WAMENA – Universitas Amal Ilmiah (Unaim) Yapis Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, memperkuat integritas kebangsaan mahasiswa sebagai upaya mencegah penyebaran paham radikalisme di lingkungan kampus. Langkah itu dilakukan melalui pengembangan kegiatan akademik, penelitian ilmiah, seminar, serta penguatan unit kegiatan mahasiswa (UKM) agar mahasiswa memiliki ruang positif untuk mengembangkan potensi dan kreativitas.
Rektor Unaim Yapis Wamena, Rudihartono Ismail, mengatakan penguatan wawasan kebangsaan perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pendidikan dan aktivitas kemahasiswaan. Kampus memiliki tanggung jawab membekali mahasiswa dengan pengetahuan, karakter, dan kemampuan berpikir kritis sehingga dapat berkontribusi positif bagi masyarakat.
“Kami juga dari kampus terus meningkatkan integritas mahasiswa melalui seminar dan penelitian ilmiah sehingga mereka disibukkan dengan berbagai kegiatan bermanfaat daripada sibuk dalam melaksanakan paham radikalisme,” katanya di Wamena, Selasa.
Rudihartono menilai mahasiswa perlu mendapat ruang luas untuk menyalurkan minat, mengembangkan kemampuan, serta memperluas wawasan di berbagai bidang. Aktivitas akademik dan organisasi yang produktif diharapkan dapat memperkuat keterlibatan mahasiswa sekaligus membangun karakter yang terbuka terhadap keberagaman.
Karena itu, pihaknya terus mendorong pengembangan program UKM agar kegiatan mahasiswa tidak hanya berfokus pada perkuliahan, tetapi juga memberikan pengalaman praktis yang berguna setelah lulus.
“Kami di sini memperhatikan betul mengenai UKM supaya setiap saat itu mahasiswa terus berinovasi, meningkatkan wawasan dengan berbagai sektor, khususnya ekonomi, supaya ketika lulus nanti ilmu yang diperoleh dapat dipraktikkan di dunia kerja,” ujarnya.
Sejumlah UKM yang telah berjalan di Unaim Yapis Wamena meliputi seni tari, olahraga, olah vokal, organisasi kepemimpinan, dan berbagai kegiatan lainnya. Program tersebut menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan, membangun kerja sama, serta meningkatkan rasa percaya diri.
“Kami tidak pernah meninggalkan mahasiswa, kampus terus hadir dan merangkul mereka dalam rangka mendorong kreativitas dan kemampuan akademik melalui UKM seperti seni tari, olah vokal, olahraga serta organisasi kepemimpinan,” kata Rudihartono.
Menurutnya, pendampingan mahasiswa perlu dilakukan berkelanjutan. Dalam konteks pencegahan radikalisme, pendekatan melalui pendidikan dan kegiatan positif menjadi bagian penting membangun lingkungan kampus yang produktif. Mahasiswa perlu dibekali kemampuan menyikapi informasi secara kritis, memahami nilai kebangsaan, serta menghargai perbedaan pandangan tanpa terjebak ajakan yang mengarah pada kebencian atau kekerasan.
Selain memperkuat kegiatan kemahasiswaan, Unaim Yapis Wamena terus meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas SDM. Rudihartono menyebutkan kampus saat ini memiliki akreditasi “baik sekali”, didukung kualitas pendidikan dan kualifikasi akademik tenaga pengajar.
Ia menjelaskan, Unaim Yapis Wamena memiliki 13 dosen bergelar doktor. Sementara dirinya menjadi satu-satunya guru besar di kampus tersebut dan sedang menjalani proses menuju tahap berikutnya.
Dari sisi jumlah mahasiswa, terdapat sekitar 2.800 mahasiswa berdasarkan data seremoni, sedangkan yang sedang melakukan registrasi mencapai sekitar 1.470 orang. Perbedaan jumlah tersebut antara lain berkaitan dengan kendala ekonomi dalam memenuhi administrasi perkuliahan.
Untuk membantu mahasiswa tetap melanjutkan pendidikan, pihak kampus memberikan keringanan agar pembayaran administrasi dapat diurus secara bertahap.
Rudihartono berharap pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten, dapat memperluas pemberian beasiswa bagi mahasiswa asli Papua Pegunungan. Dukungan tersebut diharapkan menjangkau mahasiswa yang sedang menjalani studi maupun yang berada pada tahap akhir pendidikan.
“Dengan penguatan integritas kebangsaan, peningkatan mutu akademik, pengembangan kegiatan kemahasiswaan, serta dukungan pembiayaan pendidikan, kami berharap dapat membentuk generasi muda yang berpengetahuan, mandiri, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah,” pungkasnya. (Ant)

































































