Pemalang — Wakil Bupati Pemalang Nurkholes menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya menjadi ikhtiar pemerintah dalam meningkatkan gizi anak-anak sekolah, tetapi juga sarana menggerakkan ekonomi lokal dan memperkuat nilai gotong royong di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya pada peresmian dapur MBG di Desa Kebojongan, Kecamatan Comal, Nurkholes menyampaikan bahwa program ini memiliki nilai keberkahan karena menghidupkan ekonomi warga sekitar melalui rantai pasok pangan lokal.
“Kita harapkan telur-telur yang ada di sekitar sini bisa dibeli oleh dapur MBG. Begitu juga dengan sayur mayur hasil tani desa-desa sekitar, semuanya bisa terserap. Inilah nilai ekonomi dan keberkahan dari program MBG,” ujar Nurkholes, Senin kemarin.
Menurutnya, pelaksanaan MBG di Pemalang telah dimulai sejak Juli 2025 dan kini telah mencapai 35 dapur aktif yang melayani kebutuhan gizi bagi ribuan pelajar. Pemerintah daerah menargetkan 125 dapur MBG beroperasi hingga tahun 2026.
“Kita berupaya agar seluruh wilayah Pemalang dapat merasakan manfaat program ini. Dengan gotong royong dan niat tulus melayani, insya Allah target ini bisa tercapai,” tambahnya.
Selain menyoroti aspek ekonomi, Nurkholes juga menekankan pentingnya menjaga kualitas dan higienitas makanan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan spiritual.
“Makanan yang disajikan untuk anak-anak adalah amanah. Karena itu, kebersihan dan keamanan pangan harus dijaga. Memberikan makanan bergizi kepada anak-anak sekolah bukan hanya tugas sosial, tetapi juga amal ibadah,” tuturnya.
Dalam kegiatan tersebut, Nurkholes meninjau langsung dapur MBG dan mengecek sejumlah peralatan seperti ompreng (piring makan dari seng), serta berdialog dengan para juru masak yang dengan penuh semangat menyiapkan hidangan sehat bagi para siswa.
Ia menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan program, mulai dari tenaga dapur, petani, hingga masyarakat desa.
“Kita harus mensyukuri program ini dengan kerja nyata. Ketika kita memberi makan anak-anak dengan niat yang ikhlas, kita sedang menanam kebaikan untuk masa depan Pemalang,” pungkasnya.

































































