Kulon Progo – Pelajar diminta berani menolak pengaruh negatif yang dapat merusak masa depan, seperti judi online, radikalisme, kekerasan, hingga kenakalan remaja. Sebaliknya, generasi muda didorong fokus mengembangkan potensi dan mengejar prestasi.
Pesan itu disampaikan Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, saat menghadiri kegiatan Tindak Lanjut Deklarasi Pelajar Anti Judi Online dan Radikalisme di SMA Negeri 1 Lendah, Kulon Progo.
Agung mengingatkan, pelajar harus memiliki keteguhan sikap dan tidak mudah terpengaruh lingkungan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Ia mengajak siswa bangga menjadi bagian dari SMAN 1 Lendah dan memanfaatkan masa sekolah untuk mengasah kemampuan.
“Kalian adalah anak-anak hebat. Kalian memiliki kesempatan untuk menunjukkan prestasi terbaik dalam kehidupan. Karena itu, teruslah menggali potensi, minat, dan bakat untuk membanggakan orang tua, guru, serta daerah,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran pemerintah di sekolah menjadi bagian dari komitmen memastikan lingkungan pendidikan aman dan nyaman untuk belajar.
Karena itu, ia mengajak pelajar berani berkata tidak terhadap judi online, radikalisme, kekerasan, dan perilaku menyimpang lainnya, serta mengisi waktu dengan kegiatan positif yang membuka peluang prestasi.
“Jaga kerukunan, jaga keamanan, dan terus berikan yang terbaik. Jadilah generasi yang berprestasi sekaligus memiliki budi pekerti luhur,” ajaknya.
Bupati juga mengapresiasi capaian siswa SMAN 1 Lendah, baik akademik maupun nonakademik. Ia menyoroti prestasi siswa yang berlaga di kompetisi futsal tingkat nasional dan sejumlah siswa yang dipercaya menjadi atlet Pekan Olahraga Daerah (Porda) Kulon Progo.
Capaian tersebut dinilai sebagai bukti besarnya potensi pelajar yang perlu terus didukung oleh sekolah, keluarga, dan pemerintah daerah.
“Kami berharap semakin banyak pelajar SMAN 1 Lendah yang mampu mengukir prestasi dan membawa nama baik sekolah maupun Kabupaten Kulon Progo,” katanya.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Lendah, Tri Lestari, mengapresiasi kunjungan Bupati yang dinilai memberi motivasi tambahan bagi siswa.
Ia menilai edukasi tentang bahaya judol, radikalisme, dan kekerasan sangat relevan dengan tantangan generasi muda saat ini.
“Kami sangat mengapresiasi program ini. Edukasi yang disampaikan secara langsung kepada anak-anak sangat bermanfaat, sehingga mereka bisa mengetahui mana yang baik dan tidak baik, serta belajar memilih dan memilah dalam pergaulan maupun aktivitas sehari-hari,” ucapnya.


























































