberdayakan Tenaga Kerja Lokal

        Program Makan Bergizi Gratis: Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan dan Memberdayakan Tenaga Kerja Lokal

        November 11, 2025
        Program Makan Bergizi Gratis Gerakkan Ekonomi Petani, Nelayan, dan Peternak

        Program Makan Bergizi Gratis Gerakkan Ekonomi Petani, Nelayan, dan Peternak

        November 6, 2025
        MBG Libur Sekolah: Antara Efisiensi Anggaran dan Kondisi Pasar

        MBG Libur Sekolah: Antara Efisiensi Anggaran dan Kondisi Pasar

        June 30, 2026
        Penggerebekan Ponpes Ma’had Hamalatul Qur’an: Polisi Sebut Terkait Kasus Warung Mie Babi, Ponpes Soroti Cara Penanganan

        Penggerebekan Ponpes Ma’had Hamalatul Qur’an: Polisi Sebut Terkait Kasus Warung Mie Babi, Ponpes Soroti Cara Penanganan

        0

        Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

        0

        Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

        0
        Penggerebekan Ponpes Ma’had Hamalatul Qur’an: Polisi Sebut Terkait Kasus Warung Mie Babi, Ponpes Soroti Cara Penanganan

        Penggerebekan Ponpes Ma’had Hamalatul Qur’an: Polisi Sebut Terkait Kasus Warung Mie Babi, Ponpes Soroti Cara Penanganan

        October 30, 2026
        WNI Asal Surabaya Tentara Bayaran Rusia Tewas di Garis Depan Medan Tempur

        WNI Asal Surabaya Tentara Bayaran Rusia Tewas di Garis Depan Medan Tempur

        October 30, 2026
        Ronaldo Cetak Hat-trick, Al-Nassr Tekuk Al-Kholood 5-3 dan CR7 Makin Dekat 1.000 Gol

        Ronaldo Cetak Hat-trick, Al-Nassr Tekuk Al-Kholood 5-3 dan CR7 Makin Dekat 1.000 Gol

        October 30, 2026
        moderat.id

        Copyright © 2019

        Navigate Site

        • Privacy & Policy
        • Contact
        • About

        Follow Us

        No Result
        View All Result
        • Home
        • Entertainment/Lifestyle
        • Olahraga
        • Otomotif
        • Lifestyle
        • News
          • Internasional
          • Nasional
          • Politik
          • Ekonomi
        • Religi

        Copyright © 2019