Depok – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ternyata bukan hanya membantu para pelajar memenuhi kebutuhan gizi harian, tetapi juga menghidupkan perekonomian masyarakat di sekitarnya.
Hal itu dirasakan langsung oleh Rizky (39), peternak ayam petelur asal Tanah Baru, Kecamatan Beji, Depok. Setelah meninggalkan pekerjaannya sebagai karyawan swasta, ia memberanikan diri memulai usaha peternakan dengan modal terbatas. Minim pengalaman, Rizky belajar secara mandiri melalui YouTube hingga akhirnya berhasil mengelola kandang di wilayah Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.
“Alhamdulillah peternakan sekarang sudah jalan, meski awalnya benar-benar mulai dari nol,” ujar Rizky dikutip dari TribunnewsDepok.com, Kamis (4/12/2025).
Tantangan terbesar bagi Rizky adalah penjualan hasil panen. Namun kondisi itu berubah sejak adanya program MBG. Ia kini rutin menerima pesanan dari sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Kadang pesanannya 300 kilo, kadang 250 kilo per hari,” tuturnya.
Dalam sebulan, total pembelian dari SPPG dapat mencapai dua ton. Bahkan, demi memenuhi permintaan, Rizky kerap mengambil suplai dari peternak lain.
“Penjualannya naik cukup signifikan,” katanya.
Harga jual yang ia tawarkan ke SPPG pun relatif lebih rendah dibanding pasaran, yakni Rp17.500 per kilogram karena langsung dari peternak.
Keberadaan SPPG juga memberi dampak ekonomi bagi warga sekitar. SPPG Segi Antara Depok, misalnya, yang berlokasi di Jalan Raya Grogol, Limo, mampu menyerap 47 tenaga relawan dari masyarakat sekitar, di luar tim teknis seperti ahli gizi, kepala SPPG, hingga bagian administrasi di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional (BGN).
Irwansyah Iwen Chava, pemilik dapur yang menjadi Mitra Pengelola SPPG Segi Antara, menuturkan bahwa manfaat MBG kini benar-benar dirasakan warga. Bahan baku untuk produksi makanan sebagian besar dibeli dari UMKM sekitar.
“Untuk sayur, tempe, tahu, dan kebutuhan lainnya, banyak yang kami ambil dari UMKM lokal,” kata Iwen.
Sejak SPPG mulai beroperasi, pelaku UMKM pun aktif menawarkan produk mereka sebagai pemasok, menandakan ekosistem ekonomi yang terus bergerak positif berkat program MBG.

































































