Istanbul — Penantian panjang Aston Villa untuk kembali merasakan manisnya trofi Eropa akhirnya berakhir. Di bawah sentuhan dingin pelatih Unai Emery, The Villans sukses menjuarai UEFA Europa League Final 2026 usai membungkam SC Freiburg dengan skor telak 3-0.
Final yang digelar di Tüpraş Stadyumu, Kamis (21/5) dini hari WIB, sepenuhnya menjadi milik wakil Inggris tersebut.
Sejak menit awal, Aston Villa tampil agresif. Peluang pertama datang dari Morgan Rogers lewat sepakan jarak jauh yang masih mampu diamankan kiper Freiburg, Noah Atubolu.
Tekanan Villa akhirnya berbuah hasil menjelang turun minum. Pada menit ke-41, Youri Tielemans memecah kebuntuan lewat tendangan voli setelah memanfaatkan umpan silang Rogers.
Belum sempat Freiburg bangkit, Villa kembali menghantam di masa injury time babak pertama. Kali ini giliran Emiliano Buendía yang memperbesar keunggulan menjadi 2-0.
Masuk babak kedua, Freiburg mencoba mengambil alih permainan. Namun upaya tim asuhan Julian Schuster tak pernah benar-benar mengancam lini belakang Villa.
Alih-alih memperkecil skor, Freiburg justru kembali kebobolan. Morgan Rogers menutup malam sempurna Villa lewat gol ketiga yang memastikan kemenangan 3-0.
Peluit panjang berbunyi, dan para pemain Aston Villa pun larut dalam selebrasi. Gelar ini terasa sangat spesial karena menjadi trofi pertama mereka di Eropa sejak menjuarai European Cup 1982—44 tahun lalu.
Lebih dari itu, trofi ini juga mengakhiri puasa gelar panjang klub yang terakhir kali meraih trofi besar saat menjuarai EFL Cup pada 1996.
Di balik keberhasilan itu, nama Unai Emery kembali menjadi sorotan utama.
Pelatih asal Spanyol tersebut kini resmi mengoleksi lima gelar Liga Europa, menjadikannya pelatih tersukses sepanjang sejarah kompetisi ini.
Sebelumnya, Emery meraih tiga gelar beruntun bersama Sevilla FC dan satu trofi bersama Villarreal CF. Kini, Aston Villa menjadi klub terbaru yang merasakan sentuhan magisnya.
Dengan capaian itu, Emery masuk jajaran elite pelatih Eropa bersama Carlo Ancelotti, José Mourinho, dan Giovanni Trapattoni—nama-nama besar yang identik dengan kejayaan di panggung antarklub Eropa.
Bagi Aston Villa, malam di Istanbul bukan sekadar kemenangan. Ini adalah penegasan bahwa klub yang pernah jatuh, bahkan sempat terdegradasi, kini benar-benar telah kembali ke panggung tertinggi Eropa.

































































