Pontianak — Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kalimantan Barat berharap Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat segera memiliki Rencana Aksi Daerah (RAD) yang berdampak langsung dalam upaya mitigasi radikalisme dan terorisme. Harapan ini disampaikan seiring meningkatnya kerentanan perempuan dan anak terhadap paparan paham radikal, terutama melalui media digital dan game online yang memiliki daya penetrasi cepat.
Ketua FKPT Kalbar, Dr Yusriadi, MA, menyampaikan harapan tersebut usai mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) FKPT VIII yang digelar pada Selasa (23/12/2025). Rakornas tersebut diikuti secara daring oleh seluruh pengurus FKPT Kalbar bersama FKPT dari berbagai provinsi di Indonesia.
Menurut Yusriadi, perkembangan teknologi digital menghadirkan tantangan serius dalam upaya pencegahan radikalisme dan terorisme. Penyebaran paham ekstrem kini tidak lagi dilakukan secara konvensional, melainkan memanfaatkan ruang-ruang digital yang mudah diakses, khususnya oleh perempuan dan anak-anak.
“Perempuan dan anak menjadi kelompok yang sangat rentan terpapar radikalisme, salah satunya melalui game online. Daya penetrasinya jauh lebih cepat dibandingkan cara manual. Karena itu, perlu adanya Rencana Aksi Daerah yang bersinergi dengan pemerintah daerah untuk merespons tantangan ini,” ujar Yusriadi.
Keikutsertaan pengurus FKPT Kalbar secara kolektif dalam Rakornas tersebut, kata Yusriadi, menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat sinergi dan koordinasi kelembagaan. Selain menjadi forum evaluasi program sepanjang tahun 2025, Rakornas FKPT VIII juga menjadi momentum strategis dalam merumuskan arah kebijakan dan program pencegahan terorisme tahun 2026.
Yusriadi menilai pelaksanaan Rakornas secara daring memiliki nilai strategis dalam memperkuat konsolidasi nasional antara Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan FKPT di seluruh Indonesia.
“Rakornas ini menguatkan konsolidasi BNPT dengan FKPT se-Indonesia. Koordinasi antar-pengurus menjadi lebih efektif dan menjadi langkah awal untuk memperkuat konsolidasi internal FKPT Kalbar dalam menyongsong program-program yang lebih berdampak bagi masyarakat pada 2026,” jelasnya.
Rakornas FKPT VIII tahun ini mengusung tema “Kolaboratif dalam Mengukuhkan Persatuan, Mewujudkan Indonesia yang Harmonis.” Tema tersebut dinilai relevan dengan kondisi Indonesia yang majemuk dan multikultural, sekaligus menjadi pengingat pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga persatuan bangsa.
“Di tengah keberagaman dan multikulturalisme bangsa Indonesia, sinergi pentahelix dan persatuan adalah kunci utama untuk mewujudkan Indonesia yang harmonis, damai, dan bersatu,” tambah Yusriadi.
Melalui keikutsertaan dalam Rakornas FKPT VIII, FKPT Kalbar berharap dapat semakin memperkuat peran strategisnya sebagai mitra pemerintah dan masyarakat dalam pencegahan radikalisme dan terorisme. Upaya tersebut diwujudkan melalui program berbasis edukasi, literasi kebangsaan, penguatan kerukunan, serta penanaman nilai-nilai moderasi beragama dan ekoteologi di Kalimantan Barat.
































































