Bekasi – Semangat toleransi dan persaudaraan lintas iman kembali terlukis indah di Kabupaten Bekasi. Menjelang perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948, umat Hindu setempat membagikan ratusan paket berbuka puasa kepada warga Muslim di sekitar Pura Parahyangan Agung Jagatnatha Pasundan, Desa Sukahurip, Kecamatan Sukatani.
Kegiatan sosial ini berlangsung bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, menghadirkan suasana hangat dan penuh kepedulian di tengah masyarakat yang majemuk.
Ketua Paguyuban Hindu Kabupaten Bekasi, I Gede Artawan, menjelaskan bahwa aksi berbagi ini merupakan bentuk rasa syukur dalam menyambut Hari Suci Nyepi. Sebanyak 250 nasi kotak dan 200 paket iftar dibagikan kepada warga sekitar dan para pengguna jalan yang tengah menjalankan ibadah puasa.
“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi wujud nyata kepedulian dan komitmen kami untuk terus menjaga kerukunan,” ujarnya.
Menjelang waktu Maghrib, puluhan umat Hindu tampak berdiri di tepi jalan dengan senyum ramah, menyapa para pengendara dan pejalan kaki. Suasana lalu lintas yang biasanya padat berubah menjadi momen kebersamaan yang penuh makna. Warga yang menerima paket berbuka menyambutnya dengan antusias, mencerminkan hubungan harmonis yang telah terjalin lama di lingkungan tersebut.
Aksi ini menjadi simbol bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk saling berbagi dan memperkuat persaudaraan. Justru, di tengah keberagaman itulah nilai toleransi menemukan makna sejatinya.
I Gede Artawan menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan representasi ajaran kasih dan penghormatan terhadap sesama manusia yang dijunjung tinggi dalam ajaran Hindu. Kehadiran para pemuda dan tokoh umat Hindu dalam kegiatan tersebut juga menunjukkan bahwa nilai-nilai toleransi terus diwariskan lintas generasi.
Tak hanya di Bekasi, aksi berbagi iftar ini juga dilaksanakan serentak di 33 titik wilayah aglomerasi Jabodetabek sebagai bagian dari rangkaian kegiatan panitia Nyepi Nasional. Langkah ini memperluas pesan kebersamaan dan memperkuat jejaring kerukunan antar-umat beragama di berbagai daerah.
Kegiatan tersebut sejalan dengan tema Hari Suci Nyepi Nasional tahun ini, “Vasudewam Kutumbakam, Satu Bumi, Satu Keluarga.” Tema ini menegaskan bahwa seluruh umat manusia pada hakikatnya adalah satu keluarga besar yang hidup di bumi yang sama.
Melalui aksi sederhana namun sarat makna ini, umat Hindu Kabupaten Bekasi menunjukkan bahwa toleransi bukan hanya wacana, melainkan praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah perbedaan tradisi dan keyakinan, kebersamaan tetap dapat tumbuh subur ketika dilandasi saling menghormati.
Semangat “Nusantara Harmoni, Indonesia Maju” pun terasa hidup dalam momen tersebut. Kerukunan yang dirawat bersama menjadi fondasi penting bagi kemajuan bangsa—bahwa Indonesia yang majemuk dapat terus berdiri kokoh karena warganya memilih untuk saling menguatkan, bukan memecah belah.

































































