JAKARTA – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan dukungannya terhadap langkah-langkah yang disiapkan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menata ulang pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dukungan tersebut disampaikan saat menerima kunjungan Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang bersama dua Wakil Kepala BGN di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa (9/6).
Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam itu, Nanik memaparkan empat langkah strategis yang akan menjadi arah baru BGN dalam pelaksanaan Program MBG, termasuk refocusing penerima manfaat dengan memprioritaskan kelompok rentan.
“Saya sangat mendukung dan mengapresiasi langkah-langkah yang telah ditetapkan jajaran pimpinan baru BGN,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
Menurut Nanik, salah satu agenda utama BGN adalah mengarahkan pelaksanaan MBG agar lebih fokus kepada kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, yang dinilai memiliki kebutuhan gizi paling mendesak.
Untuk mewujudkan hal tersebut, BGN membutuhkan dukungan Kementerian Kesehatan, baik dalam penyediaan data maupun penyusunan strategi pelaksanaan program.
“Untuk refocusing penerima manfaat, kami memerlukan dukungan Kementerian Kesehatan. Sebab fokus sasaran penerima manfaat MBG ke depan adalah kalangan 3B (Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita), yang menjadi domain isu Kemenkes,” ujar Nanik.
Menanggapi hal tersebut, Budi menyatakan Kementerian Kesehatan siap mendukung penuh, termasuk menyediakan tenaga ahli di bidang kesehatan masyarakat dan gizi anak untuk memperkuat implementasi program.
“Silakan siapa pun yang dipilih, kami menyiapkan yang terbaik, silakan Ibu yang memutuskan,” kata Budi.
Selain membahas penguatan program, pertemuan tersebut juga menjadi ajang silaturahmi sekaligus perkenalan dua Wakil Kepala BGN, yakni Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono, yang akan mendampingi Nanik dalam menjalankan tugasnya.
Nanik mengatakan kepemimpinan di BGN akan mengedepankan prinsip kolektif kolegial sehingga setiap kebijakan strategis diambil melalui pembahasan bersama.
“Saya hanya sebagai ‘ketua kelas’ saja. Semua akan kami putuskan bersama,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan optimisme karena didampingi sosok yang memiliki pengalaman panjang di bidang audit keuangan serta unsur militer yang dinilai dapat memperkuat tata kelola dan pengawasan program.
Menteri Kesehatan turut menyambut positif komposisi kepemimpinan baru tersebut.
“Bu Nanik sangat beruntung didampingi seorang auditor keuangan kawakan seperti Ibu Arum ini,” kata Budi.
Di akhir pertemuan, Nanik berharap kolaborasi antara BGN dan Kementerian Kesehatan semakin erat dalam mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat sekaligus menyiapkan generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
“Ke depan, Insya Allah, kerja sama ini akan terus berlanjut dan semakin erat, dalam upaya mempersiapkan generasi emas Indonesia tahun 2045,” tutup Nanik.































































