Garut – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memperkuat ketahanan masyarakat di Kabupaten Garut, Jawa Barat, melalui pendekatan sosial dan pemberdayaan lingkungan.
Program bertajuk Aksi Bakti Lingkungan Tangguh digelar pada 27 Oktober hingga 3 November 2026. Kegiatan meliputi penyaluran bantuan sosial, dukungan sarana ibadah, hingga pembangunan fasilitas air bersih dan sanitasi.
Kegiatan ini melibatkan Tim Revitalisasi dan Tim Lapangan BNPT, serta perwakilan Satgas Kontra Radikalisasi BIN, Galan Hidayat, dan perwakilan Kemendagri, Baihaqi Zuhdi Pramudya.
Program tersebut menyasar sejumlah wilayah di Garut dan tidak hanya fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga membangun kedekatan antara pemerintah dan warga.
Salah satu lokasi kegiatan adalah Masjid At-Taqwa, Pondok Pesantren Daarut Taqwa, Desa Wanakerta, Kecamatan Cibatu. BNPT menyerahkan bantuan sarana dan prasarana ibadah untuk mendukung kegiatan pesantren.

Bantuan diterima langsung pimpinan pesantren, Ustaz Yudi Ardiansyah, yang menyampaikan apresiasi atas perhatian BNPT kepada santri dan masyarakat sekitar.
Rangkaian serupa juga dilakukan di Masjid Al-Falah Rajapolah, Desa Padamukti, Kecamatan Sukaresmi. Bantuan berupa perlengkapan ibadah dan peralatan operasional masjid diserahkan kepada pengurus DKM dan warga setempat untuk menunjang kenyamanan jamaah.
Di Kampung Sirnagalih, Kecamatan Balubur Limbangan, BNPT menyalurkan bantuan sembako kepada 200 kepala keluarga (KK) bersama pemerintah desa dan Bhabinkamtibmas.
Di lokasi yang sama, BNPT juga memulai pembangunan sumur bor dan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) untuk meningkatkan akses air bersih dan sanitasi layak.
Warga menyambut positif kegiatan tersebut karena dinilai membantu meringankan kebutuhan sekaligus meningkatkan kualitas hidup.
Penguatan ketahanan masyarakat juga dilakukan melalui sosialisasi di Yayasan Daarut Taqwa, Kecamatan Limbangan. Kegiatan ini melibatkan tokoh agama, tokoh pemuda, perangkat desa, tenaga pendidik, dan masyarakat.
Narasumber berasal dari BNPT, BIN, dan Kemendagri. Sosialisasi menekankan pentingnya menjaga kerukunan, memperkuat persatuan, serta kewaspadaan terhadap paham radikal dan ekstremisme.

Dalam kesempatan itu, BNPT juga menyerahkan perlengkapan ibadah untuk masjid di lingkungan yayasan dan bantuan sembako untuk 100 KK di sekitar lokasi, serta membangun sarana air bersih untuk santri dan warga.
Pimpinan pesantren, Ustaz Uus Koswara, mengapresiasi kepedulian BNPT terhadap lingkungan yayasan.
Secara keseluruhan, Aksi Bakti Lingkungan Tangguh di Garut berjalan baik dan mendapat sambutan positif. Pendekatan sosial, keagamaan, dan pemberdayaan ini diharapkan memperkuat solidaritas, toleransi, dan kerukunan.
BNPT menilai lingkungan sosial yang harmonis dan peduli menjadi benteng penting untuk mempersempit ruang penyebaran paham kekerasan. Ke depan, sinergi antara BNPT, pemda, aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat diharapkan terus diperkuat untuk mewujudkan lingkungan yang aman, damai, dan tangguh.
































































