JAKARTA – Program makan bergizi gratis (MBG) menjadi faktor utama yang menopang tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Hal tersebut terungkap dalam hasil survei yang dirilis Poltracking Indonesia.
Peneliti Utama Poltracking Indonesia Masduri Amrawi mengatakan program MBG berkontribusi signifikan terhadap persepsi positif masyarakat terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.
“Baik oleh mereka yang mendukung ataupun mereka yang kontra terhadap program MBG ini. Jadi kalau kita perhatikan, alasan publik puas terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran, 23 persen itu disokong oleh kepuasan terhadap makan bergizi gratis,” kata Masduri, Senin (13/4).
Ia menjelaskan, meskipun program tersebut menuai perbedaan pandangan, secara umum masyarakat tetap memberikan penilaian positif. Menurutnya, MBG menjadi salah satu kebijakan yang paling dirasakan manfaatnya oleh publik.
“Di tengah kontroversi dan perbedaan pandangan berkaitan dengan program ini, ternyata oleh publik secara umum mendapatkan perhatian yang cukup baik,” ujarnya.
Selain menopang kepuasan publik, program MBG juga tercatat sebagai kebijakan yang paling dirasakan manfaatnya dengan tingkat pengakuan mencapai 36,5 persen. Angka tersebut melampaui sejumlah program prioritas lain seperti bantuan subsidi upah (BSU), layanan kesehatan gratis, Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Kartu Indonesia Sehat (KIS).
Temuan ini menunjukkan bahwa program yang menyasar kebutuhan dasar masyarakat memiliki dampak langsung terhadap persepsi publik, terutama bagi kelompok menengah ke bawah sebagai penerima manfaat utama.
Meski demikian, tingkat kepuasan terhadap program MBG dinilai belum sepenuhnya optimal dibandingkan tingkat pengenalannya di masyarakat. Survei mencatat sebanyak 88 persen publik mengetahui program tersebut, namun tingkat kepuasan baru mencapai 55,5 persen.
“Namun meski 88 persen publik mengetahui program MBG, tingkat kepuasan baru 55,5 persen, sehingga diperlukan komunikasi dan perbaikan implementasi,” kata Masduri.
Selain program MBG, survei juga mencatat sejumlah faktor lain yang menopang kepuasan publik, antara lain bantuan pemerintah yang dinilai tepat sasaran sebesar 13,8 persen, serta persepsi terhadap kepemimpinan yang tegas, stabilitas ekonomi, dan jaminan layanan kesehatan.
Survei juga menunjukkan program bantuan sosial yang paling banyak diterima masyarakat adalah Program Keluarga Harapan (PKH) sebesar 29,8 persen dan bantuan beras sebesar 29,5 persen. Kedua program tersebut dinilai masih menjadi tulang punggung intervensi sosial pemerintah.
Hasil tersebut menjadi catatan bagi pemerintah untuk memperluas jangkauan distribusi program sekaligus meningkatkan kualitas pelaksanaan agar manfaat kebijakan dapat dirasakan lebih merata.
Survei Poltracking Indonesia dilakukan pada 2–8 Maret 2026 terhadap 1.220 responden warga negara Indonesia berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah. Pengambilan sampel menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan margin of error 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka oleh enumerator terlatih. Validasi data dilakukan dengan pembandingan terhadap sensus Badan Pusat Statistik 2020, pembobotan sampel, spot check 20 persen responden, verifikasi ulang melalui telepon, serta penggunaan sistem real-time berbasis aplikasi dengan dukungan foto dan geolokasi. (Ant)

































































