Ambon – Penguatan wawasan kebangsaan menjadi salah satu upaya membentengi generasi muda dari paham radikalisme dan ancaman perpecahan.
Langkah itu dilakukan Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 1504/Ambon melalui penyuluhan wawasan kebangsaan di Dusun Seri, Kelurahan Urimessing, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Selasa (3/11/2025).
Dalam kegiatan tersebut, Danramil 1504-06/Nusaniwe, Kapten Inf A. Vicodey, mengingatkan pentingnya pemahaman terhadap nilai-nilai dasar berbangsa dan bernegara. Menurutnya, Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika harus menjadi pedoman masyarakat menghadapi tantangan zaman.
Ia menilai derasnya arus globalisasi dapat membawa pengaruh yang berpotensi mengganggu pola pikir generasi muda jika tidak disikapi dengan bijak. Karena itu, pemuda dan pelajar perlu memiliki ketahanan karakter dan kesadaran menjaga persatuan di tengah keberagaman.
“Wawasan kebangsaan bukan sekadar teori sejarah, tetapi pedoman hidup bernegara. Kita ingin membakar kembali semangat nasionalisme para pemuda di Dusun Seri agar senantiasa waspada, solid, dan memiliki kecintaan yang tinggi terhadap tanah air,” ujar Kapten Vicodey.
Ia juga menekankan menjaga keutuhan bangsa bukan hanya tugas aparat keamanan, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Sikap saling menghargai, toleransi, dan tidak mudah terprovokasi menjadi kunci mencegah konflik sosial.
Penyuluhan yang diikuti pemuda, pelajar, dan warga setempat itu berlangsung interaktif lewat diskusi dan tanya jawab. Peserta diajak menggali peran generasi muda dalam menjaga kerukunan dan menciptakan lingkungan yang aman dan damai.
Melalui edukasi nilai kebangsaan, generasi muda diharapkan mampu menjaga persatuan, menangkal paham yang bertentangan dengan Pancasila, serta mempertahankan keutuhan NKRI.


























































